Salsha langsung menelan salivanya dengan sulit saat matanya bertemu dengan mata tajam milik Suaminya itu.
Sedangkan Iqbal dengan malas,mengangkat tangannya. Salsha masih menatap mata tajam milik Iqbal. Ia berjalan pelan kearah Iqbal.
"Woii Saa. Jelasin sama kita kita nanti"Bisik Bella,Salsha hanya mengangkat ibu jarinya.
Aduh Saa tarik napas,tunjukin ke Iqbal kalo loe itu bisa. Semangat Saa. Aelah tu mata lama lama gue colok nanti. Batin Salsha dalam hati. Dan dengan beraninya ia tersenyum manis kearah Iqbal sambil duduk disamping Iqbal.
Sedangkan Iqbal masih menatap seolah olah minta penjelasan oleh Salsha.
"Nanti Yaa sayangg aku jelasin deh"Bisik Salsha sambil mengedipkan matanya.
Dan hal itu tidak hilang dari penglihatan Caitlin. Caitlin menatap Salsha sinis.
Sialan punya saingan baru gue,kalau si mbak muslim mah b aja. La ini? Anak baru ini lagi mana cantik juga,harus gue basmi nih. Batin Caitlin menatap Salsha sinis. Sedangkan Salsha tanpa tak acuh dengan tatapan mematikan milik Caitlin meskipun Ia sebenarnya risih. Tapi masa bodo dia tidak peduli.
"Bale minjam buku ihh,Aku gak punya buku paket ini"Ucap Salsha sambil menarik buku paket milik Iqbal ketengah meja mereka berdua. Sedangkan Iqbal masih setia dengan muka datar miliknya. Ia kesal kalau Salsha sekolah lagi,secara Salsha itu cantik meskipun sudah punya anak. Salsha masih terlihat seperti gadis. Lihat saja tadi banyak sekali anak cowok yang memuji Salsha,apa lagi kalau Salsha keluar kelas. Lama lama Iqbal bisa banyak musuh.
Iqbal terus melirik jam ditangannya ia sangat ingin keluar dan meminta penjelasan dari istri kecilnya ini yang tengah fokus menatap pelajaran. Dan tambah lagi Iqbal sangat kesal,karena sekarang buku paket itu telah dikuasi Salsha. Tadi dia meminta untuk berbagi tapi sekaranh buku paket itu berada didepannya dan itu adalah milik Iqbal. Untung Istri gue,kalau bukan udah gue tabok!. Batin Iqbal menatap jengkel kearah Salsha.
"Saa bukunya bagi dua,punya Aku itu"Ucap Iqbal menarik buku paketnya. Salsha menatap Iqbal kesal.
"Ini udah bagi dua tinggal kamu lihat aja sih" Ucap Salsha jengkel. Iqbal memutar bolanya malas. Berbagi dua? Sedangkan buku itu telah ia pegang tepat didepannya.
"Serah Saa serahh"Ucap Iqbal pasrah. Sedangkan Salsha hanya mengangguk nganggukan kepalanya.
Tidak terasa waktu yang ditunggu tunggu Iqbal akhirnya tiba juga. Setelah melewati rasa kesalnya terhadap istri Cantikknya ini yang sama sekali merasa tidak bersalah.
"Steff,Bell,Cass kantin kuy"Ajak Salsha sedikit teriak. Salsha tanpa rasa bersalahnya meninggalkan Iqbal dan melangkahkan kakinya kearah sahabat sahabatnya. Dengan gerakan cepat Iqbal menarik tangan Salsha dengan kasar. Salsha meringis karena kesakitan.
"SAAAAA!!!"teriak Steffi,,Cassie,dan Bella bersamaan. Mereka panik saat melihat Iqbal sepertinya sangat marah dengan Salsha. Saat mereka ingin mengejar Salsha melarang mereka dengan gerakan mulut.
"Bale ihh sakit.. hikss...hiks"Ucap Salsha menangis dengan memegang pergelangan tangannya yang memerah. Iqbal menatap Salsha frustasi. Ia mengusap mukannya dengan kasar. Sekarang mereka berada di taman belakang yang tidak dikunjungi siswa disini
"Ck,ngapain sih kamu disini!! Iyan gimana!!!"Bentak Iqbal. Sedangkan Salsha ia menunduk karena tidak berani. Iqbal menatap Salsha dengan tatapan kesal,Ia tidak peduli dengan tangan Salsha yang memerah karena kelakuannya.
"KAMU JUGA GAK BILANG SAMA AKU! MAU JADI ISTRI DURHAKA HA!"bentak Iqbal lagi. Salsha semakin menundukkan kepalanya,ia kembali menangis.
"JAWAB! OH AKU TAU KAMU MAU SELINGKUH YA DARI AKU! KURANG AKU APA HAAA!!!"teriak Iqbal lagi. Iqbal benar benar tidak rela jika Salsha benar benar selingkuh. Salsha miliknya. Jangankan selingkuh,ada cowok yang memandang Salshapun sudah membuat Iqbal termakan api cemburu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Parents
Teen Fiction"Kenapa kamu pakai hamil sih? aku masih mau hidup seperti remaja lain! Jika nanti aku membuatmu terluka aku hanya bisa minta maaf" Iqbal Ramadan Alaska. "Ishhh!! salah siapa coba? siapa yang bikin aku hamil? ya kamu! aku juga ingin seperti yang lain...
