4x loh
Hari ini..
Wooseok mengerjapkan matanya beberapa kali, hingga ia merasakan sebuah tangan melingkar di pinggangnya. Wooseok menatap sebentar dan menemukan sosok Jinhyuk yang masih menutup matanya dan kedua tangan Jinhyuk berada di pinggang kecil Wooseok.
"Eunghmm" Jinhyuk membuka matanya dan tersenyum begitu melihat Wooseok yang masih menatapnya.
"Morning sunlight!!" Jinhyuk mencium lama bibir Wooseok kemudian tersenyum.
"Kok sunlight? Dikata aku sabun cuci piring apa?" Wooseok mengecurutkan bibirnya sebel.
"Habis kamu lebih terang dari matahari dan cahaya" Jinhyuk kembali mencium bibir Wooseok dan kali ini lebih lama, memberikan sedikit lumatan hingga ia melepaskannya karena Wooseok terlihat kesusahan untuk bernafas.
Jinhyuk mengusap pelan wajah Wooseok dan menarik Wooseok kedalam pelukannya "aku sayang kamu seok" ucap Jinhyuk sambil mengecup pelan puncuk kepala Wooseok. Jinhyuk tersenyum pelan lalu memberi jarak di antar keduanya.
"Nanti kalo ada apa-apa sama kamu, aku tanggung jawab" unjar Jinhyuk pelan dan mengecup lama kening Wooseok, sedangkan wajah Wooseok tiba-tiba berubah menjadi merah padam seperti tomat. Jinhyuk kembali tersenyum, entah kenapa wajah Wooseok selalu nyaman jika di lihat lebih dalam lagi.
"Seok kok kamu ngegemesin sih.. jadi pengen makanin kamu lagi deh" Jinhyuk menarik tengkukan milik Wooseok berusaha untuk kembali menciumnya, namun tidak jadi karena ponsel milik Jinhyuk yang di simpan di samping nakas kamar Wooseok berbunyi. Jinhyuk menyibakan selimutnya untuk mengambil ponselnya.
"LEE JINHYUK BODOH!! TURUN LO SEKARANG.. LO APAIN WOOSEOK GUEE..." Jinhyuk menjauhkan telingannya dari ponselnya ketika mendengar teriakan dari Byungchan, ia teriakannya terdengar sampai ke Wooseok.
Byungchan teriaknya lagi di depan rumah Wooseok, jadi mengelengar. Jinhyuk berdecak sebal, ia bangkit dari posisinya dan mengambil pakaiannya.
"Kamu disini aja seok, Byungchan biar aku yang hadapin"
Jinhyuk turun dari kamar Wooseok dan membuka pintu rumah Wooseok, di luar sana Byungchan lagi bercacak pinggang menahan kesal di sampingnya Seungyoun menatap tajam ke arah Jinhyuk.
"Bangsat sekali tuan lee kita" Byungchan tertawa kecil saat melihat ada tanda kemerahan di leher sebelah kanan Jinhyuk dan di belakang leher Jinhyun terdapat beberapa bekas cakaran.
"Habis berantem sama kucing hyuk? Ada bekas cakaran tuh?" Jinhyuk merapikan rambutnya yang berantakan.
"Gue kelepasan"
"Anjirlah hyuk" Seungyoun memberi bogeman mentah ke Jinhyuk yang buat tubuh Jinhyuk oleng sedikit sedangkan Byungchan menghela nafasnya dan masuk ke dalam rumah.
"Kok lo duluin gue?" Seungyoun berucap sambil menabok kecil pipi Jinhyuk.
"Awas lu y-"
"JINHYUKK GOBLOK... SINI LO..WOOSEOK GUE ANJ"
Jinhyuk dan Seungyoun menutup telingannya mendengar teriakan Byungchan dari dalam kamar Wooseok.
Astaga jiwa bar-bar Byungchan bakalan keluar ini mah.
🍑🍑🍑
Wooseok hanya menundukan kepalanya saat mendengar celotehan panjang dari Byungchan dan sesekali ia bisa melihat jika kepala Jinhyuk lagi di toyor-toyor sama Seungyoun.
Wooseok berasa kaya ketangkep basah habis zina sama kedua orang tuanya.
Di omelin.
Terus Jinhyuknya di caci maki.
KAMU SEDANG MEMBACA
IPA VS IPS | PDX 101
Fiksi Penggemar[ END ] Kata orang masa paling enak itu masa SMA ya?? bxb produce x 101
