Special Weishin Day

4.4K 587 22
                                        

Sebenarnya nggak pernah kepikiran kalo ngurus pernikahan itu adalah hal yang gampang dan tidak ribet, itu yang ada di pikiran Jinhyuk saat ini. Tapi nyatanya, ia di buat pusing 7 keliling menghadapi pranikah seperti ini. Beberapa kali ia selalu beradu argument bersama dengan Wooseok.

Seperti saat ini ketika mereka membicarakan masalah tamu undangan, papa Donghae dana mama Sica sepenuhnya menyerahkan urusan pernikahan pada keduanya semenjak Jinhyuk bilang akan menikah dengan Wooseok 3 bulan lalu tepat setelah 2 bulan Seungyoun menikah, Jinhyuk yang memikirkan mengundang hampir selalu dewan perusahaan papanya dan Wooseok yang hanya ingin teman-teman dekat mereka.

"Mending setelah memberkatan kita mengadakan garden party untuk kerabat dekat aja Hyuk, uangnya bisa kita pakai untuk membeli kebutuhan rumah tangga lainnya" ucap Wooseok sore ini di caffe milik Sejin dan Seungyoun yang masih ada dari saat mereka SMA.

"Kalo aku nggak undang mereka nanti apa kata orang seok? Kamu tau sendiri kenalan papa banyak dan aku anak laki-laki pertama papa" balas Jinhyuk ia memandang ice americanonya. Wooseok menghela nafas.

"Kalo kamu mau acara resepsinya se mewah ini aku nggak bisa Hyuk, aku lebih suka uang segini buat tabungan kita nanti sama anak-anak" Jinhyuk terdiam sesaat.

"Pernikahan emang sekali seumur hidup, tapi nggak mesti semeriah dan semegah ini. Percuma jika megah dan mewah tapi mereka nggak bahagia. Pernikahan yang berhasil bukan di lihat dari besarnya anggaran yang keluar atau mewahnya sebuah resepsinya nanti. Pernikahan yang berhasil adalah ketika keduanya tetap mempertahankan pernikahan mereka hingga akhir" Jinhyuk masih diam mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Wooseok.

"Kita bisa undang semua dewan dari perusahaan papa mu saat pemberkatan nanti, lagian juga aku nggak begitu banyak kenalan, temanku juga temanmu kan?" Jinhyuk mengangguk lalu mengulurkan tangannya mengenggam tangan Wooseok.

"Maaf Seok kalo aku terkesan egois dan nggak mentingi perasaan kamu. Aku malah mentinggi perasaan aku sendiri dan bersikap egois banget" Wooseok menggeleng pelan lalu tersenyum.

"Bener kata orang hyuk, kalo mau nikah itu pasti ada aja halangannya" Jinhyuk mau tidak mau ikut tersenyum.

Masalah pertama tentang tamu undangan sudah selesai, Jinhyuk dan Wooseok sudah sepakat untuk saling mengajukan pendapat mereka dan berdiskusi. Tapi kali ini mereka kembali beragumen masalah WO.

"Aku nggak terlalu suka sama wonya" desis Jinhyuk kesal ketika ia sudah sampai di rumah Wooseok hanya sekedar untuk berkunjung setelah jadi menjemput Wooseok di butik mamanya yang ada di Gangnam, Wooseok yang dari arah dapur membawa segelas air putih untuk Jinhyuk ikut duduk di ruang tamu.

"Kenapa? Kita udah 2 kali ganti wo loh hyuk" Jinhyuk membuang nafasnya kasar.

"Waktu aku diskusi tadi mereka songgong banget sih,sok-sok ngatur ini dan itu tempat dan tema yang harus di pakai nanti. Hello, ini kan yang mau nikah aku kok jadi mereka yang ribet?" Wooseok rasanya ingin menampol Jinhyuk tapi nggak jadi.

"Aku mau party gardennya itu sederhana sama kaya yang ada di pikiran kamu seok, terus kan cuma sekitar ada 150 orang aja yang kita undang. Nah dia bilang lebih baik tuh ini, lebih baik tuh begitu,begitu. Pengen deh aku tampol" Jinhyuk meminum air putihnya dan menghela nafas.

"Ya udah kalo kamu mau ganti wo masih sempat kan? Kalo kamu merasa nggak nyaman atau nggak sesuai dengan yang kamu mau kita ganti wonya aja" Jinhyuk menatap Wooseok agak nggak enak, karna wo yang ini adalah rekomendasi dari Wooseok karena wonya adalah teman  sdnya Wooseok.

"Tapi seok dia kan teman kamu pas sd, nanti jadinya nggak enak?" Wooseok menggeleng pelan.

"Udah nggak papa nanti biar aku yang ngomong sama dia, aku cuma nggak mau lihat kamu uring-uringan cuma karena wo aja" Jinhyuk mengangguk dan tersenyum lalu berpindah duduk di samping Wooseok dan memeluk tubuh si mungil.

"Mau ngecharger dulu boleh?" Wooseok mengelus pelan kepala Jinhyuk yang lagi di tenggelami di perpotongan lehernya.

"Jangan terlalu dipikirin ya hyuk, nanti kamu sakit" Jinhyuk mengangguk samar, jujur agak pusing dia ngurus nikahan kaya gini. Dia pikir gampang soalnya lihat dari nikahan Seungyoun yang anaknya nggak kelihatan stres dan tetap santuy gitu, makanya Jinhyuk pikir ngurus nikah itu gampang ternyata sama sekali nggak. Jinhyuk melepaskan pelukannya dan menatap Wooseok memperdekat jaraknya dan mencium bibir Wooseok.

"Iyaa ini aku udah pulang kamu jangan.. YA AMPUNN... KENAPA NGGAK DI KAMAR AJA SIH?? JOMBLO KAYA GUEE CAN'T RALATE Kannn" Minkyu yang baru pulang langsung protes saat melihat adegan mesra antara kakaknya dan calon kakak iparnya, yang ngebuat Jinhyuk dan Wooseok melepaskan ciuman mereka.

"Makanya bocil kalo suka itu di tembak. Yang satu nggak berani tembak yang satu nggak mau ngakui perasaannya,nanti kalo Wonjin beneran nikah sama Jungmo mampus lu" Minkyu berdecak sebal ketika mendengar omongan dari Jinhyuk.

"Ya udah sih,kalo jodoh nggak akan kemana" ucap Minkyu terus jalan ke kamarnya ngebuat Jinhyuk maupun Wooseok tekekeh pelan.

"Minkyu datang di waktu yang salah~~. Lanjut di kamar kamu aja yuk seok" habis itu buku tebel punya Minkyu yang ada di atas meja ruang tengah melayang ke kepala Jinhyuk.

☃️☃️☃️

"Saya Lee Jinhyuk dengan ini memilih Kim Wooseok untuk menjadikan sebagai istri saya,untuk saling menjaga,saling menyanyangi dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai sampai maut memisahkan kita"

"Saya Kim Wooseok dengan ini memilih Lee Jinhyuk untuk menjadikan sebagai suami saya,untuk saling menjaga,saling menyanyangi dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai sampai maut memisahkan kita"

Suara tepuk tangan terdengar di seluruh gedung gereja begitu Jinhyuk dan Wooseok saling mengucap janji setia mereka dan bertukar cincin, di barisan paling depan Seungyoun udah heboh sama ponselnya mau ngerekam soalnya jarang lihat Jinhyuk dengan wajah serius dan tengang kaya tadi.

Padahal kemarin dia nikah nggak kalah gugup.

Byungchan yang duduk di sebelah Sejin dan Seungwoo tersenyum senang melihat Jinhyuk akhirnya melepas masa lajangnya,bahkan nggak kerasa air matanya ikut turun bahagia hingga sebuah tangan terulur buat mengelap air matanya.

"Kamu bahagia chan?" Tanya Seungwoo dan di susul anggukan dari Byungchan.

"Nggak nyangka woo kalo aku masih bisa lihat kedua sahabat aku nikah, aku pikir aku nggak bisa lihat mereka nikah, mengingat gimana waktu mereka ngeprank aku" Seungwoo tersenyum lalu menyatukan tautan tangan mereka dan sesekali mengecup pelan punggung tangan Byungchan.

"Ayoo maju sanaa... wooseok mau lempar bungaa..." pergerakan Seungwoo yang lagi ngrobrol sama Hangyul di hentikan oleh Seungyoun yang mendorong tubuhnya nggak jauh dari sana,Byungchan yang lagi ngobrol sama Seobin di tarik sama Sejin.

"Apaan sih youn, nggak lihat apa lagi ngobrol" kesal Seungwoo.

"Itu Wooseok mau lempar bunga dan di antara kita cuma lu yang belum nikah, sana majuu" Seungwoo sejujurnya nggak mau tapi tetep di paksa sama Seungyoun.

Wooseok udah siap dengan bunganya namun pandangannya terhenti ketika dia melihat Byungchan malah duduk di salah satu kursi dan tidak ikut berdiri, membuat Wooseok tersenyum dan berjalan mendekati Byungchan yang membuat semua orang terkejut.

"Gue kasih buat lo aja, makasih buat semuanya chan" Byungchan mengerutkan keningnya heran dengan perkataan Wooseok.

"Diantara kita cuma lo yang belum nikah tapi kawin melulu"

Untung ini hari nikahannya Wooseok kalo nggak mungkin ini bucket bunga udah masuk ke dalam mulut Wooseok.

☃️☃️☃️☃️

Happy weeding mr. Jinhyuk dan mr. Wooseok..

Dari aku mantan terindah kalian berdua.

/Awowkwowkwok/

IPA VS IPS | PDX 101 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang