She's Mine

1K 62 9
                                        

Jangan sembarangan nyentuh apa yang udah jadi punya orang.

Minggu ini adalah minggu terakhir para siswa bersekolah sebelum liburan akhir semester. Siswa-siswi SMA Wira Dharma mengisi minggu ini dengan berbagai perlombaan antar kelas.

Pelangi dan Lauren sedang duduk santai di kantin setelah mereka kelelahan sehabis menghias kelas bersama teman-teman yang lainnya.

"La? Traktir dong ya?" Lauren menunjukkan cengirannya.

"Missqueen banget sih lo," jawab Pelangi sambil tertawa.

"Astagfirullah La. Dengan teganya kamu berbicara seperti itu. Hati eneng tersakiti, La," ujar Lauren dramatis.

"Lebay lo. Yaudah lo pesen aja. Sekalian pesenin gue. Entar gue deh yang bayar," ujar Pelangi kemudian beranjak berdiri dari duduknya.

"Terus lo mau kemana?" tanya Lauren.

"Panggilan alam," jawab Pelangi menyengir kuda yang dibalas gelengan kepala oleh Lauren.

Pelangi berjalan menuju toilet yang berada di lantai tiga. Yang tak lain adalah kawasan kelas 12. Jika ditanya mengapa ia tidak menggunakan toilet kelas 11 yang berada di lantai dua, alasannya adalah keangkeran toilet itu. Hampir tidak ada siswa SMA Wira Dharma yang berani masuk toilet yang berada di pojok koridor kelas 11 itu.

Pelangi telah selesai dengan hajatnya. Ia keluar dari salah satu bilik toilet tersebut. Kemudian ia menyempatkan diri untuk mematut dirinya di depan cermin yang ada di sana.

Terlihat dari pantulan cermin terdapat bayangan gadis cantik dengan kaki jenjangnya  yang melangkah panjang menghampiri Pelangi. Seorang siswi itu berdiri satu meter di belakang Pelangi. Gadis yang ber-name tag 'Bella Alexandria' itu melipat tangannya di depan dada sambil menatap remeh ke arah Pelangi.

"Cantik enggak. Body goals juga enggak. Kok bisa-bisanya sih Laskara macarin lo? Udah ngasih apa aja lo?" ujar Bella seraya berjalan perlahan mendekati Pelangi.

Pelangi masih bergeming di tempatnya. Ia hanya diam menatap pantulan dirinya dan Bella di depan cermin. Ia tahu sebentar lagi ia akan mendapat masalah.

"Maaf, Kak. Saya permisi dulu." Pelangi berusaha menghindar.

Bella tidak membiarkan Pelangi pergi begitu saja. Ia menarik kasar lengan gadis yang tengah ketakutan itu.

"Jangan pernah lari dari gue," ujar Bella tepat di telinga Pelangi.

"Maaf Kak, jangan seperti ini. Kita bisa omongin baik-baik."

Bella tersenyum sinis.

"Kenapa? Lo takut sama gue?" Bella menyibak rambut Pelangi yang tergerai ke belakang telinga.

"Inget Pelangi, lo itu enggak pantes buat Laskara. Lo bisa lihat sendiri gimana mantan-mantannya Laskara. Lo bukan tandingan mereka. Lo terlalu rendah."

Bella mendorong Pelangi sampai tubuh gadis itu menghantam tembok yang berada di sampingnya.

"Ingat Pelangi, lo itu cupu, kuper, jelek. Mustahil Laskara mau sama lo. Udah berapa kali 'dipakai' lo?" ucapan Bella yang tentu saja sangat menyinggung hati Pelangi.

JANJI PELANGICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang