57. Naughty.

11.9K 1K 212
                                        

Haiii.

***
"Apaan sih biasa aja natapnya, ngeri tau," ucap Soobin sambil melihat kearah Renjun yang sedang menatapnya sambil senyum-senyum itu.

Soobin dari tadi lengannya dipeluk sama Renjun, katanya ada ibu hamil muda harus dijagain terus biar aman kandungannya.

Sumpah berlebihan sekali, Soobin sudah pernah hamil kalau Renjun mau tau dan artinya dia sudah tau gimana ngerawat kandungannya sendiri.

Dia pas hamil Junsoo aja santuy kok lari-larian walaupun ujung-ujungnya dimarahin Yeonjun karena Soobinnya saat itu mau tersandung.

Soobin yang dimarahin itu langsung merenggut membuat Yeonjun pada akhirnya tidak jadi memarahi istri imutnya itu, gak tega.

Bilang aja dia takut sama istri sendiri.

Ah iya, suaminya dimana sekarang, katanya mau pulang hari ini, awas aja bohong.

"Kamu kok masih gini-gini aja, njun? Aku sudah mau punya dua anak lho, lah kamu masih pacaran aja sama Jeno," tanya Soobin yang terdengar sangat mengejek di telinga Renjun, sensi dia ditanya kapan kayak Soobin, kapan nikah.

Ya wajar sih orang nanya begitu, Renjun pacaran sama Jeno aja dari smp sampai sekarang makanya orang-orang malah nanya.

"Kamu lagi pamer, bin?"

Soobin menggelengkan kepalanya, dia gak pamer kok, dia cuma mau Renjun ngerasain apa yang dia rasakan sekarang.

Umur segini sudah punya anak sekarang mau punya anak lagi, ah iya bundanya tadi pagi ngevc dia sambil teriak-teriak gak jelas gitu, ngehype pokoknya, senang sekali dapat kabar kalo menantu tersayangnya itu hamil lagi, anaknya emang mantul banget.

"Suruh Jeno nikahin kamu, biar anakku ada teman, tapi Junsoo nanti ada temen sih, kan mamamu lagi hamil," jawab Soobin membuat Renjun langsung menatap tajam kearah Soobin.

Dia sensi lagi kalo bahas-bahas adiknya yang masih di kandungan itu, mau mukul sahabatnya tapi sahabatnya itu lagi hamil plus kalo marah barbar gak jadi deh, Renjun cari aman aja.

Renjun mengeluarkan sebuah kotak bekal dari tasnya.

"Kamu gak morning sickness?" tanya Renjun sambil mengambilkan roti yang dia buat tadi di kotak bekalnya lalu memberikannya ke Soobin, pokoknya sahabatnya itu akan selalu dia jaga plus manjain deh.

Demi ponakan baru, tapi Junsoo masih dihati kok.

"Morning sickness? Oh yang muntah di pagi hari itu? Gak kok, palingan kak Yeonjun lagi yang kena," jawab Soobin dengan santai membuat Renjun meringis.

Sumpah kasihan sekali suami sahabatnya itu yang hamil siapa yang muntah-muntah siapa.

Pas ditanya gimana perasaannya harus muntah-muntah terus setiap pagi, Yeonjun menjawab dengan santai.

"Gapapa kok aku yang muntah, artinya aku sayang istri."

Semua yang mendengar jawaban dari Yeonjun cuma bisa memutarkan bola mata mereka, yeh itu mah bukan sayang istri tapi kelewat bucin.

"Btw, rotimu baunya gak enak, gak mau aku," tolak Soobin sambil mengembalikan roti yang berada di tangannya itu ke tangan Renjun.

Hah? Baunya enak kok, apalagi bau cokelat dan kejunya yang meleleh itu, gak enak darimananya?

Renjun langsung menepuk bahu seseorang yang duduk di belakangnya.

Orang itu menoleh dengan pandangan bertanya, "Ya?"

"Tolong cicip roti ini ya, terus pendapatmu gimana, aromanya juga," ucap Renjun sambil memberikan sepotong roti ke orang yang duduk dibelakangnya itu.

Mate -yeonbin✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang