Aku suka kamu yang seperti ini. Sudah, jangan pernah berubah.
"La, bangun!" Lauren menarik selimut yang menutupi tubuh Pelangi.
Pelangi masih saja tidak bergeming dari tempatnya. Ia malah menarik kembali selimutnya.
"Bangun woy! Udah jam sembilan!" Lauren berteriak tepat di telinga Pelangi.
Seketika Pelangi langsung membuka matanya. "Demi apa lo jam sembilan?"
"Tiga jam lagi jam sembilannya." Lauren nyengir tak berdosa.
"Mandi sana, yang lain udah pada sarapan di bawah noh. Gue ke bawah dulu nanti nyusul aja." Lauren melangkah keluar kamar mereka yang berada di lantai 7.
Lauren menghentikan langkahnya dan berbalik. "Oh iya lupa, barang lo jangan lupa dipacking semua. Abis dari Malioboro kita bakal langsung pulang."
"Iya iya bawel."
Setelah Lauren pergi, Pelangi segera mandi dan bersiap-siap untuk sarapan. Hari ini adalah hari terakhirnya di Yogyakarta. Ia merasa lelah. Mungkin karena semalam tidak bisa tidur. Mengingat tentang kejadian semalam membuat Pelangi senyum-senyum sendiri.
***
"Semalem lo kemana, Kar? Balik ke kamar jam berapa?" tanya Angga sambil menyisir rambutnya.
"Etdah pertanyaan lo udah kayak kita pacaran aja, Ga." Laskara terkekeh sambil mengemasi barang-barangnya untuk dibawa pulang.
"Gila lo, Kar." Angga terkekeh geli.
Semalam Pelangi dan Laskara memang menghabiskan waktu bersama cukup lama. Pukul 1 pagi mereka baru kembali ke kamar hotel.
Saat Laskara kembali ke kamar Gibran dan Angga sudah tidur pulas. Begitu juga Pelangi, saat ia kembali Lauren dan Della, teman satu kamarnya sudah tertidur pulas.
Laskara dan Angga sudah selesai dengan kegiatannya masing-masing. Saat ini mereka sedang berjalan menuju lobi hotel untuk sarapan. Hotel yang ditempati mereka memang memiliki restoran di lobinya.
Secara tidak sengaja mereka berdua berpapasan dengan Pelangi yang kebetulan juga berjalan menuju lobi.
"Hai La." Laskara menyapa Pelangi sambil tersenyum.
Tentu saja Pelangi agak kaget akan hal itu. Pasalnya hal semacam ini nyaris mustahil dilakukan Laskara untuk dirinya.
"Eh, hai Kar." Pelangi membalassapaan Laskara sambil menunjukkan senyum khas miliknya.
Angga melihat kedua orang itu dengan tatapan yang sulit diartikan. "Ehem, gue ke toilet dulu ya? Tiba-tiba mules nih,kalian duluan aja."
Setelah itu Angga pergi meninggalkan mereka.
"Kok sendirian aja?" tanya Laskara.
"Yang lain udah pada turun sih. Gue tadi kesiangan."
"Harusnya lo jawab 'gue enggak sendiri kok, kan gue sama lo, Kar' gitu, La." Laskara terkekeh pelan.
"Gue enggak sendiri kok, gue kan sama lo, Kar." Pelangi tertawa kecil.
"Telat, La."
Mereka berdua pun tertawa bersama. Jujur hati Pelangi menghangat melihat Laskara tertawa seperti itu. Mengingat selama ini laki-laki itu selalu terlihat garang di hadapannya.
Laskara menggenggam lembut tangan Pelangi dan menggandengnya untuk pergi ke lobi bersama. Sesampainya di sana banyak pasang mata yang menatap mereka berdua. Bisik-bisik mulai terdengar dari para siswa Wira Dharma yang berada di sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
JANJI PELANGI
Fiksi RemajaPelangi Violetta, gadis manja yang harus berurusan dengan laki-laki kasar bernama Laskara Bintang Samudra. Pelangi berjanji akan selalu membawa kebahagiaan disetiap kehadirannya. Apakah janji itu mampu ditepatinya jika yang dihadapi adalah seorang L...
