❤ Special One❤

4.5K 489 28
                                        

Wooseok menggigit bibirnya ragu, hari ini hari pertama masa orientasi siswa dan dengan sialnya ia lupa membawa satu artibut yang harus di pakai, kalung dari permen yang sudah ia buat semalaman dan mungkin tertinggal di sofa ruang tengahnya, dan sesuai dari pengumanan yang kemarin dia dengar dari kakak pembina osis, jika tidak memakai artibut yang lengkap makan ada ada pengurangan point dan bagi Wooseok yang masuk ke sini melalui jalur prestasi pengurangan point adalah hal yang harus di hindari, tapi sekarang dia bisa apa? Wooseok rasanya mau nangis, dia lihat Seungwoo yang berdiri beberapa meter di depannya. Nggak mungkin dia minta tolong lagi ke Seungwoo, dia tidak ingin membebani Seungwoo ketika anaknya lagi galau karena habis di putuskan secara sepihak oleh Seungsik.

"Ya elaahh.. ini bukan kalung gue.. gue pakek permen mentos.. ini mah kalung Jinhyuk.. lagian ngapain sih lo pakek permen yupi? Mau cosplay jadi yupi lagi" Seungyoun dengan mata yang memincing melempar kalung permen dari yupi ke arah Jinhyuk, terus Seungyoun menarik kalungnya dari leher Byungchan.

"Dan lo itu pakek permen kiss byungchan sayang, sono balik ke kelompok lo masing-masing" Seungyoun mendorong Byungchan untuk kembali ke barisannya namun karena mendapat dorongan paksa dari Seungyoun, tubuh Byungchan sedikit oleng dan tidak sengaja menabrak tubuh Seungwoo yang sedang berdiri.

"Sorry sorry gue nggak sengaja" ucap Jinhyuk lalu ngegeplak kepala Seungyoun, terus jalan lagi ke kelompok masing-masing.

Jinhyuk mengomel lalu berjalan ke arah kelompoknya namun seketika berhenti di depan Wooseok.

"Pantes kaki gue suruh berhenti disini, tau-taunya ada malaikat Tuhan yang sedang sendirian" Wooseok menaikan halisnya, melihat Jinhyuk yang sama sekali tidak ia kenal. Bahkan mereka baru bertemu kali ini, Jinhyuk menatap  Wooseok dari atas sampai bawah.

"Lo nggak bawa kalung? Ntar kena poin lohh?" Wooseok kembali mengigit bibir bawahnya, kenapa harus diingatkan lagi tentang poin sih.

"Nih, pakek punya gue aja. Gue lagi pengen ngumpulin poin soalnya" Jinhyuk menyerahkan kalung yupinya ke Wooseok membuat Wooseok terkejut,untungnya mereka berada dalam satu kelompok

"Lo pasti khawatir tentang poin kan? Lagian kenapa coba harus pakek poin-poin? Kaya kaga pernah sekolah aja itu kakek tuaa"

"Terus lo pakek apa kalo lo kasih gue?"

"Gue..." Jinhyuk memengang dagunya, seolah berpikir sebentar,

"Jinhyukk buruan.. ntar keburu mulaii...." Jinhyuk menatap Byungchan yang memanggilnya mau anteri Byungchan pergi karna Byungchan emang nggak ikut acara beginian, terus dia ninggalin Wooseok gitu aja yang masih terdiam sambil menatap kalung permen yupinya.

Wooseok mau berterima kasih sama cowo yang dia kenal namanya Jinhyuk, soalnya banyak banget yang ngomomgin dia hari ini, karena tidak memakai satu pun alat artibut ataupun dengan tingkah konyolnya yang buat kakak organisasi geleng-geleng. Tapi pas dia mau ke kantin sama Seungwoo, dia temui cowo itu lagi ngobrol sama empat temennya, yang dua dia kenal yang rebutan kalung permen tadi pagi, terus yang duanya lagi Wooseok nggak kenal.

"Lu kalah... sana gyulll.... beli minum" Jinhyuk mendorong tubuh cowo yang berbadan berisi tersebut diiringi tawa dari yang lain.

"Satu atau dua.... pilih aku atau dia.. yang kau cintaaa....." Wooseok sama Seungwoo noleh pas lihat ada satu sosok yang lewat mereka sambil nyanyi.

"Ku tak pedulii.... apa yang kau ingin kan aku relaaaa matiiii....."

"Bila yang tertulis untukku adalah yang terbaik untukmu... kan ku jadikan kau kenangan yang terindah dalam hidupku.. namun.. takan mudah bagiku ku.. meninggalkan jejak dirimu.. kan terukir abadi sebagai kenangan yang terindah~~"

"Yuvin!!!!... sini... gabung" sosok yang di panggil tadi langsung berlari kemeja lima orang disana.

"Yoo......amazing peopleee....." teriak Yuvin yang membuat seisi kantin melihat langsung ke arah mereka.

"Jangan deket-deket situ deh.. kayanya mereka berisik banget..." Wooseok berkomentar, jelas bahwa ia tidak suka dengan keributan dan kebisingan yang ada.

"Oke" Seungwoo berunjar pelan, sambil terus memperhatikan ke arah meja yang terlalu berisik itu.

"Mohon maaf nih ya... chan.. sini duduk deket gue.. jangan deket sama kukon" Jinhyuk berunjar lagi sambil narik badan Byungchan.

"Di kata gue rabies apa ya?" Kookheon berkomentar pelan, sambil geplak kepala Hangyul.

Iya geplak kepala Hangyul yang baru selesai bawa minuman mereka, emang laknat. Dan ya mereka nggak peduli jadi bahan perhatian se isi sekolah.

Wooseok menatap kalung yupinya dengan sesama, dia mau pulangi kalung ini dan besok pakek kalung punya dia aja yang tadi ketinggalan, sekalian bilang makasih sama Jinhyuk.

"Goblok bener Jinhyuk... permen gue berkurang satu kan..!!" Wooseok menoleh, ngelihat Jinhyuk sama temennya yang tadi pagi lagi ribut,soalnya Jinhyuk itu mutusin kalung permen punya temennya.

"Lo juga harus di kurangin poin lo youn.. biar adil.. kita kan harus sama teruss... sahabat selamanya..."

"NAJISSS JINHYUK!!!"

"Eh.... ada bidadarinya Tuhan" Jinhyuk sama Seungyoun langsung berhentiin langkahnya tepat di depan Wooseok.

"Gimana? Nggak kena hukum kan?" Tanya Jinhyuk dan Wooseok menggeleng.

"Sebelumnya makasih" ucap Wooseok terus Jinhyuknya menggeleng.

"Untuk calon mah apa yang nggak..." Jinhyuk ngusak pelan puncak kepala Wooseok, buat Wooseok kaget.. Jinhyuk juga kaget sih sama perlakuan dia, tapi nggak tau.. kenapa..dia berani gitu.

"CIEEE YANG DI ACAK RAMBUT YANG BERANTAKAN PASTI HATINYA..!!!"

"Seungyoun...!!"

Detik berikutnya ketika sosok Jinhyuk dan Seungyoun menghilang, Wooseok tersadar dan memengang kepalanya lalu tersenyum kecil. Sepertinya dia menyukai cowo tinggi kurus itu.

 Sepertinya dia menyukai cowo tinggi kurus itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Another special chapter.

Dalam hidup semasa SMAnya..
Jinhyuk,Byungchan dan Seungyoun tidak pernah menyangka jika ada 4 orang anak kecil pagi-pagi di depan rumah mereka.. yang mengaku sebagai anak mereka dari masa depan.

"Daddy woo itu laba-laba......"

"Papa wei bau ketek"

"Bedain dulu mana piramid sama spinx"

"Aku bukan supermi.. aku hanya manusia biasa"

IPA VS IPS | PDX 101 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang