Stay With Me, Please?

807 44 14
                                        

Apa kabar? Dapat salam dari Laskara nih, gak ada yg mau jawab? Wkwk

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Apa kabar? Dapat salam dari Laskara nih, gak ada yg mau jawab? Wkwk.

Udah siap?

Ayo kita mulai 👇❤

Jejaknya jangan lupa<3

Happy Reading!

____________________

Aku ingin egois. Memintamu untuk selalu ada di sisiku. Tidak peduli mau atau tidaknya kamu.

____________________

Laskara diam memandang wajah teduh Pelangi yang masih terpejam. Ia duduk dengan tangannya yang tetap menggenggam tangan Pelangi. Tidak lepas barang sedetik pun. Sedangkan Lauren? Gadis itu berakhir duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut. Kursi di dekat brankar tempat Pelangi berbaring sudah dikuasai oleh Laskara. Seakan tempat itu adalah hak patennya.

Laskara tetap setia berada di samping Pelangi. Rani dan Reno belum kembali. Jangan tanyakan bagaimana Lauren, gadis itu hanya seperti pajangan hidup yang duduk di sofa. Karena bosan akhirnya ia pun memilih memainkan ponselnya. Ia lama-lama gerah melihat Laskara yang diam seperti patung dengan mata yang tidak lepas dari Pelangi.

Ini orang masih napas kan? Enggak mati duduk kan? Pemikiran konyol Lauren yang tentu hanya ia ucapkan dalam hati.

Beberapa menit kemudian Pelangi mulai membuka matanya. Hal itu membuat Laskara memanggil namanya lembut sembari semakin mengeratkan genggaman tangannya.

Laskara berdiri dari duduknya kemudian mendekatkan wajahnya dengan wajah Pelangi, "Pelangi? Are you okey?"

Pelangi masih menyesuaikan cahaya yang menyentuh lensa matanya yang baru terbuka. Perlahan ia dapat melihat dengan jelas seseorang yang menatap cemas ke arah dirinya. Wajah Laskara lah yang pertama kali ia lihat ketika membuka matanya dengan sempurna.

"Pelangi?" ulang Laskara memanggil nama gadis tersebut.

Lauren sudah berdiri di samping Laskara ketika mendengar cowok itu berulang kali memanggil nama Pelangi. Ia sedikit merasa lega akhirnya sahabatnya itu bangun juga.

Pelangi tiba-tiba bangun dari posisi berbaringnya. Ia menggeram ketakutan. Tiba-tiba napasnya memburu. Wajahnya seperti menahan tangis. Dengan gerakan cepat ia menarik tangannya yang digenggam oleh Laskara. Tangan kanannya mencengkeram kuat tangan kirinya yang terluka. Seakan melindungi tangannya tersebut. Seperti jika ia membiarkan tangan kirinya maka tangan itu akan kembali terluka.

"Pelangi, hei, ini aku. Kamu akan baik-baik aja. Ada aku. Jangan takut, sayang," ucap Laskara tepat di depan wajah Pelangi yang berjarak hanya beberapa cm saja dari wajahnya.

Laskara mengurai Pelan tangan kanan Pelangi yang mencengkeram tangan kirinya. Biar bagaimanapun tangan itu masih terluka. Laskara tidak ingin melihat Pelangi terluka lebih dari apa yang ia lihat hari ini.

JANJI PELANGICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang