“Aku rindu kamu.”
“Aku butuh kamu.”
“Aku ingin kamu ada di sini... sekarang.”
Kata-katamu datang tanpa jeda—
sederhana, tapi cukup untuk menghancurkan semua pertahananku.
Kau harus tahu, mendengar itu darimu
selalu terasa berlebihan.
Terlalu membahagiakan untuk seseorang
yang seharusnya sudah belajar menjauh.
Dan seperti biasa, aku kalah lagi.
Aku meninggalkan segalanya, apa pun yang sedang kulakukan, apa pun yang seharusnya lebih penting.
Hanya untukmu.
Jadi terserah, jika kalian ingin menyebutku bodoh.
Karena pada akhirnya, aku tetap memilih untuk datang.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTITLED
Short StorySebut saja cerita tak berjudul. Karena aku bingung judul apa yang tepat untuk menceritakan keseharian kita. Karena semua rasa yang kurasakan terjadi di sini. Mulai dari yang namanya bahagia hingga tersakiti.
