Chapter - 17

3.6K 182 0
                                        

Kring....
Kring....

Shawn melihat ke layar Ponsel yang ia genggam saat ini.

'Michael'
Tertera nama itu di ponsel Candice.

Shawn sedang memegang ponsel Candice sekarang karna ia sedang berada di rumah sakit bersama Candice.

Saat Shawn sampai di New York ia dan Martin langsung mencari Candice di apartemennya.

Shawn menekan bell beberapa kali namun tidak ada jawaban.
Lalu ia mencoba untuk menghubungi Candice dan ternyata ia dapat mendengar suara ponsel dibalik pintu apartemen Candice meskipun suara yang terdengar cukup kecil.

Shawn kembali menekan bel beberapa kali dan memanggil Candice namun tetap tidak ada jawaban.

Karna Shawn merasa semakin kahwatir akhirnya ia memutuskan untuk mendobrak pintu apartemen Candice.

Dan betapa terkejutnya Shawn saat pintu apartemen itu terbuka.

"Candice!!!"
Panggil Shawn langsung berlari ke dalam.

Shawn langsung menghampiri Candice yang tergeletak di lantai tidak sadarkan diri.

Tak jauh dari tempatnya terdapat beberapa serpihan kaca akibat vas bunga yang jatuh dan pecah dan juga ada ponselnya.

Ia langsung mengangkat tubuh Candice untuk membawanya ke rumah sakit.

"Martin, cari tau apa yang terjadi disini, apa ada orang yang datang ke sini atau tidak."
Kata Shawn lalu ia langsung berjalan menuju mobilnya.

Tak butuh waktu lama mereka sudah berada di rumah sakit karna Shawn melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

"James, tolong kau periksa dia. Aku menemukannya sudah tidak sadarkan diri."
Kata Shawn kepada James.

"Baiklah, percayakan padaku. Tenangkan dirimu dan tunggu di luar."
Kata James lalu masuk ke dalam ruang UGD.

James adalah dokter kepercayaan Shawn.
Mereka sudah kenal cukup lama dan Shawn menjadikan James sebagai dokter kepercayaannya.

"Tuan." panggil Martin menyadarkan pikiran Shawn.

"Tuan, aku sudah mengecek bahwa tidak ada orang yang datang ke apartemen nona sejak semalam. Aku juga tidak menemukan adanya tanda-tanda orang memaksa masuk karna seluruh jendela di apartemen itu terkunci."
Jelas Martin kepada tuannya itu.

Martin mengambil sesuatu dari kantong celananya lalu ia memberikannya kepada Shawn.

"Selain vas bunga yang pecah, aku hanya menemukan ponsel ini tuan."
Kata Martin lalu ia menyerahkam ponsel itu pada Shawn.

"Kau boleh pergi." kata Shawn pada Martin.

Shawn duduk di kursi tepat di depan ruangan dimana Candice sedang diperiksa.

Ia sedikit memijat pelipisnya.
Mengingat hal yang terjadi pada Candice, melihat Candice tergeletak tidak sadarkan diri membuat ia sangat menyesal karna ia tidak menghubungi Candice saat di Toronto.

'Mungkin saja jika aku terus menghubunginya maka ia tidak akan seperti ini sekarang.' Batinnya.

Kringggg...
Kringggg...
Bunyi ponsel Candice.

Shawn melihat nama yang tertera di layar ponsel yang sedang ia genggam itu.

'Michael'

Shawn ingin mengangkat panggilan itu tapi tiba-tiba James keluar dari ruangan yang membuat Shawn membatalkan niatnya itu dan langsung menghampiri James.

"Bagaimana keadaannya?apa sesuatu terjadi padanya?"
Tanya Shawn cemas.

"Tenanglah. Tekanan darahnya rendah, itulah yang menyebabkan ia pingsan. Mungkin dia terlalu lelah dan tidak cukup tidur."
Jelas James.

Trouble With SuperstarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang