Harus mengalah

63 10 1
                                        

Happy Reading


***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Tino menatap pada jam dinding kamarnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 15.30. Segera mungkin ia mandi kemudian bersiap-siap. Hari ini dia ada janji untuk menemani Rain ke toko buku.

Meskipun hubungan percintaan Tino dan Rain tidak berakhir bahagia, namun Tino berusaha sebisa mungkin untuk tetap menjaga persahabatannya dengan Rain. Bahkan ia selalu siap sedia ketika Rain membutuhkan dirinya.

Dua puluh menit berlalu, kini Tino sudah tiba di depan gerbang rumah Rain. Ia membuka ponselnya untuk menghubungi si empunya rumah bahwa ia sudah di tempat.

Gerbang terbuka, menunjukkan Rain yang mengenakan sweater lengan panjang  dengan rambut tergerai indah.

"Hai!! Udah lama? " Sapa Rain.

Tino sempat dibuat kagum dengan penampilan Rain hari ini. Lebih tepatnya, ia selalu dibuat kagum. Entah mengapa Rain selalu punya karisma yang kuat untuk membuat orang lain terpukau.

"Nggak kok baru.  Ya udah yuk!! " Sahut Tino seraya memberikan helm kepada Rain.

Mereka menyusuri jalanan ibu kota di sore hari yang tampak sangat padat. Sengaja Rain memilih waktu sore karena jujur ia rindu keramaian. Tiga hari mengurung diri di rumah sepertinya tidak membuat perasaannya membaik.

Di rumah saja justru membuat Rain semakin over thinking dengan masalah yang sedang dialaminya. Apalagi permasalahannnya ini masih ada hubungannya dengan mantan pacar kekasihnya itu.

"Gue seneng banget deh akhirnya bisa motoran lagi sama lo" Ucap Rain sedikit berteriak.

"Kok bisa?" Kata Tino.

"Rasanya bebas aja, tiga hari gue di rumah bikin gue bener-bener jenuh!! Kangen juga sama polusi ibukota hahaha"

Tino melirik tawa ringan Rain lewat kaca spion kirinya. Terlihat begitu manis.

"Kalo lo mau jalan-jalan tapi nggak ada temen, lo bisa bilang gue kok. Kan kita sahabat, lo lupa ya? "

"Haa? Apa? Gue nggak denger" Rain memajukan wajahnya sehingga lebih dekat dengan Tino.

" KALO LO MAU JALAN TAPI NGGAK ADA TEMEN,  LO BISA SAMA GUE!! KITA KAN SAHABAT!! " Tegas Tino.

"Oh iya-iya. Ntar gue ajak lo aja deh kalo mau keluar. Manda 'kan masih diluar kota"

RAIN IN THE SUMMERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang