Mereka kini menatap kedua cewek yang tengah berbaring diranjang rumah sakit. Keadaan mereka cukup membaik,dia adalah Salsha dan Cassie.
"Iqball"Lirih Salsha memegang keningnya yang terasa pusing. Iqbal langsung berlari mendekat kearah Salsha.
"Kenapa sayang? Sakit bagian mananya?"Tanya Iqbal mencium tangan Salsha pelan.
Salsha menatap Cassie yang kini tengah makan yang disuapi oleh Bastian. Lalu dimana Bella? Kenapa dia tidak ada.
"Salsha?"Ucap Cassie menatap Salsha tersenyum lebar. Cassie awalnya mencari Bella tapi mungkin Bella berada diruang inap pikirnya.
"Bella dimana?"Tanya Salsha menatap sekelilingnya. Aldi duduk diatas sofa dengan tatapan yang sangat kosong.
Mereka mematung mendengar pertanyaan Salsha. Cassie ikut penasaran mendengar jawabannya karena Ia juga penasaran dimana sahabatnya berada.
"Guys Bella dimana?"Tanya Salsha lagi. Mereka saling lirik.
"Aldi?"Panggil Salsha lembut. Aldi menoleh dan tersenyum tipis. Ia mendekat kearah Salsha.
"Bella kemana?"Tanya Salsha lagi bukannya menjawab Aldi malahan memeluk Salsha erat. Ia menangis didalam pelukan Salsha.
Iqbal jangan ditanyakan lagi sedari tadi Steffi dan Kiki mengelus punggungnya untuk bersabar. Kalau bukan karena Bella Iqbal tidak akan mengizinkan itu. Dia saja belum memeluk Salsha.
"Dia pergi Sal"Bisik Aldi namun dapat didengar jelas oleh Cassie dan Salsha. Keduanya membelalakan mata tidak percaya itu tidak akan terjadi.
"Al gak usah becanda! Bella kemana?!"Teriak Cassie sambil menangis histeris.
"Bella pergi dia udah pergi! Dia sudah dibawa oleh orang tuanya keluar negri untuk melakukan penyembuhan khusus. Dia koma"Ucap Aldi lagi.
Salsha dan Cassie tidak tahu lagi harus bagaimana. Apa mereka harus bahagia karena pergi yang dimaksudkan Aldi keluar negri atau bersedih karena Bella koma. Dia sedang memperjuangkan hidup dan matinya..
"SALSHA!"
"CASSIE"
Teriak kedua pria yang mengenakan setelan jaz mereka terlihat sangat menawan meskipun sudah dimakan oleh umur.
"Ayah!!"
"Daddy!!!"
Salsha dan Cassie memeluk Papa mereka masing masing. Salsha menangis didalam pelukan pria yang sangat ia sayangi itu.
"Ayah hiksss kak Juaan"Ucap Salsha menangis sesengukkan. Reza memeluk sang anak tunggal dengan erat. Diapun tidak paham maksud dari keponakannya itu.
"Ssstt dia gak bakal gangguin Salsha lagi. Anak Ayah gak boleh nangis. Cassie aja gak nangis kok"Ucap Reza memeluk Salsha sangat erat.
"Hikss Cassie nangis kok om Hikss"Ucap Cassie memeluk Daddynya kuat. Ia terlalu takut menghadapi hal seperti ini sendirian lagi.
Mereka disana hanya tersenyum menatap kedua gadis yang tengah memeluk sang Papa dengan erat seakan tidak ingin ditinggalkan lagi.
"Haii mantu Papi kangenn ihh"Ucap Raffi sambil memeluk Salsha erat.
"Papiiii Salsha juga kangennn banget"Salsha membalas pelukan Raffi dengan erat.
"Sudah yah,aku mau meluk anak aku lagi ini. Belum lepas kangennya"Ucap Reza berusaha menyingkirkan tangan Raffi yang masih memeluk Salsha erat. Raffi mengeratkan pelukannya dan mendelik kesal kearah Reza.
"Mertuanya ini belum juga lepas kangen ini"Ucap Raffi yang tidak mau melepaskan pelukannya. Reza semakin kesal.
"Anak aku ini"Ucap Reza dengan suara kesal. Raffi mengangkat bahunya tak acuh. Terjadilah perebutan.
Iqbal menghela napas kesal menatap sanga Papi dan mertua memperbutkan istrinya. Masalah berdebat? Papi dan Ayah mertuanya itu orang yang paling suka berdebat dan merebutkan sesuatu. Misalnya saja Danian,mereka selalu berebut untuk menggendong dan mengajak Danian bermain.
"Minggir yah bapak bapak tua. Ini cewek punya Iqbal pulang sana gih kejakarta peluk punya kalian kalau ini Iqbal aja yang peluk"Ucap Iqbal memeluk Salsha erat. Raffi dan Reza melongo melihat orang yang mereka rebutkan telah dipeluk sang menantu.
Orang yang berada diruangan itu terkekeh melihat kejadian itu. Cukup menjadi hiburan.
"Dadd,Daddy tahu perusahaan Papanya Bella gak? Itu udah bangkrut apa gimana?"Tanya Cassie sambil memakan Anggur yang disuapi sanga Mommy. Sedangkan Daddynya mengupas kulit jeruk.
Salsha juga ikut mendengarkan ucapan itu. Ia juga sedang menguyah buah jeruk yang disuapi sang Ayah dan dikupas Sang Papi.
Iqbal meletakkan tangannya dibawah dagu Salsha,Salsha segera membuagkan biji buah jeruk ditangan Iqbal.
"Yah masih sih"Ucap Pastorn yang membuka kulit buah jeruk menatap Sang Putri kesayangan.
"Daddy,Bella dirawat diluar negri dan itu butuh biaya banyak. Pokoknya Daddy harus bantu mereka! Cassie mau Daddy gak boleh nolak? Oke"Ucap Cassie tersenyum menatap sang Daddy.
"Buset dah Le itu perintah apa permohonan"Celetuk Aldi yang sedari tadi diam. Aldi selalu senang mengganggu Cassie. Cassie menatap Aldi kesal,Cassie melakukan itu agar Aldi tidak sedih lagi.
"Sirik lo! Daddy gue aja gak nolak."Ketus Cassie menatap Aldi tajam. Aldi terkekeh melihat Cassie yang mulai kesal.
"Memang Daddy lo mau?!"Ucap Aldi menatap Cassie dengan tatapan remeh.
"Maukan Dadd? yeayy Daddy mau! Mommy Daddy baik deh"Ucap Cassie memeluk sang Mommy yang terkekeh melihat kelakuan Cassie.
"Mau nolak juga bakal diomelin sama kamum Yaudah mau aja. Aldi kamu suka gangguin anak om yah?"Ucap Pastorn menatap Aldi. Cassie tersenyum menang menatap Aldi yang mulai gugup.
"Iyah Dadd,seringgggg bangetttt"Ucap Cassie menatap Aldi kesal. Aldi membelalakan matanya
"Entar jodoh kalian"Ucap Pastorn menaik turunkan alisnya. Sekarang Bastian yang membelalakan matanya,ia berjalan mendekati Pastorn lalu menyalaminya. Pastorn menatap bingung kearah Bastian.
"Om saya Bastian,Saya calon masa depan anak om bukan Aldi makasih om"Ucap Bastia kembali duduk. Pastorn dan yang lain tertawa mendengar ucapan Bastian.
Salsha dan Cassielah yang tidak tertawa mereka masih memikirkan keberadaan Bella.
"Sayang kamu kenapa?"Tanya Iqbal mengelus wajah Salsha lembut. Salsha menangis lagi.
"Hikss Salsha mau Ayah sama Papi bantu Bella dan keluarganya juga. Bella gini karena Salsha"Ucap Salsha didalam dekapan Iqbal.
"Iyah sayang. Tenang aja Ayah dan Papi kamu ini orang kayaa pasti dibantuin"Ucap Reza tersenyum menatap Salsha.
Mereka disana mendengus mendengar ucapan Reza yang sombong.
"Gue juga mau telponin papa biar bantu juga"Ucap Steffi sambil keluar ruang inap. Begitupun dengan yang lain mereka menelpon orang tua mereka untuk membantu Bella dan keluarganya.
"Sal Cass lo pada gak capek melamun sambil nangis apa?"Tanya Ari menatap kedua cewek itu yang sedari tadi terus melamun.
Cassie dan Salsha dengan kompaknya menggelengkan kepala tanpa menatap Ari. Ari mengacak rambutnya frustasi.
Sudah berbagai cara mereka lalukan agar Salsha dan Cassie tertawa. Mereka tidak punya banyak stock cara untuk melakukan candaan karena yang punya banyak candaan itu Aldi. Tapi Aldinya saja ikut melamun dengan tatapan kosong.
"Salsha Cass kalian gak boleh gini dong. Gue sedih ini"Ucap Steffi yang mulai menangis lagi. Steffi memeluk Salsha dan Aisyah memeluk Cassie erat.
"Bella gimana? Ini salah gue."Bisik Salsha sambil menangis.
"Dia gapapa. Kalian tidur yah"Ucap Aisyah lembut. Cassie mulai menidurkan dirinya. Begitu juga dengan Salsha.
Sorry yah pendek:v Soalnya mau buat tugasss!!! Babayyy!! Malam nanti tunggu ajaa dehh! hahahaha
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Parents
Teen Fiction"Kenapa kamu pakai hamil sih? aku masih mau hidup seperti remaja lain! Jika nanti aku membuatmu terluka aku hanya bisa minta maaf" Iqbal Ramadan Alaska. "Ishhh!! salah siapa coba? siapa yang bikin aku hamil? ya kamu! aku juga ingin seperti yang lain...
