"Jinhyuk lepasin! Tangan gue sakit!!" Byungchan mencoba melepaskan tangan Jinhyuk yang masih terus menariknya untuk segera keluar dari daerah perkemahan.
"Dari awalkan gue udah bilang, jangan sampe luka. Lo tau sendiri kan gimana kondisi lo, Choi Byungchan" Jinhyuk menatap Byungchan tajam, sedangkan Byungchannya membuang nafas kasar.
"Ini luka nggak gede Hyuk, ini juga salah gue. Dan luka ini nggak bakal bikin gue koma oke. Gue tau lo khawatir, tapi pleasee Hyuk jangan berlebihan. Gue cuma nggak mau di anggap lemah sama yang lain, cukup di depan lo Seungyoun, Gookheon sama Hangyul gue lemah. Gue nggak mau lemah di depan yang lain. Gue-" Byungchan menghentikan perkataannya ketika ia ngerasa tubuhnya di tarik oleh Jinhyuk ke dalam pelukannya.
"Sorry Chan, gue cuma terlalu panik liat lo luka. Sorry kalo gue juga nggak mikiran perasaan lo" Jinhyuk mengelus pelan punggung Byungchan, sedangkan Byungchan mengangguk dalam pelukannya. Dia ngerti kalo Jinhyuk ngelakuin itu semua juga demi dia kok.
"Terus aja pelukan, kurang kenceng. Kalo perlu sampe lu berdua kehabisan nafas" Byungchan sama Jinhyuk langsung menoleh dan ngelihat Seungyoun yang lagi berdiri sambil ngelipat kedua tangannya di dada,
"Ganggu suasana lo" sinis Jinhyuk, lalu Seungyoun menghampiri mereka berdua, tadi Seungyoun di telepon oleh Gookheon atas suruhan Byungchan biar bisa jemput Byungchan dan nggak ngerepotin Jinhyuk. Byungchan bakal tau kok reaksi kedua sahabatnya ini makanya dia telepon Seungyoun minta jemput. Kalo Jinhyuk ini tipe panikan kalo Seungyoun lebih terkesan pembawaan tenang makannya dia nggak heboh waktu Gookheon telepon.
"Bilang aja sirik! Sini! Sini!" Byungchan menarik Seungyoun untuk bergabung ke pelukan mereka, dan sumpah rasanya Seungyoun mau berhenti jadi temen Byungchan.
"Astaga!! Gue udah, khawatir setengah mampus kalian malah pelukan kaya teletubis" Gookheon muncul dengan wajah kesalnya, emang salah ya khawatir sama salah satu dari ketiga oknum di depannya.
"Eh, lo!! Inget kepala lo hilang malam ini" sinis Jinhyuk sambil natap Gookheon tajam tampa melepaskan pelukan dari kedua sahabatnya, ia soalnya Jinhyuk yang peluk.
"Sini Gookheon gabung!"ajak Seungyoun dan Jinhyuk langsung melepaskan pelukan mereka begitu mendengar nama Gookheon di ajak, nggak sudi dia pelukan sama Gookheon. Ntar di kira homoan kasar lagi.
"Sinting!" Ucap Gookheon.
"Jadi gimana Wooseok Kheon? Udah baikan?" Tanya Byungchan dan seketika itu Jinhyuk baru ingat Wooseoknya.
Astaga.
"Udah mendingan kok dianya, cuma masih shock aja" jawab Gookheon.
"Astaga kok gue bisa lupa sama bidadari guee. Gara-gara lo kan Chan, ngapain harus sama-sama kena luka, gue jadi lupa" Ucap Jinhyuk terus dia pamit dan titip Byungchan sama Seungyoun, dia harus ke tenda Wooseok melihat keadaan si manis dan sepertinya Jinhyuk harus meluruskan sesuatu sama Wooseok dan juga Seungwoo yang ngelihat kejadian tadi.
"Jadi bisa ceritain ke gue? Baru juga gue tinggal ngedate. Untung udah antar Sejin balik" gerutu Seungyoun sambil jalan ke luar di ikutin Byungchan sama Gookheon.
"Nih, anak sok pahlawan banget pakek acara ngedatangi Naeun lagi" Cibir Gookheon dan kakinya di tendang sama Byungchan.
"Sana lo, tugas lo ngawasin gue selesai. Ntar bayaran minta sama Jinhyuk!" Byungchan mengusir Gookheon yang sekarang cuma bisa misu-misu nggak jelas.
🍑🍑🍑
Jinhyuk berjalan ke arah tenda dan dia ngelihat Hangyul yang mau masuk sambil bawa baskom kecil sama handuk kecil.
"Buat apa gyul?" Tanya Jinhyuk pelan sambil jalan nyamperin Hangyul.
"Wooseok demam Hyuk, kayanya dia masih shock" Jinhyuk angguk-angguk kepalanya terus tersenyum dan ambil ahli baskom tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
IPA VS IPS | PDX 101
Fanfiction[ END ] Kata orang masa paling enak itu masa SMA ya?? bxb produce x 101
