Chapter - 61

3.8K 212 52
                                        

Hallo!!! Apa kabar semua?
Happy New Year 2020 guys!!!
Chapter kali ini dpt 4,400 words dan nulisnya super duper susah krna aku sambil nulis sambil holiday.
Sls makan nulis dikit, hbs jalan2 nulis dikit, pokoknya aku nulisnya nyicil2 pas aku lagi ga jalan, plus signalnya susah pol!!!
Aku nulis uda panjang2 ga bisa di save dan berujung nulis pk HP dan nulis di note dulu trs di save2 gt.
Semoga pd suka chpater ini ya.
Jangan lupa VOTE & KOMENNYA.

Happy Reading.
Love L.K

Shawn POV

Satu minggu sudah berlalu sejak hari dimana aku mwngetahui jika Candice sedang mengandung anakku.

Selama satu minggu ini juga aku terus mencarinya dan meminta bantuan orang-orang suruhanku namun mereka masih juga belum menemukannya.

Benar kata Mike dan Celine jika Candice menghilang bagaikan di telan bumi. Aku sudah mengecek semua data-data mulai dari penerbangan, penginapan bahkan mencari akun bank yang terdaftar atas namanya pun tetap saja nihil.

Jujur saja, sebenarnya sejak awal ketika aku memilih untuk melepasnya aku memiliki perasaan tidak rela, bahkan aku masih cemburu ketika ia dekat dengan Mike, maka dari itu aku sengaja membalasnya dengan cara bermesraan di depannya dengan Jessica agar ia juga merasa sakit yang kurasa karna aku tau jika Candice masih memiliki perasaan terhadapku, namun sialnya aku tidak tau jika ia sedang mengandung.

Ia pasti stres karna prilakuku.
Secara tidak langsung, aku sendirilah yang membunuh calon anakku.

Aku kembali menarik rambutku.
Mengapa aku bisa sebodoh itu!! Mengapa aku tidak menyadarinya!!
Shit!!!

"Shawn!!" Suara seseorang mengintrupsiku. Jessica.

Ya Jessica kini sudah berdiri di depanku.
Aku yakin jika ia baru saja datang karna memang sedari tadi aku hanya sendirian di penthouse.

Jessica bisa datang kapan saja ke penthouseku karna aku memang sudah memberikannya kode aksea sejak beberapa minggu yang lalu.

"Oh come on Shawn!!" Ia memutar matanya namun aku hanya membiarkannya.

"Shawn, sudah lah. Lagian dia juga sudah pergi, janin itu juga sudah tidak ada, lagi pula apa kau yakin itu anakmu?"

"DIAM JESS!!! Aku tau jelas bagaimana Candice!! Dia tidak mungkin bermain belakang dari ku!" Bentakku.

"Jadi kau sekarang membentakku karna wanita itu?!"

"Ya!! Lalu mengapa hah?!"

Jujur saja aku sedang tidak bisa mengontrol emosiku.
Kepergian Candice saja sudah membuat ku cukup stres di tambah dengan Jessica lagi, emosiku sudah pasti meledak.

"Dia siapa bagimu hah!! Kau adalah kekasihku!!"

"Siapa yang kau bilang kekasihmu hah!!! Apa aku pernah memintamu untuk menjadi kekasihku?!"

Jessica terdiam, ia menatapku dengan marah.

"Jadi kau hanya mempermainkanku?"
Tanyanya.

"Kau fikir aku ini apa hah? Mainan?!"

"Terserah kau Jess, aku pusing." Jawabku dan ia hanya menggelengkan kepalanya lalu pergi meninggalkanku.

Aku kembali menarik rambutku.
Mendudukkan diriku di lantai, menyandarkan tubuhku pada tempat tidur di belakangku namun mataku menangkap sebuah kertas berwarna pink yang keluar sedikit dari kolong meja televisi yang berada di kamarku.

Aku mengambil kertas itu yang ternyata ialah sebuah amplop.
Awalnya aku ingin mengabaikannya atau membuangnya namun entah mengapa aku merasa sedikit penasaran dengan isinya.
Dengan malas aku membuka amplop itu dan mengeluarkan sebuah kertas yang berada di dalam sana.

Trouble With SuperstarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang