10. Si Raja Gombal💕

15.5K 1.1K 28
                                        

Drttt drttt

"Siapa Ra? Pacar Lo nyariin?" Rizky melirik ke ponsel Ara yang bergetar.

"Ara punya pacar?" tanya Fano menatap Rizky sok polos.

"Punya. Tuh si Tito. Tadikan abis nembak" timpal Aji jenaka. Tak lama disusul tawa Rizky dan Fano .

Ara mencebikkan bibirnya kesal. Dirinya lelah menjadi bahan godaan mereka bertiga. Tak memedulikan ponselnya yang bergetar, Ara langsung saja mematikan ponsel pintar itu agar diam. Namun Ara merasa seperti ada yang tengah menghunuskan tatapan tajamnya dari sebelah kanannya ia duduk.

Dan benar saja. Rahang tegas yang sudah mengeras. Seolah menjadi ketakutan tersendiri Ara . Melihat Rangga yang wajahnya sudah memerah menahan marah.

Sadar situasi, ketiga lelaki yang dari tadi sibuk tertawa malah membawa diri entah kemana. Menyisakan atmosfer yang tengah naik suhu. Ara tak berani menatap Rangga, dirinya sedikit ketakutan melihat wajah Rangga yang menyeramkan.

Rangga mulai melunak. Dirinya sadar betul bahwa gadis cantik dihadapannya ini bisa saja takut dengannya. Dengan hembusan nafas panjang, Rangga menatap Ara lembut.

"Siapa?" Tanya Rangga pelan.

Ara sontak mendongak. Ragu ragu mulai berani menatap Rangga yang sedikit tertarik senyum. Ara tertular senyuman Rangga walaupun sedikit, namun bisa merilekskan dirinya.

"Tito" jawab Ara pelan setelah tadi tak kunjung membalas, "Tapi— nggak Ara terima kok. Soalnya Ara kurang suka. Apalagi kita baru kenal. Jadi Ara tolak deh, suer!" tambah Ara dengan dua jarinya tanda ia benar benar berkata begitu.

Rangga tersenyum geli. Tanpa Ara begitupun Rangga sudah percaya. Namun tadi dirinya terlanjur emosi. Sadar atau tidak dirinya jadi seperti orang yang posesif pada pacarnya, ups!.

"Iya percaya," Rangga mengulas senyum. Ara bernapas lega. Entah mengapa Ara jadi mempunyai rasa takut jika Rangga tak mau mendengarkan penjelasannya.

"Emang yang namanya Tito itu yang mana?" tanya Rangga penasaran. Karena pendengarannya merasa asing dengan nama itu di kelas Ara . Kenapa Rangga bisa tau? Karena apapun yang berhubungan dengan Ara pasti dia akan cari tau.

"Kak Rangga belum tau? Emang sih. Tito kan anak baru, sekitar-minggu kemarin" jawab Ara mengetuk ngetukkan telunjuknya di dagunya seakan berpikir. Hal itu tak luput dari penglihatan Rangga. Rangga yang gemas melihatnya malah mencubit pipi tembam Ara membuat sang empu mengaduh.

"Oh ya, temen temen kakak pada kemana?" Ara celingukan mencari ketiga pemuda yang tadi tak habis-habisnya menggoda Ara.

Rangga mengendikkan bahunya acuh. Dirinya malah melirik Ara yang kini berbinar menatapnya. Namun bukan dirinya yang membuat binar mata bening itu. Tapi benda bulat nan pipih yang dipegangnya. Oh, jangan lupakan covernya yang bewarna biru disertai boneka salju itu.

Rangga mulai tau apa yang gadis manis itu inginkan namun Rangga berpura pura acuh. Ara menarik lengan Rangga agar Rangga menatapnya. Dengan puppy eyes nya membuat si Barbie berwujud gadis remaja itu berkali kali lipat menggemaskan.

Rangga melihat itu tertegun. Niatnya untuk mengacuhkan Ara sirna begitu saja. Ara lebih mengundangnya untuk terus tetap melihatnya. Finnaly, Rangga luluh jua.

Pemuda tampan itu pasrah saja ketika sang gadis membawanya ke ruang tengah. Lalu menyodorkan benda yang dibawanya tadi untuk segera Rangga putar.

Rangga menyerah, akhirnya mau tak mau dirinya ikut bergabung di samping Ara , menemani gadis itu yang sangat bersemangat melihat layar tv didepannya.

My DimplesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang