"Iyann jangann tarikk rambut bunda ihh sakitt!! Iqball anak kamu nakall!!!!"Teriak Salsha dengan sangat keras,Iqbal yang berada dikamar langsung lari kearah Istri dan anaknya yang tengah ribut. Iqbal terkekeh saat melihat Salsha yang cemberut karena rambut yang sudah ia sisir dengan rapi ditarik oleh anak kesayangannya.
"Iyannn jangan nakall ih! Anak siapa sih!! Eh? anak aku deng"Ucap Salsha sambil melirik Danian dengan kesal,Karena mendengar suara bentakan sang Bunda. Daniang langsung menangis kencang. Iqbal segera berlari untuk menggendong Danian yang tengah menangis.
"Ya ampunn sayang,Gak boleh bentak anak yaa"Peringat Iqbal menatap Salsha sendu. Salsha merasa bersalah karena sudah membentak sang buah hati. Ia mendekat kearah Danian dan Iqbal.
"Maafin Bundaa yaa,Bale maafin aku"Lirih Salsha sambil menundukkan kepalanya. Iqbal tersenyum lalu mengacak pelan rambut Salsha. "Iyah,jangan diulangi lagi"Ucap Iqbal lembut. Salsha tersenyum lalu mengangguk dengan cepat. "Sini Iyannnyaa Aku mau kasih makan,"Ucap Salsha sambil mengambil alih Danian yang berada digendongan Iqbal. Salsha dan Danian pun beranjak kearah ruangan keluarga karena biasanya Salsha menyuapi Danian disana.
Ting tong.
Mendengar Bel membuat Iqbal segera beranjak kearah pintu. Ia sudah bisa menebak siapa yang datang. Sore ini Ia akan membocorkan rahasianyaa kepada ketiga sahabatnya. Ia akan menceritakan tentang keluarga kecil yang sangat Ia sayangi.
"Buset Balee! Rumah loe gak kalah gede dari yang lam,Eh Bale kok pindah? Rumah yang lama emangnya kenapa?"Tanya Kiki heran sambil mengikuti langkah Iqbal memasuki rumah mewah tersebut. Kiki,Bastian,dan Aldi tentu sudah sering kerumah Iqbal yang lama. Tapi Mereka bingung saat Iqbal mengatakan bahwa dirinya sudah pindah.
"Duduk aja! Ada yang mau gue cerita"Ucap Iqbal sambil menjatuhkan dirinya kesofa ruang tamu. Ketiga sahabatnya mengikuti intruksi apa yang Iqbal katakan.
"Bale siapa ta_Eh kalian kok disini?"Ucap Salsha kaget saat melihat ketiga sahabat suaminya ini tengah duduk manis diatas sofa tamu. Aldi,Kiki dan Bastian langsung menoleh kearah Salsha. Mereka menatap Salsha sama kagetnya saat Salsha menatap mereka. Mereka menatap Salsha dari ujung rambut sampai ujung kaki dan ditambah lagi Anak kecil yang berada didalam gendongan Salsha. "Lah kok loe disini?"Tanya ketiganya kaget. Dan mereka belum mengalihkan pandangan mereka dari tubuh Salsha.
Iqbal menatap ketiga sahabatnya dengan kesal,Karena mereka menatap kagum kearah Salsha. Bagaimana tidak,sekarang Salsha hanya menggunakan celana pendek diatas lutut dan baju kaos ketat serta rambut yang ia ikat sembarang.
"Sialan loe pada! Saa ganti sana bajunya jangan pakai ituu! Iyan sini sama ayah"Ucap Iqbal sambil melangkahkan kakinya kearah Danian dan Salsha. Salsha tersenyum dan mengangguk lalu beranjak pergi.
Ketiganya menoleh kearah Iqbal dengan tatapan seakan meminta penjelasan. Saat Iqbal ingin menjelaskan tiba tiba ada tiga cewek melongos masuk tanpa mengucapkan salam. Mereka hanya menatap datar kearah cowok cowok itu.
"Kok kalian kesini?"Ucap Aldi saat menatap ketiga cewek yang ingin menaiki tangga menuju lantai dua.
"Mau kekamar Salsha"Ketus Steffi dengan ucapan yang sangat sinis. Tanpa mendengar ucapan dari keempat cowok itu mereka sudah menaiki tangga.
"ANJIR JADI LOE UDAH NIKAH!!"
"LAH INI ANAK LOE!!"
"KAGET GUE!!"
Itulah respon ketiga sahabatnya saat Iqbal menjelaskan semuanya. Mereka benar benar syok dengan ucapan Iqbal.
"Lah itu Vanesha? Wah jangan jangan loe? Gak ngergi gue jangan brengsek bale!"Bentak Kiki kesal,Karena disini dirinya lah yang tidak suka menyakiti perempuan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Parents
Teen Fiction"Kenapa kamu pakai hamil sih? aku masih mau hidup seperti remaja lain! Jika nanti aku membuatmu terluka aku hanya bisa minta maaf" Iqbal Ramadan Alaska. "Ishhh!! salah siapa coba? siapa yang bikin aku hamil? ya kamu! aku juga ingin seperti yang lain...
