Ps: vote dan komennya dong kakak.
***
Sepertinya hidup Soobin gak pernah tenang deh, karena mereka sudah pulang dari acara pesta apalah itu dan mereka tidak menginap di hotel.
Ya, mereka pulang ke rumah, karena jarak hotel dan rumah baru mereka itu dekat sekali.
Lagian semua peralatan dan perlengkapan Soobin sudah ada semua disana.
Tadi Soobin dibisikin oleh Haechan saat mereka pamit pulang tadi.
"Langsung buat ya," bisik Haechan membuat Soobin cuma bisa mengeryitkan dahinya bingung, buat apaan?
Haechan setelah berbisikpun langsung berjalan turun dengan senang diikuti Mark yang masih memakan semangka, pamit ke tuan rumah aja masih tetap santuy.
Lalu dia bertemu dengan Renjun yang sepertinya mau berpamitan juga dengan dirinya.
"Bahagia kan? Aku juga mau seperti kamu yang terlihat senang seperti sekarang," ucap Renjun sedikit murung dan suaranya kecil sekali sehingga hanya Soobin yang bisa mendengarnya itupun tidak jelas.
Soobin menatap kearah Renjun dengan tatapan bertanya namun hanya dibalas dengan senyuman dari Renjun, "Abaikan, nanti aku bakal nyusul juga, semoga kalian selalu bersama ya."
Soobin cuma bisa melihat kearah Renjun yang sedang mengandeng seseorang disebelahnya dengan raut sedikit bahagia.
Namun tiba-tiba dia juga melihat Renjun sedang tertawa disana diikuti oleh orang yang sedang digandengnya.
Soobin cuma mengangkat bahunya tidak mau memikirkan, nanti dia bisa tanya lagi dengan Renjun.
Lalu kembali lagi dengan Soobin yang sudah selesai mandi lalu berjalan keluar kamar karena dia tidak melihat Yeonjun dikamar lalu dia berjalan kearah tangga dan turun lalu dia bisa melihat ada Yeonjun yang duduk dilantai disana sambil melihat ratusan kado di hadapannya, rata-rata sih dari kolega orang tua mereka.
"Mau dibuka sekarang?" tanya Yeonjun kepada membuat Soobin mengangguk.
Dia melihat raut muka Yeonjun terlihat seperti sangat penasaran dan hal itu bagi Soobin terlihat mengemaskan, walaupun kalau bagi orang pasti dia yang paling gemas.
Dan satu lagi, entah apa yang membuat Yeonjun penasaran padahal dia bisa aja beli semua kado ini.
Soobin langsung duduk disebelah Yeonjun yang sedang mengambil kado yang paling kecil dulu diantara banyak sekali kado.
Yeonjun membuka kado penutup kotaknya lalu dia melihat ada kotak yang berisikan sepatu bayi, apaan ini?
Soobin cuma bisa mendengus saat matanya melihat ada nama di postcardnya itu dari anak kelasnya Yeonjun, dasar gila.
"Maaf ya, mereka emang cukup gila," ucap Yeonjun saat melihat muka Soobin yang terlihat muram saat menatap kado dari temannya.
Padahal mah dalam hati Soobin biasa aja, ya kan itu gak ngerugiin dia, bisa buat anak mereka, nanti tapi.
Karena saat ini Soobin masih belum mau diapa-apain.
Cinta aja belum, masa sudah bisa buat yang enak-enak, begitulah isi batin Soobin dari kemarin-kemarin.
Jadi jangan kecewa ya, nanti bakal buat kok mereka, hehehe.
Mereka masih membuka kado yang isinya gak ada yang benar, yang benar palingan dari kolega orang tua mereka, selain itu isinya gak ada yang bener semua.
Masa mereka diberi baju bayi, sepatu bayi, perlengkapan bayi, pokoknya serba bayi, seperti Soobin mau lahiran besok aja isinya serba bayi.
"Nah ini sisanya nanti aja besok atau kapan-kapan kalo adek minat buka, sekarang kakak mau buka kado ini sama yang ini," ucap Yeonjun sambil mengambil kado yang terlihat sangat besar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mate -yeonbin✔
Fiksi PenggemarSoobin tau kalau keluarganya akan menjodohkan dirinya, tapi gak secepat ini. Yeonjun top! Soobin bott! ps : Marriage life, very fluffy moment, boys love. #1 in Yeonbin || 220320 #1 in Soobin || 151219 #1 in Yeonjun || 160520 #1 in Hueningkai || 1311...
