Flashbacknya sampai sana aja, kan acara lamarnya sudah di prolog wkwk, lanjut kuy, btw ini lumayan panjang, ah iya kalau mau updatenya cepat vote dulu dong, ok? 😊💅
***
Soobin melambaikan tangannya kearah Yeonjun yang sedang tersenyum sambil masuk ke dalam mobilnya.
Hari ini Yeonjun akan bekerja di perusahaan milik ayahnya, bukan menjadi pengacara seperti pikiran Soobin karena tujuan awal Yeonjun emang gak pernah kepikiran menjadi pengacara.
Dan yang lebih mengagetkannya lagi Yeonjun disana cuma menjadi karyawan biasa, ini Yeonjun yang minta, padahal aslinya ayahnya menyuruhnya menjadi manajer di perusahaannya.
Ayahnya suka bingung dengan jalan pikiran anaknya, aneh.
Dia padahal pewaris perusahaan tapi dia gak mau di bagian yang paling atas di perusahaan.
Ah Yeonjun kemarin berkata kepada ayahnya, "Pewaris perusahaan ayah emang aku, tapi setelah itu aku akan menyerahkannya ke anakku setelah dia lahir nanti."
Ayah Yeonjun cuma bisa menggelengkan kepalanya bingung.
"Kalau anakmu perempuan bagaimana?" tanya ayah Yeonjun sambil menatap kearah Yeonjun yang sedang menatap kearah jendela kafe yang berembun karena hujan.
"Entah, tapi aku yakin dia pasti laki-laki," jawab Yeonjun membuat ayah Yeonjun cuma mendengus, pokoknya perusahaan inti miliknya itu harus jatuh ke tangan Yeonjun dan untuk cucunya bisa anak perusahaannya yang lain.
***
Soobin mencoba membuka pintu kelasnya dengan pelan karena takut kalau kelasnya sudah ramai dengan orang.
Namun baru saja dia membuka pintunya dan ternyata cuma ada Renjun yang sedang memainkan laptopnya di mejanya.
Renjun yang merasa seperti dilihat oleh seseorang langsung menoleh kearah pintu.
"Wah bumil, masih ngampus aja, aku kira bakalan cuti," sapa Renjun sambil menarik Soobin agar segera duduk di bangkunya.
Soobin segera duduk dibangku yang ada di sebelah Renjun, dikelasnya masih sepi baru ada dirinya dan Renjun saja disini, dasar ketua kelas yang rajin atau bisa saja Renjun datang pagi karena mau ngewifi sampai mampus sebelum anak kelas lainnya datang dan membuat wifi menjadi lelet.
"Belum saatnya, nanti beberapa bulan lagi aku bakalan cuti kok, kamu kok kayak nunggu banget aku cuti, senang ya?" jawab Soobin sambil mengantungkan tasnya di meja dan menoleh kearah Renjun yang mendengus.
"Mana ada aku senang, kamu itu sumber jawaban, kalau kamu hilang sudah mampus deh aku," ucap Renjun dengan kesal karena nada bicara Soobin tadi, Soobin menoleh kearah Renjun nih orang kenapa jadi sensitif begini coba.
Soobin mencoba duduk santai di bangkunya, mata kuliahnya masih lama jam 10, tapi dia sudah rajin datang kesini pukul 8, jadi daripada dia bosan dirumah lebih baik dia ke kampus, begitulah pikir Soobin yang merasa kesepian dirumah.
"Mobilmu ganti lagi?" tanya Renjun tiba-tiba membuat Soobin menoleh, bagaimana sahabatnya itu tau?
"Aku lihat dari jendela tadi," jawab Renjun duluan sebelum Soobin bertanya tentang bagaimana dia bisa tau.
Soobin cuma menghela nafasnya dengan kasar lalu mengangguk bosan, ini adalah resiko kalau punya suami yang keluarganya konglomerat dan protektif, dia mau cuci piring aja gak dibolehin sama mertuanya apalagi kalau dia nyentuh kompor untuk masak.
Katanya bahaya, gak perlu masak, nanti bunda kirim makanan ke rumahmu, bla bla bla pokoknya membuat Soobin cuma bisa melongo seperti orang bego.
"Mobil mewahmu yang satunya kemana? Dijual?" tanya Renjun lagi membuat Soobin menggeleng, dijual? Emangnya keluarga Yeonjun jatuh miskin harus jual mobil segala.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mate -yeonbin✔
FanfictionSoobin tau kalau keluarganya akan menjodohkan dirinya, tapi gak secepat ini. Yeonjun top! Soobin bott! ps : Marriage life, very fluffy moment, boys love. #1 in Yeonbin || 220320 #1 in Soobin || 151219 #1 in Yeonjun || 160520 #1 in Hueningkai || 1311...
