"Gue nggak mau tanya ya.. itu pokoknya harus udah beres sebelum pulang sekolah" Sejin melipat kedua tangannya di depan dada, sambil ngelirik ke arah Seungyoun yang baru aja ngerobekin sketch book punya Sejin. Dan Sejin menyuruh Seungyoun untuk menyelesaikan tugas sosiologi miliknya karena kalo boleh jujur Seungyoun sedikit lebih unggul di bidang sosiologi apalagi kalo ada debat-debat tentang lingkungan kehidupan nah yang sekelompok sama Seungyoun paling enak deh, soalnya dia suka cari topik menyimpangan yang susah buat di debatkan.
"Kalo belum selesai hari ini nggak jadi ke stand food yang ada di Pdx university" Sambung Sejin lagi dan kali ini buat Seungyoun cemberut, masa ancamannya nggak jadi ke stand food sih, itu-tu menjadi acara yang wajib di datangi setiap tahunnya, masa tahun ini nggak datang padahal kalo anak kuliahan punya festival tuh pasti seru. Seungyoun nggak peduli sama festivalnya sih, dia cuma peduli sama stand foodnya aja, kalo Sejin dia mau ikut festivalnya juga karna pasti banyak permainan atau penjual-penjual barang lucu-lucu karena Sejin suka sama barang lucu-lucu ya contohnya kaya Seungyoun yang lucu ini.
"Kamu emang beneran mau ambil arsitek nanti waktu kuliah?" Tanya Seungyoun di sela-sela dia ngerjain tugas sosiologinya, mereka saat ini lagi memilih duduk deket pohon gede lapangan futsal kebetulan juga para guru lagi rapat buat ujian minggu depan jadi kelas pada kosong semua, jadi ada anak-anak kelas 10 yang lagi main futsal di sana dengan Sejin yang lagi gambar pake sketch book yang tinggal separo.
"Aku nggak tau juga youn, ibu ku suruh masuk FKG waktu tuh cuma aku nggak mau dan nggak ada sama sekali niat buat masuk kaya gituan" ucap Sejin sambil terus menggambar
"Tapi ibu sama papa mu nggak maksa kamu kan?" Tanya Seungyoun sekarang udah selesai dengan tugas essay sosiologi punya Sejin dan punyanya sendiri.
"Syukurnya enggak, mereka nggak ngebatasin aku harus gini atau gitu aja sih" jawab Sejin terus dia tunjukin gambar anak-anak yang lagi main bola ke Seungyoun.
"Kalo kamu besar nanti mau jadi apa? Atau mau ambil jurusan apa pas kuliah" Sejin mengambil buku di tangan Seungyoun sambil membaca essay yang di tulis Seungyoun memastikan supaya anaknya nggak nulis hal-hal aneh.
"Belum ada rencana"
"Iya sih. Kamu mah enak, anak tunggal warisan ada dimana-mana" Seungyoun menaikan halisnya dan menatap Sejin sekilas, lalu mengarahkan wajahnya menatap langit yang cuaca hari ini panas banget.
"Tapi aku juga nggak suka dapat warisan kaya gitu aja, aku juga mau nunjukin ke ayah sama bunda kalo aku anak yang berguna" Sejin menatap wajah Seungyoun yang masih sibuk menatap langit.
"Kalo nanti pas libur kita jarang ketemu nggak papa kan?" Seungyoun mengalihkan pandangannya ke arah Sejin yang masih menatapnya sampai pandangan mereka ketemu.
"Kayanya liburan nanti aku bakal lebih sering di restoran deh, soalnya bunda mau buka cabang baru" Sejin segera mengangguk kecil.
"Nggak papa kali youn. Aku seneng malah kalo kamu mau bantu orang tua kamu" Seungyoun tersenyum lalu bangkit berdiri menepuk-nepuk celananya yang kotor akibat mereka duduk di sana dan tangannya terulur buat bantu Sejin berdiri, lalu mengenggam tangan si kecil dan berjalan ke kantin, mau makan lapar coy..
🍑🍑🍑
Yuvin lagi mencoba berpikir sebentar ketika dia menglihat brosur tentang festival tahunan di kampus yang masih satu yayasan sama mereka, anak-anak sepertinya sudah heboh kesana-kemari mau pergi dan sudah susun rencana. Yuvin yang belum pernah pergi ke acara begituan berinisiatif buat ngajak temen-temennya pergi, tapi temen-temen kelasnya pasti lebih milih belajar dari pada ikut begituan, belum apa-apa Yuvin udah menghela nafas panjangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
IPA VS IPS | PDX 101
Fiksi Penggemar[ END ] Kata orang masa paling enak itu masa SMA ya?? bxb produce x 101
