Hai!!
Alurnya dipercepat lagi ya, wkwk.
***
Soobin menatap kearah Renjun yang terlihat kesal dengan hasil kerjaannya sendiri.
Mereka berdua sudah mau fokus dengan skripsi mereka, Soobin sih santai karena dia sedang mengerjakan bab 2 nya, tadi dosen pembimbingnya sudah berkata kepada Soobin kalau dia boleh lanjut ke bab 2, Soobin langsung senang mendengarnya, dia harus 3 kali mengulang bab 1nya, berbeda dengan suaminya dulu yang hanya 2 kali.
Gitu-gitu mereka juga tetap susah meluluhkan hati dosen mereka.
Berbeda dengan Renjun yang sudah 4 kali mengulang tetap saja bab 1nya ditolak oleh dosen, katanya kurang rapi lah, kurang jelaslah yang jelas banyak coretan di skripsinya.
"Semangat Renjun," ucap Soobin yang terlihat kasihan dengan sahabatnya itu, dia melihat kertas milik sahabatnya yang ada banyak sekali coretan itu.
Inilah adalah bagian yang paling mengenaskan dalam hidup Renjun, dia gak bisa nyontek skripsi Soobin karena beda judul, mau nangis dia.
Soobin tersenyum karena ya emang benar sih, kelihatan sekali kalau isi bab 1nya si Renjun ini dikerjakan dengan kurang niat sekali.
"Mommy," ucap Junsoo sambil memeluk lengan mommynya yang sedang membaca bab 1 milik Renjun itu.
"Hai sayangnya mommy sudah bangun, Junsoo mau makan? Mommy ambilin makanan mau?" tanya Soobin sambil meletakkan kertas tersebut lalu menatap kearah Junsoo yang sudah berganti duduk di pangkuannya, berbeda dengan Sooyeon yang ada di gendongan Renjun, anak perempuannya itu sudah bangun juga.
Kali ini Soobin sama Junsoo lagi gak musuhan, karena kemarin yang lalu Soobin dikena tegur sama Yeonjun, jangan seperti anak kecil yang musuhan terus sama anak sendiri.
Soobin akhirnya tidak mau lagi melakukan hal itu, padahal diakan kesal karena lama kelamaan Junsoo itu sama persis seperti suaminya itu.
Ah enggak, suaminya gak ngeselin, entah Junsoo dapat sifat dari siapa, pas dia tanya sama Renjun, Renjun bilang itukan sifatnya Soobin sendiri.
Ah mana mungkin, dia gak ngeselin kok.
"Mau itu," ucap Junsoo sambil melihat iklan di tv rumahnya itu, ternyata disana ada iklan lego, Soobin cuma tersenyum lalu mencium pucuk kepala anaknya itu sambil mengangguk-anggulan kepalanya.
"Iya nanti mommy beliin ya, kamunya jangan nakal tapi?" jawab Soobin membuat Junsoo langsung berdiri sambil mencium pipi mommynya itu.
"Sayang mommy!"
Soobin mendecih, pas permintaannya diturutin baru deh bilang sayang mommy, sayang daddy, anaknya ngeselin.
Renjun yang melihat itu langsung tertawa geli sambil membiarkan Sooyeon yang merangkak berjalan kearah Soobin.
Mood Renjun sudah menbaik lagi karena melihat anak kecil dirumah Soobin, benar-benar gak salah pilih tempat dia.
Lagian dirumah ini cuma ada mereka berempat doang, suami sahabatnya itu sedang pergi keluar kota selama seminggu, baru saja pergi kemarin jadi otomatis Soobin cuma bersama anaknya doang, lagipula gak masalah sih, Soobin juga gak pergi ke kampus lagi, dia kesana cuma buat konsul lagian dia suka mengajak dosennya untuk konsul di kafe atau bagaimana.
Intinya anaknya selalu bisa diajak kemana-mana, saat itu dia pernah konsul ke dosennya dan dosennya malah gemas sama anaknya itu, anaknya dua-duanya ikut sih.
Bahkan orang-orang yang duduk atau melihat Soobin suka kaget sendiri ketika Junsoo memanggil-manggil Soobin dengan mommy, ya siapa yang gak kaget, Soobin masih muda kok.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mate -yeonbin✔
FanfictionSoobin tau kalau keluarganya akan menjodohkan dirinya, tapi gak secepat ini. Yeonjun top! Soobin bott! ps : Marriage life, very fluffy moment, boys love. #1 in Yeonbin || 220320 #1 in Soobin || 151219 #1 in Yeonjun || 160520 #1 in Hueningkai || 1311...
