"Aku layaknya hujan yang turun saat kau tengah menikmati hangatnya sinar mentari. Aku tau, saat itu kau benci diriku. Namun aku yakin, esok atau lusa saat peluh di dahimu mulai menetes, kau akan mencariku. Kau akan mencari diriku, sebagai hujan yang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Taxi yang Rain tumpangi sudah berhenti tepat di depan pagar SMA Satu Bangsa. Terlihat lahan parkir yang masih lenggang. Hanya ada beberapa sepeda motor terparkir disana. Wajar saja karena saat ini baru pukul 06.40, Rain sengaja berangkat lebih awal agar tidak terlambat. Sedangkan biasanya dia berangkat pukul 06.45 dari rumah.
Dari deretan motor yang terparkir dibagian depan, terlihat motor NMax Biru yang sama seperti miliknya. Itu motor Kak Rey, tumben banget udah berangkat jam segini. Gumam Rain sambil memandangi sepeda motor disamping kirinya.
Rain melanjutkan langkah kakinya. Membawanya pada kelas XI-IPA 2 yang terletak dilantai dua. Menyusuri lorong kelas X dengan beberapa pintu yang masih tertutup.
Saat berjalan menuju tangga yang mehubungkan lorong kelas X dan kelas XI, Rain mendengar suara petikan gitar dibarengi dengan nyanyian lagu Masih disini masih denganmu-Goliath.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rain menghentikan langkah saat baru saja menaiki anak tangga kedua. Dia melamun dan mengira-ngira siapa sosok yang bernyanyi itu. suara itu terdengar sangat merdu ditambah dengan petikan gitar yang begitu lembut.
Rain tersadar akan lamunannya ketika lagu itu berhenti. Dia melanjutkan langkahnya. Memijak satu persatu anak tangga hingga pada bagian tengahnya dia mendapati seorang laki-laki tengah duduk disalah satu anak tangga dengan kepala menunduk dan menatap gitar dipangkuannya. Rambutnya tertutup rapat oleh hodie hitam yang ia kenakan.
Rain selangkah lebih maju. Membawa tubuhnya lebih dekat dengan laki-laki itu. Rain memperhatikan cowok jangkung dihadapannya dengan seksama, tiba-tiba laki-laki itu mendongak. Ternyata laki-laki yang sedari tadi dia perhatikan adalah Rey. Rain terkejut dan seketika berdeham.
"hmm permisi kak, saya mau lewat..." ucap Rain datar.
"Lo dari tadi dengerin gue nyanyi ya." Jawab Rey dengan ketus seraya membangkitkan tubuh.