Hai:)
Part kemarin votenya sedikit banget dan yang bacanya banyak banget, hehehe, aku gapapa.
****
Masih dengan suasana Soobin yang sibuk dengan skripsinya tapi dia sendirian, iya sendirian.
Anaknya pada dia beri ke suaminya semua, biarkan dia fokus kali ini, kali aja babnya ini bisa langsung diterima tanpa perlu disuruh revisi.
Kayaknya sih ini mustahil banget, jenius sekali kalau sampai gak disuruh revisi, setidaknya revisinya sekali aja terus abis itu di acc, dia berharap begitu.
"Gimana rasanya, Renjun?" tanya Soobin yang tiba-tiba sudah bertelponan dengan sahabatnya itu, sedangkan Renjun dari tadi cuma mengeluh karena mendengar pertanyaan dari Soobin.
"Rasa apanya?" tanya Renjun sambil mengetik sesuatu di laptopnya sama seperti Soobin juga yang melakukan hal itu.
"Rasa dua-duanya lah," jawab Soobin membuat Renjun mendengus lalu melanjutkan ketikannya di laptop itu, moodnya harus bagus.
Soobin cuma diam saja saat tidak mendengar jawaban dari Renjun, yaudahlah biarlah tuh orang fokus dulu.
"Aku tiba-tiba pengen tiramisu, keluar kuy, ke mall," itu bukan Renjun yang bilang tapi Soobin, iya Soobin yang ngajak keluar dan dibalas cuma hembusan nafas kasar oleh Renjun.
Sempat-sempatnya mikir tiramisu, ini aja belum kelar.
"Gak, ogah, apa salahnya pesan aja sih? Lalu bakalan datang ke rumahmu," jawab Renjun membuat giliran Soobin yang menghembuskan nafasnya kasar, nih orang diajak keluar gak mau yaudah, padahal cuma alasan Soobin aja sih.
Kasian sama Renjun yang kelihatan kayak orang banyak pikiran saat mereka bertemu 3 hari yang lalu.
Lingkaran matanya terlihat jelas membuat Soobin kasian tapi mau gimana ya, dia tidak bisa membantu, punya dia aja belum kelar.
"Menurutmu, aku harus kerja atau enggak ya?" tanya Soobin lagi dan tidak ada yang menjawab sama sekali.
Renjunnya kemana sih? Soobin jadi seperti orang bodoh yang mengajak berbicara diri sendiri.
Soalnya dia baru sadar kalau panggilannya baru saja terputus sepertinya Renjun tidak sengaja memutuskannya.
"Abis kuota paling tuh orang," ucap Soobin sendiri lalu melanjutkan acara mengetiknya itu.
***
"Yeon," panggil Junsoo membuat Yeonjun menoleh, eh sepertinya anaknya itu bukan manggil dia deh, palingan juga manggil adiknya.
Sooyeon menoleh sambil tertawa kecil dan memperlihatkanlah giginya yang belum tumbuh itu.
Yeonjun gemas, dia menoleh kearah Junsoo yang giginya sudah banyak sekali yang tumbuh.
Bahkan saat itu dia melihat Junsoo tanpa giginya itu terlihat imut sekali, sekarang dia melihat ini lagi, anaknya kok imut semua.
Eh salah, Junsoo sepertinya tidak kelihatan imut lagi sekarang, entah kenapa berubah.
Kata Soobin sih anaknya itu sudah mirip sama dirinya, tapi gak mungkinlah, emangnya dia kenapa coba? Ada aura jahat?
Pas Yeonjun bertanya kepada istrinya itu, Soobin cuma menggelengkan kepalanya.
Suaminya gak ada kok aura jahat, yang ada aura playboy, fakboi, dll.
Walaupun aslinya Yeonjun orangnya tidak seperti itu sih, kalau Junsoo entahlah, dia tidak peduli, biarkan anaknya melakukan apapun sepuasnya.
Anaknya saat besar nanti mau pacaran sana sini atau apapun terserah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mate -yeonbin✔
FanfictionSoobin tau kalau keluarganya akan menjodohkan dirinya, tapi gak secepat ini. Yeonjun top! Soobin bott! ps : Marriage life, very fluffy moment, boys love. #1 in Yeonbin || 220320 #1 in Soobin || 151219 #1 in Yeonjun || 160520 #1 in Hueningkai || 1311...
