FAKTA-GUE KANGEN, LA

932 60 23
                                        

Cerita kita udah selesai. Jangan buat aku membongkar apa yang udah aku pendam dalam-dalam.

Sudah dua minggu lamanya Pelangi tidak bertemu dengan Kendra. Seperti yang telah dikatakannya pada Dista, Pelangi menjauhi laki-laki itu. Yang membuatnya terganggu akhir-akhir ini adalah intensitas pertemuannya dengan Laskara dan Asha meningkat.

Pelangi tahu hal ini pasti akan terjadi. Status teman antara Rani dan Ariyani mengharuskan Pelangi sering berada pada situasi antara Asha, Laskara, dan dirinya. Pelangi pun harus mengerahkan tenaganya untuk menetralkan perasaannya di saat hal itu terjadi.

Pelangi benci dimana ia harus berada pada lingungan yang asing baginya. Seperti saat ini, ia tengah berada di rumah Ariyani dalam rangka menghadiri pesta ulang tahun wanita paruh baya dengan wajah cantik tersebut.

Pelangi sangat canggung. Tidak banyak yang ia kenal. Atau bahkan tidak ada. Dia hanya diam dan mengikuti ke manapun maminya pergi. Seperti anak kecil yang berlindung di balik bahu ibunya karena takut hilang di tengah keramaian.

"Selamat ulang tahun, Yan. Panjang umur ya, doaku yang baik-baik deh." Rani menyalami kemudian memeluk teman lamanya itu.

"Terimakasih, Ran. Suamimu mana? Tidak ikut?" Ariyani menunjukkan senyum yang membuat dirinya terlihat semakin cantik untuk wanita seusianya.

"Ah iya maaf. Dia tidak bisa ikut. Sedang keluar kota."

"Begitu, tidak apa-apa."

"Selamat ulang tahun, tante." Pelangi memberi ucapan kepada Ariyani dengan senyum khasnya.

"Terimakasih, Pelangi. Semakin hari semakin cantik saja kamu," ujar Ariyani setelah mengamati penampilan Pelangi malam ini.

"Terimakasih kembali, tante," jawab Pelangi dibarengi dengan senyumnya.

Pelangi memang tampil memukau hari ini. Ia mengenakan dress berwarna putih selutut dan sepatu high heels  ysang berwarna putih pula. Rambutnya dicepol ke atas dengan beberapa helai di bagian depan yang dibiarkan terurai bergelombang. Dilengkapi dengan polesan make up yang lebih lengkap dari biasanya. Pelangi terlihat sangat cantik.

Saat ini Rani dan Pelangi sedang duduk di tempat yang telah disediakan. Tidak hanya mereka berdua, namun ada beberapa orang yang membicarakan banyak hal bersama maminya. Pelangi duga mereka adalah teman lama maminya ataupun teman yang baru dikenal maminya di sini. Entahlah Pelangi tidak tahu. Ia hanya diam sambil sesekali tersenyum dan membalas sekadarnya jika mendapat lontaran pertanyaan dari orang di sekitarnya itu. Membosankan.

Pelangi pun memperhatikan suasana di sekitarnya. Ramai. Namun dirinya merasa sepi. Di depan sana terlihat Ariyani bersama seorang pria paruh baya di samping kanannya yang Pelangi duga itu adalah suaminya. Serta terdapat Asha di samping kirinya.

Tanpa sengaja mata Pelangi menatap seorang laki-laki dengan setelan jas biru dongker yang berdiri di samping Asha. Ah laki-laki itu, dia tidak pernah tidak membuat semua orang terpesona. Pelangi akui laki-laki itu menawan. Wajahnya tegas dan berwibawa. Tidak ada yang berubah. Tatapannya masih sama, tenang namun tajam. Buru-buru Pelangi mengalihkan tatapannya. Takut-takut jika objek yang diawasi menyadarinya.

Acara berjalan normal selayaknya acara ulang tahun pada umumnya. Potong kue, tiup lilin, makan-makan dan diselingi live music  dan sebagainya.

"La, Mami ke tante Ariyani dulu ya? Lupa mau bilang sesuatu terus juga sekalian mau ngasih kadonya. Mau ikut?" tanya Rani yang bersiap mengampiri Ariyani.

Pelangi berpikir sejenak. Ia menatap ke arah Ariyani berada. Di sana ada Laskara. Ada Asha juga. Ah dirinya malas dianggap modus ingin dekat-dekat dengan Laskara. Pelangi tahu Asha-nya Laskara itu protektif. Lagipula ia malas harus menjawab pertanyaan basa-basi dari beberapa teman Rani yang terkadang juga merangkap sebagai rekan bisnis ayahnya.

JANJI PELANGICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang