Ps: eh Inagurasi ngapain aja sih? Soalnya aku bakal inagurasi? Yang tau jawab yak, ok vote dan komen jangan lupa.
***
Yeonjun menatap kearah tangga dan disana ada Soobin dengan muka merenggut lagi.
Sumpah, Yeonjun sudah mau gila hari ini juga.
"Urusan itu biar kakak yang urus, sekarang kamu tidur," ucap Yeonjun membuat Soobin langsung dengan cepat menaiki tangga lalu berlarian ke kamar.
Yeonjun cuma menggeleng saat melihat tingkah Soobin yang kekanakan itu lalu menatap kearah Hp yang ada banyak sekali notifikasi disana yang membuat hpnya jadi sering mati hidup.
Dia gak peduli karena beresin barang lebih penting.
***
Yeonjun bisa lihat lagi Soobin menuruni tangga sambil membawa bukunya.
"Besok ada kuis?" tanya Yeonjun saat menatap Soobin yang sedang terlentang di sofa ruang tamu.
Yeonjun sedang bersantai dengan menonton tv yang aslinya tv yang nontonin dia karena orangnya asik menatap hpnya memeriksa notifikasi tadi karena acara beres-beresnya sudah selesai.
Soobin mengangguk, "Gak tau sih, karena kata anak kelas, kelas sebelah kemarin kuis dadakan, jadi adek belajar aja."
Padahal aslinya Soobin sudah hapal materi semua yang ada dibuku karena dia selalu rajin membacanya karena untuk apa beli buku kalau cuma untuk jadi pajangan.
Yeonjun cuma mengangguk lalu melanjutkan membaca komen dipostingannya yang kemarin dia upload, foto Soobin sih.
Soobin memperhatikan Yeonjun yang sedang senyum-senyum sendiri membuat dia jadi berpikiran negatif, nih suaminya pasti lagi chat sama cewek atau cowok lain.
Jadi dia mendekati Yeonjun dan menatap kearah Hp suaminya itu dan dia cuma bisa menemukan tulisan komentar disana.
Dan asal kalian tau aja, sebenarnya Soobin sudah baca komentar semua orang di postingan itu.
Kan dia penasaran gimana reaksi orang-orang dengan dirinya.
Ada banyak yang muji dan mengatakan semoga langgeng ada juga yang berkomentar gak cocok dan apalah itu membuat Soobin langsung memblock akun bodong itu, kan Soobin megang akun Yeonjun juga.
Soobin kembali membaca bukunya dengan terlentang dan fokus karena dia juga bisa juga lupa sama materinya.
Jangan lupakan kacanata yang membuat Soobin tambah terlihat imut.
"Dek bisa geser dikit gak," ucap Yeonjun yang entah kenapa mau tiduran di sofa juga.
Soobin bergeser dan Yeonjun langsung tiduran disebelah Soobin masih dengan memainkan hpnya.
Untung aja sofanya lebar jadi mereka bisa berdua tiduran disana tanpa sesak-sesakan.
"Temen adek yang paling akrab dikelas cuma Renjun?" tanya Yeonjun basa-basi karena daritadi suasananya sepi sekali mereka cuma bisa mendengarkan suara ketikan hp dan suara buku Soobin saat membalikan halaman.
"Yups, adek tipe orang introvert jadi ya nyari teman itu susah, apalagi kalo yang baik, lagipula sebenarnya yang ngajak temanan duluan itu Renjun bukan adek," jawab Soobin masih dengan membaca buku.
Sebenarnya ada banyak orang yang mau dekat dengan Soobin tapi dengan alasan tertentu, karena Soobin itu orang pintar dan anak kesayangan para dosen jadi anak kelasnya mau dekat dengan Soobin agar bisa nyontek dan Soobin tau akan hal itu dan dia langsung memilih ngejauh.
Soobin bukan orang pelit, tapi dia gak mau aja orang tergantung sama dia.
"Kakak banyak temankan?" tanya Soobin membuat Yeonjun langsung mengangguk, dia banyak sekali teman makanya pengikut dia di sosial media sangat banyak jangan lupakan kontaknya juga banyak dan jangan lupakan juga ada berapa banyak sms dan chat yang masuk ke dalam hpnya itu.
"Ah pasti, kakak dulu ketua osis sama kapten basketkan," jawab Soobin sendiri membuat Yeonjun bingung, tau darimana coba.
"Bunda ngasih tau, lagian bunda pernah ngajak adek ke kamar kakak dan ada banyak piagam, medali tergantung disana," lanjut Soobin saat melihat ekspresi bingung Yeonjun yang masih tiduran disebelahnya.
Yeonjun cuma mengangguk, ah bundanya itu emang suka sekali masuk ke kamarnya padahal dia selalu meletakkan sesuatu di depan kamarnya agar tidak boleh masuk.
Ah jangan lupa Yeonjun dan Soobin itu anak tunggal.
Karena itu mereka berdua sangat dimanja sama orang tuanya kecuali Yeonjun yang malah geli sama tingkah laku orang tuanya yang sangat perhatian itu, dia kira Yeonjun cewek harus diantar jemput pas sekolah dulu.
Saat Yeonjun mau minta beliin motor aja harus ada banyak syarat lalu bundanya malah bertanya.
"Bukannya motor terlalu murah? Kenapa gak minta mobil aja." dan Yeonjun cuma bisa menganga tidak percaya dengan ucapan bunda dan ayahnya.
Pada akhirnya Yeonjun terpaksa memilih motor yang mahal karena kalau tidak dia malah dibeliin mobil lagi.
Di garasi rumah ini jangan lupa ada mobil miliknya dan ada juga mobil milik Soobin yang hadiah dari Yeonjun sebelum nikah saat itu.
Soobin belum ada niat untuk memakainya karena buat apa juga, diakan kuliah diantar oleh suaminya itu.
Soobin merasakan sebuah lengan memeluknya membuat Soobin menoleh kearah Yeonjun yang ternyata sudah memeluk dirinya dengan kencang dan jangan lupakan mukanya dia sembunyikan di leher Soobin membuat Soobin merinding sendiri ketika merasakan hembusan nafas dari Yeonjun.
"Aku gak bisa tidur kalo gak meluk sesuatu, biasanya aku meluk bantal guling, tapi itu ada dikamar dan aku malas berjalan ke kamar."
Soobin mah orangnya polos jadi percaya aja dengan bualan Yeonjun dan kembali membaca bukunya.
Padahal aslinya Yeonjun modus, lagian kan ini istrinya kenapa gak boleh modus.
Soobin menatap lagi kearah Yeonjun yang sepertinya sudah terlelap dan bisa Soobin rasakan matanya juga sudah mulai mengantuk.
Soobin meletakkan buku dan kacamatanya di meja samping sofa lalu ikut tertidur di samping Yeonjun yang sudah terlelap itu.
***
"Ih gemes deh, anak kita tidurnya peluk-pelukan gitu," ucap mama Soobin dari balik telepon dengan bunda Yeonjun yang sama-sama sedang menonton kamera pengintai.
"Tinggal waktu aja, nanti Soobin bakalan mau sendiri, aku gak mau maksain lagi, kasian Soobin dan Yeonjun seperti tertekan gitu," ucap mama Soobin membuat bunda Yeonjun tertawa dari balik telepon.
"Biarin mereka berdua dulu, mereka lagian masih muda jadi masih ada banyak waktu untuk punya anak dan lagian Soobin juga mau kerja dulu kasian dia kuliah jadi perawat tapi ujung-ujungnya cuma ngerawat anak sama suami aja," ucap bunda Yeonjun membuat mama Soobin tertawa.
"Iya, tenang aja, kita juga masih muda gapapa nunggu dulu."
Ya begitulah percakapan orang tua Yeonjun dan Soobin yang ternyata memasang kamera rahasia disana, bukan kamera cctv karena itu sudah ada disana.
Emang dasar orang tua gaul.
Tbc.
Yey update sebelum pergi kuliah?
Semoga suka, vote dan komen jangan lupa.
Salam,
Anaknya Taekook.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mate -yeonbin✔
FanfictionSoobin tau kalau keluarganya akan menjodohkan dirinya, tapi gak secepat ini. Yeonjun top! Soobin bott! ps : Marriage life, very fluffy moment, boys love. #1 in Yeonbin || 220320 #1 in Soobin || 151219 #1 in Yeonjun || 160520 #1 in Hueningkai || 1311...
