Hai semuanya!!!
Apa kabar?
Udah siap?
Happy Reading!❤️
_________________________
Terimakasih dan maaf….
_
_________________________
Hari ini sebenarnya masih sama dengan hari-hari sebelumnya. Pagi ini mentari masih bersinar dengan terangnya. Pelangi masihlah gadis remaja dengan sejuta keceriaannya. Masih sama seperti tiga tahun lalu, Pelangi selalu merindukan Laskara-nya.
Ah, ternyata semuanya memang tidak akan pernah selalu sama. Berubah adalah kodrat semesta yang siapapun tidak akan bisa melawannya. Karena sejatinya hidup tidak akan berjalan di tempat. Kita memiliki dua pilihan, better than today or worse than today.
Kini, Pelangi sudah bukan lagi anak SMA. Ia telah menjadi mahasiswa di salah satu universitas negeri di Jakarta. Sebenarnya ia ingin kuliah di luar negeri, lebih tepatnya di USA. Namun Rani dan Reno tidak mengizinkannya. Selain mereka tidak ingin jauh-jauh dengan putri kesayangannya, mereka juga tidak ingin Pelangi kuliah ke luar negeri dengan alasan yang tidak benar-benar untuk dirinya sendiri. Mereka tidak mau Pelangi kuliah ke USA hanya karena ingin dekat-dekat dengan Laskara. Bagi Reno, apapun itu sebaik-baiknya dilakukan untuk diri sendiri.
Hari ini Laskara akan pulang ke Indonesia. Selama ini hubungan mereka terbilang baik-baik saja. Walaupun terkadang seharian penuh Laskara sama sekali tidak memberi kabar. Namun bagi Pelangi itu hal yang wajar, Laskara dituntut untuk belajar banyak hal. Cowok itu juga sedang berjuang untuknya. Laskara bilang, ia kan menyekesaikan kuliahnya dengan cepat agar ia bisa segera Pulang ke Indonesia untuk menemui kekasihnya.
Dan sekarang, benar kan apa yang pernah Pelangi katakan, Laskara sebenarnya pandai. Keturunan Samudra tidak mungkin tidak pandai. Terbukti sekarang cowok itu telah berhasil menyelesaikan kuliahnya dalam waktu dua tahun. Ya, sebenarnya memang tidak mudah. Banyak hal yang harus Laskara lakukan. Seharian berkutat dengan buku, les lebih dari lima kali sehari, merubah kebiasaan bolosnya, dan yang sebenarnya paling membuatnya keberatan adalah ia harus kehilangan waktunya untuk berkabar dengan Pelangi. Namun ia berjuang seperti itu juga demi gadisnya bukan?
Laskara bilang sore nanti, jam lima sore ia akan sampai di Indonesia. Pelangi sangat senang, sangat. Sungguh ia sangat merindukan cowok dengan netra tajam itu.
Laskara mengajak Pelangi bertemu di kafe langgangan mereka pada saat masa SMA dulu. Ya, kafe depan minimarket yang cukup menyumbang banyak cerita bagi mereka. Kafe tempat nongkrong paling favorit untuk trio cogan. Namun selain di kafe, Laskara juga akan mengajak Pelangi ke suatu tempat yang katanya spesial. Ah, membuat Pelangi semakin tidak sabar saja.
Sekarang masih jam setengah enam sore, sedangkan Laskara mengajak Pelangi bertemu pukul tujuh malam nanti. Percaya atau tidak, Pelangi Violetta yang sangat jarang berdandan kini rela berlama-lama merias dirinya hanya untuk bertemu dengan Laskara. Hal tersebut wajar kan? Pelangi kan pernah bilang jika ia ingin bertemu Laskara dengan menunjukkan versi terbaik dari dirinya. Berdandan termasuk salah satu cara untuk menunjukkan versi terbaik dari dirinya kan? Pelangi rasa tidak ada yang salah dengan berpenampilan spesial untuk orang yang spesial pula bagi dirinya.
“Pelangi lo jadi make dress gue nggak?” tanya Lauren yang kini sedang mengacak-acak tempat make up Pelangi, bersiap membantu sahabatnya itu untuk berdandan.
“Engga deh Ren. Gue pake dress gue aja. Ada kok,” jawab Pelangi yang tengah mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer.
“Kalau mau pakai dress gue juga gapapa loh! Gue udah bawa banyak banget tuh! Lo tinggal pilih! Pokoknya ya La, lo harus glow up. Pelangi yang dulu bukanlah yang sekarang,” ujar Lauren sembari terkekeh pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
JANJI PELANGI
JugendliteraturPelangi Violetta, gadis manja yang harus berurusan dengan laki-laki kasar bernama Laskara Bintang Samudra. Pelangi berjanji akan selalu membawa kebahagiaan disetiap kehadirannya. Apakah janji itu mampu ditepatinya jika yang dihadapi adalah seorang L...
