Dista Sekar Laksana

1.8K 218 74
                                        

Pelangi masih berada pada posisi tercenungnya. Siapa dia? Mengapa seberani itu terhadap Laskara?
Para siswa yang sedari tadi menonton kejadian Laskara dan Pelangi hanya tetap diam dan menunggu kejadian apa lagi yang akan terjadi setelah ini.

"Lo apa-apaan sih Dis?" bentak Laskara kepada siswa cantik kelas 12 yang barusan menamparnya itu.

Ya, siswa cantik itu adalah Dista Sekar Laksana. Gadis berkulit putih, mata belo, pipi tirus, dan rambut panjang terurai itu termasuk cewek most wanted di SMA Wira Dharma. Hanya Dista satu-satunya siswa yang berani menentang Laskara. Jika kamu menganggap Dista berani karena dia senior kamu salah. Bahkan sejak kelas 10 pun Laskara tidak pernah takut ataupun menurut dengan kakak kelasnya. Bukan juga karena Dista cewek populer. Namun karena Dista adalah salah satu hal yang berharga bagi Laskara.

Dista adalah saudara sepupu Laskara.  Dista banyak tahu tentang laki-laki playboy nan keras itu. Dista satu-satunya keluarga yang terlihat nyata bagi Laskara. Dista dan Laskara memiliki banyak kesamaan. Mereka sama-sama populer, mereka sama-sama jauh dari kedua orangtuanya. Kedua orangtua mereka jarang sekali pulang demi sejumlah uang. Kedua orangtua mereka sangat gila kerja. Bahkan dalam waktu satu tahun bisa dihitung berapa kali mereka pulang menemui anaknya.

Awalnya Dista tinggal di Bandung. Namun sejak kelas 8 SMP ia memutuskan pindah ke Jakarta untuk tinggal bersama Laskara. Ia sangat kesepian setiap hari harus dirumah sendirian bersama pembantu dan supirnya saja. Bayangkan saja anak kelas 8 SMP harus tinggal sendrian di rumah yang megahnya bak istana. Setiap hari Dista merasa hampir mati karena kesepian. Begitupun dengan Laskara, ia juga merasakan hal yang sama dengan Dista. Akhirnya Dista meminta untuk pindah agar lebih dekat dengan saudara sepupu kesayangannya itu.

Sejak kehadiran Dista di rumah megahnya, Laskara menjadi tidak begitu kesepian lagi. Setidaknya ia ada teman untuk bercanda, berbagi cerita, dan bertengkar mungkin?

"Lo banci ya Kar?" tanya Dista yang jelas sangat menyinggung Laskara.

"Maksud lo apa? Nggak usah ikut campur Dis, gue nggak bisa nyakitin lo." Laskara berusaha tenang.

"Ooh, jadi kalo gue ikut campur lo bakal nyakitin gue? Lo cowok Kar! Rendahan banget kalo lo bisanya kasarin cewek," nada bicara Dista mulai meninggi.

"Gue nggak peduli. Dia udah bikin gue marah. Gue cuman ngasih perhitungan," ucap Laskara dengan santainya.

"Lo gila Kar!" Dista tersulut emosi.
Laskara hanya diam.

Kemudian Dista berbalik dan mendapati gadis cantik yang sedari tadi menunduk dibelakang punggungnya itu. Wajah gadis itu pucat. Mungkin ia masih takut dan syok atas apa yang baru saja terjadi.

Dista menuntun Pelangi keluar dari kantin. Lauren pun dengan segera menyusul sahabat tercintanya itu. Para siswa penonton kejadian itu pun berangsur pergi. Tidak mau menjadi amukan seorang Laskara Bintang Samudra.

Dista membawa Pelangi ke UKS. Pelangi harus mengganti bajunya yang basah karena ulah Laskara. Lauren juga sudah ada disana menemaninya.

"Lo pake ini dulu ya? Maafin Laskara, dia emang udah kelewatan." Dista memberikan seragam cadangan yang ada di UKS untuk Pelangi.

Pelangi hanya diam menerima seragam yang diberikan oleh Dista.

"Oh iya, gue Dista. Anak kelas 12 IPA 2. Lo siapa?" tanya Dista dengan nada bersahabat.

Namun Pelangi hanya diam seperti orang linglung.

Lauren yang melihat hal itu sudah menyenggol-nyenggol siku Pelangi, namun tetap saja tidak berpengaruh.

Kemudian Dista melihat name tag milik Pelangi yang menempel pada seragam putih milik gadis itu.

"Ooh... Pelangi Violetta? Cepet pake seragamnya. Lima menit lagi bel masuk," ujar Dista sambil tersenyum ramah.

" I-iya kak," balas Pelangi agak terbata. Kemudian ia pergi ke kamar mandi UKS untuk mengganti baju seragamnya.

"Gue balik ke kelas dulu. Ntar kalo Pelangi ngerasa nggak enak badan atau gimana suruh istirahat disini dulu aja. Ijinin ke guru mapel kelas lo. Kalian sekelas kan?" tanya Dista kepada Lauren.

"Iya kak, kita sekelas kok," jawab Lauren sambil tersenyum simpul.

"Oke yaudah." Dista beranjak dari UKS.

"Thanks ya kak." Lauren agak berteriak karena Dista sudah keluar dari UKS.

Dista yang mendengar teriakan Lauren hanya tersenyum tipis walaupun  ia tahu pasti Lauren tidak bisa melihat senyumnya itu.

Thanks yg udh baca... Vote and comment ya😉. Ikuti terus cerita aku, bakal sering up kok. Follow akun aku ya, ntar aku follback. Kasih dukungan dan sarannya juga sangat boleh:)

JANJI PELANGICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang