40

6.8K 227 33
                                        

"Saa ya ampunn kamu dimanaa?Kamu jangan buat aku panik gini dong"Lirih Iqbal mengacak rambutnya kasar. Iqbal tidak tahu lagi dia akan mencari Salsha dimana,mereka sudah berpencar dan berkeleling tapi mereka tidak menemukan Salsha dan Bella.

"Aelah Bell  jangan ilangg elahh! Belum jadian juga"Lirih Aldi yang juga frustasi layaknya Iqbal. Mereka semua frustasi. Cassie dan Steffi serta Aisyah sudah menangis.

"Cass,Steff,Syah jangan nangis terus. Nanti kalian sakit"Ucap Bastian lembut sambil memeluk Cassie. Karena sedari tadi ketiga cewek itu terus terusan menangis.

"Ak hikkss aku takutt huaaaa"Tangisan Cassie semakin kencang.

"Guyss! Kita boleh panik tapi kita gak boleh buat kita jadi lemah kalau kalian nangis terus kalian sakit gimana coba nyariin Salsha sama Bellanya?"Ucap Ari menatap mereka semua. Aisyah menatap Ari lalu menghapus air matanya. Ari memeluk Aisyah ia tahu Aisyah pasti sangat ketakutan.

"Semuanya bakal baik baik aja! Kita harus berpikir jernih guys"Tambah Bastian lagi.

"Kita cari mereka lagi ayo"Ucap Aldi semangat. Iqbal berdiri. Mereka kembali mencari Bella dan Salsha.

"Ahgg"Ringis Salsha sambil memegang keningnya. Ia merasa pusing. Tak jauh dari dirinya terdapat Bella. Bella tengah pinsan. Salshapun menghampiri Bella yang tergeletak pinsan.

"Bell bangunn."Ucap Salsha sambil menepuk nepuk wajah Bella. Bella langsung tersadar dia juga meringis karena merasa kepalanya sedikit sakit. Bella menatap tempat dimana Ia berada,mereka berada disebuah pondok kecil. Astagaa tempat apa ini.

"Kita dimana Saa?"Tanya Bella menatap Salsha. Salsha menggelengkan kepalanya Ia juga tidak tahu sekarang dirinya berada dimana. "Gue juga gak tau Bell,seingat gue tadi kayak ada yang nyekap kita deh. Whatt! Jangan jangan kita diculik?"Bisik Salsha. Ia memelankan suara hanya untuk berjaga jaga saja. Siapa tahu mereka memang diculik?. Bella membelalakan matanya.

"WHATT!!!"teriak Bella kencang. Salsha langsung menutup mulut  Bella dengan gemas. "Gak usah teriak teriak bego,ketahuan nanti elah. "Bisik Salsha. Mereka harus mencari cara agar mereka bisa selamat. Salsha dan Bella berdiri lalu mengintip sedikit. ASTAGAA! mereka membulatkan mata mereka dengan sempurna. Jantung mereka semakin berdegup kencang bukan karena melihat sang pangeran! Tempat ini sangat tinggi dan jangan lupakan mereka sekarang berada diatas pohon.

"Kayaknya yang nyulik kita tarzan deh Saa"Bisik Bella yang masih dalam mode panik. Salsha menganggukkan kepalanya setuju. "Tinggi banget gue takut. Hp manaa? Bell Gecee elah hp"Ucap Salsha panik. Bella langsung mengeluarkan handphonenya dan ekpresi Bella kembali panik.

"Jangan bilang HP lo abis batre?"Ucap Salsha,karena menurut watppad atau novel yang dia baca. Ketika mereka sedang dalam bahaya atau tersesat saat ingin menggunakan handphone rata rata handphone mereka kehabisan baterai.  Oleh karena itu Salsha selalu mencharger handphonenya tapi sayangnya handphonenya kini dipegang oleh Iqbal.

Bella mengangguk lemah. Bella lupa mencharger ponselnya alhasil ya begini. Mereka duduk dengan lemas. "Gue takut Sall"Bisik Bella sambil menangis. Salsha memeluk Bella juga,Ia juga merasa takut.

"Guyss kita berteduh bentar! Hujan semakin deras tadi gak salah gue lihat pondok2 deh disitu"Teriak Bastian yang merangkul Cassie yang mulai kedinginan.

"Gak! Gue gak mau kalau kalian mau teduh atau apalah silahkan! Gue enak enakan berteduh sedangkan diluar sana gue gak tahu istri gue gimana! Entah kedinginan apa gimanaa"Teriak Iqbal kesal. Iqbal sungguh khawatir dengan Salsha. Suami mana yang tidak panik saat istrinya hilang dipulau asing. Aldi mengangguk setuju. Dia juga mengkhawatirkan Bella.

"Gue ikut lo Bale!"Teriak Aldi kencang karena jika tidak teriak maka suaranya akan kalah dengan derasnya hujan. Sekarang memang hujan deras dan petir. Baju mereka semua sudah basah. "Nanti kita cari lagi! Kita istirahat ayo"Ucap Kiki lagi.

"GAKK! KALIAN ENAK CEWEK YANG KALIAN SAYANG SEKARANG LAGI AMAN AMAN AJAA SEDANGKAN GUE SAMA ALDI GAK TAU GIMANA KEADAAN ORANG YANG KITA SAYANG"bentak Iqbal kencang. Ari langsung menghampiri Iqbal dan mencengkram kerah baju Iqbal.  Dia juga mengkhawatirkan kedua cewek itu tapi mereka juga tidak bisa mengorbankan yang lainnya.

"LO PIKIR GUE GAK PANIK? GUE PANIK BANGSAT! TAPI KITA PIKIR JUGA KALAU KITA SEMUANYA COWOK GUE FINE AJA! TAPI INI ADA CEWEK LIHAT MEREKA SEMUA UDAH PUCAT! KALAU MEREKA GIMANA MANA LO MAU TANGGUNG JAWAB HA! GAK USAH EGOISS!!"teriak Ari tepat dihadapan wajah Iqbal. Iqbal mengusap rambutnya kasar.

"AH BACOT BANGET SIH! UDAHLAH BALE KITA AJA YANG NYARI MEREKA!"ucap Aldi yang juga ikut tersulut emosi.

"STOPP! Gak usah berantem bisa gak sih! Kita itu mau nyari Bella sama Salsha! Bukan lihatin kalian berantem lama lama muak gue sama elo pada!"Geram Cassie kesal. Cassie emosinya yang paling mudah naik.

Cassie sudah berjongkok ditanah,mukanya ia letakkan dikedua lututnya. Diapun menangis kencang. Dia takut sangat takut.

"Gue juga takut mereka kenapa napa! Gue gak peduli gue sakit apa gimana? Maka dari itu gue diam aja dari tadi gue berpikir nyari keberadaan mereka tapi kalian pada ribut disini! Panik boleh emosi jangan hikss"Ucap Cassie sesenggukan. Steffi dan Aisyah menghampiri Cassie. Wajah mereka bertiga sudah pucat karena kedinginan.

Iqbal jadi tidak enak. "Yaudah kita istirahat dulu"Ucap Iqbal pelan. Merekapun berjalan dengan keheningan tidak ada yang berbicara satupun.

"Woaaa!! Kalian udah sadar rupanya"Ucap seseorang yang baru saja memasuki tempat dimana Bella dan Salsha berada. Bella dan Salsha kompak menoleh kearah orang yang kini berdiri dengan tegap. Wajahnya sangat tampan.

"Ingat Iqball Sal,Istifarr"Batin Salsha. Bella juga melongo menatap pria dihadapannya ini sangat tampan. Badan tegap,rahang kokoh. Astagaa dia seperti pemeran utama yang berada dicerita wattpad.

"Ganteng njir"Bisik Bella tanpa berkedip. Pria itu terkekeh menatap kedua wanita didepannya ini. Menggemaskan sekali. Yang pria itu tahu sepertinya kedua wanita cantik dihadapannya itu adalah remaja.

"Makanlah. "Ucap Pria itu lagi sambil memberi beberapa makanan kearah Salsha dan Bella.

"Jadi kak kita beneran diculik ini?"Tanya Salsha bingung. Pria itu terkekeh lagi astaga dia sangat tampan. Salsha sudah berulang kali mengingat nama Iqbal.

"Yah kalian diculik,oleh karena itu makanlah. Karena saya tidak mau dimarahi habis habisan oleh bos saya"Ucap pria itu langsung berbalik badan. Bella dan Salsha masih melongo.

satu

dua

tiga

"ANJIRR KITA DICULIK BENERAN!"Teriak mereka kompak. Kini mereka kembali menangis,pria itu terkekeh melihat kedua wanita itu. Bosnya itu ada ada saja mencari mangsa.

"Huaaaa peculiknya gantengg! Gue suka Saa"Teriak Bella sambil menangis kencang. Salsha menyentil kening Bella pelan. "Nanti aja deh sukanya. Kita harus cari cara biar bisa keluar. Ini juga kenapa tempat kita kayak rumah tarzan sih"Lirih Salsha menatap kebawah. Ia bergidik ngeri. Satu satu harapannya adalah Iqbal..

"Bos mereka siapa sih? Jahil banget huaaa Bundaaa!!"Teriak Salsha kencang. Dia sangat takut ditambah lagi suara petir menggelegar diluar sana.

"Haha Iya Boss mereka aman. "Ucap Pria itu dengan senyuman melukis indah diwajahnya. Lalu ia menatap sebuah rumah pohon itu lagi tapi tak lama kemudian Ia kembali berjalan meninggalkan tempat itu.

Salsha dan Bella tengah berpelukan karena ketakutan mendengar suara petir.

Jduarrr

"IQBALLL!!"teriak Salsha kencang sambil menangis dipelukan Bella.

"SAA!"Teriak Iqbal tanpa sadar. Dirinya baru saja melamun membayangkana Salsha tapi dia tidak tahu sepertinya tadi dia mendengar Salsha memanggilnya. Salsha ketakutan Iqbal tahu itu. Ikatan batinn.

"Bale lo gapapakan? Salsha pasti baik baik aja"Ucap Kiki menepik bahu Iqbal. Kiki tahu Iqbal pasti sangat khawatir.

Nahh udah ditambah pemain baru meskipun masih bayang bayangan hahaha

Young ParentsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang