“Aku butuh jeda.”
Katamu pelan, seolah lelah sudah terlalu lama kau sembunyikan.
“Sebelum tur dimulai.”
“Dan aku butuh kau ikut.”
“Hanya kita berdua.”
Untuk sesaat, semuanya terasa sederhana. Seperti dunia ini bisa benar-benar kita tinggalkan.
“Liburan?”
“Ke mana?”
Aku bertanya, tanpa banyak pikir.
“Sebuah pulau.”
Jawabmu singkat.
“Tempat di mana tidak ada orang lain.”
“Aku lelah berhadapan dengan media.”
Dan entah kenapa, kalimat itu terdengar
seperti janji, bahwa di sana, untuk sementara waktu, kita bisa menjadi
dua orang biasa yang tidak perlu bersembunyi.
Hanya kita.
Tanpa dunia yang terus mengawasi.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTITLED
Short StorySebut saja cerita tak berjudul. Karena aku bingung judul apa yang tepat untuk menceritakan keseharian kita. Karena semua rasa yang kurasakan terjadi di sini. Mulai dari yang namanya bahagia hingga tersakiti.
