Laskara Bintang Samudra adalah laki-laki berusia 17 tahun yang digilai hampir semua siswa SMA Wira Dharma, terutama kaum hawa. Laki-laki yang biasa disapa Laskara itu memiliki tubuh yang kekar untuk ukuran anak SMA, hidung mancung sempurna, pipi tirus, garis wajah yang tegas, tatapan mata yang tajam seolah siap melukai siapa saja yang berani mengusiknya.
Laskara, siapa yang tidak mengenalnya. Laki-laki tampan ketua tim basket SMA Wira Dharma itu terkenal dengan sikap playboy, emosional, dan semena-menanya.
Pagi ini adalah mimpi buruk untuk seorang Pelangi Violetta. Ia telah mengusik seorang Laskara. Memiliki perkara sedikit saja dengan Laskara, pasti akan lebih sulit dan rumit, mengingat bagaimana sifat emosional laki-laki itu.
"Berdiri lo," ujar Laskara kepada Pelangi yang masih terduduk dilantai.
Walaupun Pelangi kesal namun ia tetap menuruti perkataan Laskara. Pelangi berdiri dan menatap kedua mata tajam milik Laskara.
"Maaf , gue nggak sengaja," Pelangi berucap dengan santainya.
"Punya mata tuh dipake," Laskara meninggikan nada bicaranya.
"Nggak usah nyolot dong, gue udah minta maaf kan," balas Pelangi bernada kesal.
"Minta maaf aja ga cukup," Laskara menatap tajam Pelangi.
" Terus ap-" belum selesai Pelangi berujar tangan gadis itu sudah cengkeram dan ditarik paksa oleh Laskara.
Laskara benar-benar emosi dengan gadis yang kini sedang diseretnya menuju kantin itu. Pelangi merasakan sakit pada tangannya yang dicengkeram oleh Laskara. Ia yakin sekarang pasti tangannya sudah memerah.
Sesampainya di kantin Laskara melepas tangan Pelangi dengan kasar. Cenderung mendorongnya.
"Beliin gue lima minuman yang tadi jatuh gara-gara lo," Laskara berujar dengan nada tegas khas dirinya.
"Kok lima sih? Yang jatuh kan cuman satu Saepul!" Pelangi kembali kesal.
"Gue Laskara, bukan Saepul. Lo nggak tau gue siapa?" Laskara mengambil satu langkah mendekat kepada Pelangi.
"Enggak!" Pelangi beranjak pergi.
Laskara menarik rambut Pelangi yang dikuncir kuda itu sehingga membuat Pelangi menghentikan langkahnya dan mengaduh kesakitan.
"Aduhh, lo apa-apaan sih?!" Pelangi memegangi rambutnya yang masih ditarik kencang oleh Laskara.
"Gue Laskara Bintang Samudra. Jangan ngebantah apa kata gue. Ngebantah? Lo abis sama gue," ucap Laskara tajam tepat di telinga Pelangi.
Pelangi ketakutan. Selama ini ia selalu dimanja. Ia tidak pernah diperlakukan sekasar ini oleh seseorang.
Bahkan Pelangi hanya bisa mengangguk menanggapi ucapan Laskara tadi.
Laskara melepas tangannya dari rambut Pelangi.
"Lakuin apa yang gue bilang tadi." perintah Laskara tegas tak terbantah.
Lauren bersama siswa lainnya yang mengikuti mereka sampai kantin hanya bisa menatap kasihan kepada Pelangi. Mereka tidak berani membantu, mereka tau keganasan seorang Laskara. Bisik-bisik dari para siswa yang menonton pun sudah terdengar ramai ditelinga Lauren yang hanya bisa diam melihat sahabatnya itu.
Pelangi membeli lima gelas cup minuman yang dimaksud Laskara tadi. Kemudian ia memberikan kepada Laskara yang menunggunya sambil duduk di kursi kantin. Setelah meletakkan minuman di meja depan Laskara, Pelangi beranjak pergi dari kantin. Namun suara Laskara menghentikan langkahnya.
"Siapa yang suruh lo pergi?" ucap Laskara yang membuat Pelangi berhenti dan berbalik.
" Sini!" Laskara kembali meninggikan nadanya.
Pelangi ketakutan, ia hanya menurut apa yang dikatakan Laskara. Ia kembali mendekat dan berdiri disamping Laskara duduk.
Laskara berdiri dari duduknya. Menghadap Pelangi dan menatapnya sinis.
"Nggak usah cari masalah sama gue. Enggak usah sok ngelawan. Enggak usah sok berani." Laskara berujar dengan nada tegas khas miliknya.
Laskara mengambil minuman yang diletakkan oleh Pelangi di meja sampingnya tadi. Laskara membuka tutup gelas cup minuman rasa jeruk itu kemudian menyiramkannya pada Pelangi. Baju seragam putih abu-abunya sudah basah sekarang. Lauren hanya memekik tertahan melihat sahabatnya diperlakukan seperti itu.
Pelangi ingin menangis. Ia kaget, takut, dan kedinginan. Laskara dapat melihat wajah Pelangi yang pucat walaupun gadis itu sedang menunduk. Tangan Pelangi meremas kuat rok abu-abunya. Seolah mengalihkan semua yang ia rasa pada cengkramannya itu. Pelangi menahan mati-matian agar ia tidak menangis, padahal matanya sudah memanas.
Laskara hanya diam melihat Pelangi yang seperti itu. Entah apa yang sedang dipikirkan laki-laki itu tentang gadis yang tidak ia kenal dan kini sedang berada dihadapannya karena ia anggap telah "mengusik" amarahnya itu.
"Laskara stop!" teriak seseorang yang baru saja memasuki area kantin.
Gadis cantik dengan rambut terurai itu berjalan cepat menghampiri Pelangi dan Laskara. Sesampainya di hadapan mereka, gadis itu melindungi Pelangi di belakang punggungnya. Kemudian gadis itu tanpa ragu mengayunkan tangannya dan menampar Laskara.
Pelangi sangat terkejut melihat kejadian itu. Siapakah dia? Kenapa dia seberani itu terhadap Laskara?
Thanks yang udh baca... Vote and comment ya, akan sering upload:)
KAMU SEDANG MEMBACA
JANJI PELANGI
Teen FictionPelangi Violetta, gadis manja yang harus berurusan dengan laki-laki kasar bernama Laskara Bintang Samudra. Pelangi berjanji akan selalu membawa kebahagiaan disetiap kehadirannya. Apakah janji itu mampu ditepatinya jika yang dihadapi adalah seorang L...
