Hari Buruk Yang Menyenangkan

326 24 0
                                        

****

Hari libur itu seperti hari-hari biasa untuk Rain, tetap kena omelan Oma tanpa terkecuali.

"Rain-Rain, kamu itu ya, udah berapa kali oma bilangin, kalo habis mandi itu biasakan jangan tinggalin handuk disitu. Bikin berantakan aja kamu ini. Liat tu kakak kamu, dia selalu jaga kebersihan. Dia selalu tampil cantik. Nggak kaya kamu ini, dikit-dikit bikin ulah, jorok lagi. Pokoknya kalo kamu ngulangin lagi oma nggak segan-segan ngunciin kamu dikamar." Lagi-lagi omelan Oma ini terdengar jelas ditelinga Rain.

Oma bukan sekedar ngomel ataupun marah, tapi kata-kata oma barusan sangat menampakkan kebencian Oma terhadap Rain.

"Iya Oma. Rain minta maaf, lain kali nggak lagi kok. Rain tadi lupa nggak bawa handuk kekamar." Respon Rain selalu sama, berbicara pelan dan kepala ditundukkan.

"Oma nggak boleh gitu dong, Rain kan masih remaja jadi wajar aja kalo sering teledor." Sahut Sunny yang berusaha membela sang adik.

"Sunny sayang, kamu nggak perlu belain adik kamu ini, dia udah bener-bener kelewatan. Untung aja tadi temen oma nggak ada yang masuk ke kamar mandi. Kalo sampe ada kan Oma malu, masa kamar mandi  mantan anggota Dewan berantakan. Ya sudah Rain, pergi sana kamu, Oma nggak mau lama-lama liat muka kamu. Bawaannya jadi pengen marah terus." Ucap Oma sambil membuang muka agar tidak bersinggungan dengan wajah lugu Rain.

Rain hanya terdiam dan langsung menuju kekamarnya. Hal sepele kaya gitu aja dibesar-besarin. Gumam Rain dalam hati.

Hari minggu ini Mama pergi ke bandung menemani Papa yang akan bertemu beberapa rekan bisnisnya. Hal yang paling dibenci Rain harus tetap tinggal dirumah tanpa ada sang Mama yang selalu membelanya. Ditambah lagi Mama dan Papa pergi selama beberapa hari. Rasanya ingin melarikan diri dari rumah itu tapi rasanya tidak mungkin. Rain mendengkus kesal, meratapi nasibnya yang selalu saja buruk. Dia selalu berpikir ini memang nasibku yang buruk atau aku yang kurang bersyukur ya, berkali-kali dia mencerna kalimat itu. Namun tetap saja pada hakikatnya nasib Rain memang kurang beruntung.

Setibanya dikamar, Rain langsung merebahkan dirinya pada ranjang tempat tidurnya. Dia meraih ponsel yang juga berada diatas ranjang. Dia membuka dan melihat ada beberapa notifikasi dari WA dan Instagramnya. Dia membuka notifikasi  instagram lebih dahulu. Betapa terkejutnya Rain saat melihat

@Reynaldi13_ started following you

Senang, terharu, terkejut bercampur menjadi satu adonan lengkap. Saking bahagianya Rain sampai menggulingkan badannya kesana kemari. Pasalnya, Rain memfollow akun instagram Rey sejak setahun yang lalu pada saat perkenalan anggota OSIS dan baru di follback sekarang.  Rain langsung menekan profil instagram Rey, dia membuka satu persatu foto-foto yang ada diprofil instagram milik Rey sambil senyum-senyum tak jelas. Baru sekarang Rain bisa menstalker akun instagram kakak kelasnya itu, karena akun instagram Rey di private.

Hari buruk Rain hari ini terasa menyenangkan hanya karena hal sepele yang dilakukan Rey. Rain tak melepaskan senyum diwajahnya. Bahkan dia bisa melupakan kata-kata Oma barusan. Rain memang gadis yang tidak suka ambil pusing dengan omongan orang lain. Biasanya dia hanya memikirkannya beberapa menit kemudian mencari kesibukkan yang bisa melupakan hal itu. Rain masih terus menstalker akun instagram Rey. Dia menekan simbol Tag pada profil IG Rey, dia terkejut karena disitu ada akun instagram
@Felicyaa  yang terlihat menandai Rey pada salah satu postingannya sekitar satu setengah tahun silam. Rain tidak menaruh curiga sedikit pun setelah menggeser foto kedua, karena bukan hanya Rey, tapi ada beberapa teman Feli juga difoto itu.

***
Hari senin kembali datang tetapi Papa dan Mama belum juga datang dari Bandung. Terpaksa pagi ini Rain memilih tidak sarapan daripada harus sarapan bersama Oma dan Kak sunny. Dia sengaja berangkat lebih pagi untuk membeli sarapan dikantin sekolah.

Siswa/i SMA Satu Bangsa terlihat ada yang baru datang, sedangkan Rain sudah berada dikantin ditemani semangkuk bubur ayam. Rain perlahan menyuap bubur ayamnya ke mulut.

"Hai, boleh gue duduk sini." Tanya seseorang dari samping kanan Rain duduk. Tanpa menoleh pun Rain sudah tau kalau orang itu adalah Tino.

"Duduk mah duduk aja mas, bukan tempat duduk saya juga ini mah." ucap Rain dengan sedikit ketus.

"Heheh tau aja lo Rain kalo gue yang nanya. Hapal ya sama suara gue." Jawab Tino sambil menempatkan dirinya tepat disamping Rain.

"Bukan hapal lagi gue mah, udah gedeg banget ini." Sahut Rain tanpa memalingkan pandangan dari mangkuk bubur ayamnya.

"Tumben banget lo Tin, jam segini udah dateng aja." Lanjut Rain diselingi dengan menyuap bubur ayam kemulutnya.

Tino terkekeh kecil " Inikan senin Rain, dari pada gue telat kan. Lu juga pagi-pagi udah nyarap aja." Jawab Tino yang melontarkan pertanyaan lagi kepada Rain.

"Lagi pengen aja makan bubur ayam" Sahut Rain sekenanya.

Baru kali ini Tino bersikap baik kepada Rain, tapi dia tak menaruh curiga. Rain berusaha untuk positif thinking karena ini masih pagi. Tino membuat hari buruk Rain pagi ini sedikit lebih baik karena sikapnya yang manis. Palingan juga besok udah berubah lagi batinnya dalam hati.

***

Jam isirahat kedua  pun tiba

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jam isirahat kedua  pun tiba. Semua murid SMA Satu Bangsa bergegas kekantin dan mengantri makanan. Ada yang mengantri didepan kedai Mi ayam dan bakso, ada yang didepan batagor goreng, ada juga yang mengantri didepan kedai nasi kuning. Setelah melaksanakan sholat Rain dan Manda bergegas pergi keKantin. Mereka tidak membeli makanan berat seperti yang lainnya, mereka hanya membeli es blend dan snack. Dodit tidak masuk hari ini karena sakit katanya. Rain dan Manda fokus pada Es blend masing-masing tanpa memperdulikan sekitar.

"Woyyy!!" Tino datang dan memukul meja yang berada dihadapan mereka berdua.

"Eh ayam kucing anjing" Manda terkejut dan menyebut seisi kebun binatang.

"Sialan lo Tin. Untung aja es gua nggak tumpah." Ucap Rain Sambil membangkitkan diri dari duduknya. 

"weitss santuy man, santuy. Pake nyebut seisi kebun binatang segala." sahut Ilham sambil terpekik kecil. 

"Ihh diem deh lo ham." jawab Manda yang tak berani menatap mata Ilham karena takut makin cinta katanya.

"Yaelah Man, kalo ngomong tu diliat kali orangnya." Sahut Tino yang kata-katanya semakin membuat Manda deg-degan.

"Udah yuk Man kita cabut aja, ada orang-orang resek begini bikin nggak selera makan." Seru Rain sambil meraih pergelangan tangan Manda.

Lagi-lagi Rain menyelamatkan Manda dari serangan genk BSD.

"Makasih ya Yen... Lo udah nyelametin gue yang udah mulai amnesia gara-gara ngeliat Ilham." Ucap Manda yang masih terlihat gugup.

"Apaan sih lo Man. Oh iya gue lupa, beberapa hari yang lalu, Reza pernah nyamperin gue diparkiran. Dia bilang kalo dia pengen deketin lo." Gumam Rain dengan satu tangan menunjuk pada Manda.

"Yakali Rain, guekan sukanya sama Ilham. Tapi malah Reza yang mau pedekate-in gue." jawab Manda dengan raut wajah cemberut.

Mohon maaf ada pergantian tokoh karena menurut aku kurang cocok sama karakter yang ada dalam cerita ini.

RAIN IN THE SUMMERCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang