Hari ini Safura dan Ayesha akan tiba di Indonesia. Mafaza, Ava, Rauf, dan Byakta sudah datang di bandara. Mereka duduk di kursi berderetan. Kecuali Zar, dia tidak bisa ikut karena kesibukan tugas kampusnya.
"Kok lo nggak sibuk sama tugas kampus? Bukannya kalian satu universitas." tanya Mafaza dengan polosnya.
"Eh sejak kapan kalo se-universitas itu sama-sama sibuk?" senyum Byakta yang terlihat geli dengan pertanyaan Mafaza.
Byakta, Zar dan Rauf satu universitas tapi berbeda fakultas. Byakta memilih fakultas informatika, Rauf memilih fakultas desain dan Zar memilih fakultas bahasa. Mereka bertiga hanya sibuk dengan kegiatan kampus dan kumpul-kumpul bersama teman-temannya. Hanya Mafaza dan Ayesha yang kuliah sambil sibuk dengan kegiatan pekerjaan.
"Masih aja gemesin ya lo Za." tambah Rauf dengan tawa terbahak-bahaknya bersama Ava.
Mafaza memanyunkan bibirnya. Dia mulai kesal dengan tingkah sahabatnya yang selalu mengejek dirinya.
"WOY MALAH ASIK SENDIRI. SAMPE NGGAK SADAR KALO KITA UDAH DATENG." teriak Ayesha yang sudah berdiri bersama Safura dengan jarak yang tidak jauh dari sahabatnya.
Mereka menoleh ke sumber suara. Senyum mereka merekah. Mafaza dan Ava lari mendekat dan memeluk Safura dan Ayesha. Rasa rindu mereka sudah terbayar. Rasa bahagia hadir di dalam diri mereka.
"Makin cantik ya temen gue." puji Mafaza yang kagum dengan kecantikan Safura dan Ayesha.
"Kalian berdua kenapa bisa bareng?" tanya Byakta yang kepo.
Para cewek jalan mendekati Byakta dan Rauf. "Gue ke Singapura dulu nyamperin Ayesha." jawab Safura.
"Kalian berdua oprasi plastik ya?!" ucapan Rauf membuat Ayesha dan Safura langsung mencubit tangan Rauf.
"Kita alami dong." jawab Ayesha kecentilan.
"Yaudah kuy kita keluar dari sini." ajak Ava yang sudah tidak sabar.
"Bentar...gue mau ngomong sama kalian." Safura menahan sahabatnya.
"Ada apa Ra?" tanya Mafaza yang mulai kepo.
"Gue mau tunangan sama Marcell. Nanti malem InsyaAllah. Kalian dateng ya?!"
"Alhamdulillah....temen gue ada yang mau." ejek Rauf menggoda Safura.
"Sialan. Sombong lo udah punya gebetan sekarang."
"Jam berapa acaranya?" tanya Ava kembali ke topik penting.
"Malem sih sekitar habis maghrib."
"Lah Marcell sama keluarganya dateng ke Indonesia kapan?" tanya Byakta.
"Nanti sekitar beda 3 jam sama gue. Dia udah booking hotel sama keluarganya sih buat sementara tinggal di Indonesia."
"Wah bakal jadi warga London nih. Sedih gue jadinya." ucap Mafaza.
"Tenang aja. Nikahnya masih lama. Gue sama dia kan juga masih kuliah."
"Gue sama Rauf nggak bisa janji ya. Soalnya ada acara." ucapan Byakta membuat curiga Mafaza.
"Acara apa? Sama siapa? Jam berapa?" tanya Mafaza mengernyit curiga ke Byakta dan Rauf.
"Yaelah Za masih aja lo curiga. Tenang aja. Kalo sempet kita bakal dateng. Dateng telat nggak pa-pa kan?" tanya Rauf mengalihkan kecurigaan Mafaza.
"Iya santai aja. Oh iya persiapan reuni gimana?"
"Udah 90% tenang aja. Ini Ayesha kenapa diem aja dari tadi?" Byakta melihat Ayesha yang tidak seperti biasanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
MAFAZA
Teen FictionKenangan bukanlah hal buruk yang harus bisa menghilang dari ingatan. Tetapi kenangan adalah warna-warni cerita kehidupan tanpa kita inginkan sekalipun. Mafaza Flor Simran gadis berusia 17 tahun memiliki keluarga dan sahabat yang selalu memberikan ka...