Sekarang mereka sedang berhadapan dengan keempat bocah di depan mereka, saling memandang satu sama lain.
"Jangan natap seperti itu, Jinu jadi takut" Jinwoo mengeratkan tangannya pada lengan Dohyon.
"Mama Wooseok gak boleh natap kaya gitu.. kaya kucing liar!" Bukan hanya Wooseok tapi yang lain juga tersedak mendengar ucapan Dohyon tadi.
"Anak lo youn, bener-bener dah!" Jinhyuk berkata sambil menggelengkan kepalanya.
"Gue belum nikah bego, dari mana pula dia anak gue" Seungyoun udah sewot. Byungchan masih diam sebentar. Dari siang tadi, pikirannya beneran sangat kacau. Ya kali hal kaya gini bisa terjadi.
"Jadi kalian gak mau jelasin ke kita-kita? Kalian ini dari mana dan kenapa kalian bilang kalo kami ini orang tua kalian?" Setidaknya masih ada satu orang yang waras.
"Daddy, kami kan udah bilang kalo kami ini dari masa depan! Kita juga gak tau kenapa bisa di sini" Dongpyo berdecak sebal, sambil tunjuk-tunjuk tidak jelas. Seungyoun dan Jinhyuk saling memandang. Cara mengomelnya sama dengan Byungchan dulu.
"Tapi kan tadi kita jelasinnya ke mereka pyo, belum ke yang ini. Kan yang sana otaknya agak bego" Hyungjun berkata membuat Seungyoun menoleh.
"Heh, supermi.. lo bilang apa tadi?? Bego?? Gue gak bego yak!" Seungyoun udah heboh dan mau bangkit berdiri, ceritanya dia lagi pasang gestur tubuh mau mukul.
"Bocah elah, younnn!!" Yuvin yang sendari tadi diam, sambil melirik sekilas ke arah Hyungjun dan Yohan menatap Seungyoun sekarang.
"Ngapain juga di panggil supermi, dia punya nama tau!" Sejin sewot dan memukul lengan Seungyoun.
"Rambutnya keriting kaya supermi" jawab Seungyoun yang membuat mereka memutar bola matanya.
"Kenapa sih mi, mau sama papi yang bego kaya gini? Ternyata dari dulu sampe dah tuapun masih bego!" Dohyon mendapat tendangan kecil dari Jinwoo yang memang duduk di sampingnya.
"Gak boleh gitu sama orang tua do.."
"Gue belum jadi orang tua. Gue masih anak SMA!!" Byungchan berteriak sambil melipat kedua tangannya di dada, menatap semuanya tajam.
"Makanya diem dulu, kita sama-sama gak tau. Jadi kita harus denger cerita dari mereka. Dan menemukan jalan keluarnya sama-sama" Seungwoo berkata karena melihat perdebatan yang tidak kunjung berhenti ini.
Semua terlihat menghela nafas, sampai akhirnya Dongpyo yang berbicara. Berbicara bagaiamana mereka bisa muncul di pohon besar yang ada di dekat lapangan rumah ketiga orang tersebut, saat mereka dan keluarga mereka dari masa depan sedang mengadakan piknik di kawasan perkemahan yang ada di Nanji Camp. Saat mereka sedang bermain mereka menemukan sebuah pohon besar dan seperti ada lubang hitam yang besar. Sehingga Dohyon mengajak mereka semua masuk ke sana dan begitu keluar, mereka sudah ada di deket lapangan tersebut.
"Jadi memang semua salah Dohyon!" Dongpyo menutup cerita membuat yang lain terdiam,sambil berteriak dan menatap tajam ke arah Dohyon.
"Jadi sekarang gimana? Jinu mau pulang.. pasti papa sama mama cari jinu.. huweee.. semuanya jadi kacau, padahal baru kali ini jinu bisa pergi sama papa sama mama barengan, soalnya mereka sibuk kerja terus" Jinwoo sudah mengelap matanya pakai punggung tangannya, membuat orang di depan mereka menatap saling bergantian.
"Padahal baru kali ini Jinu bisa pergi sama papa dan mama" Hyungjun menghela nafasnya lalu mengusap punggung Jinwoo.
"Udah jangan nangis, percuma mereka gak akan ngerti penderitaan kita yang gak bisa selalu kumpul sama keluarga" ucapan Hyungjun membuat mereka menatap Hyungjun.
KAMU SEDANG MEMBACA
IPA VS IPS | PDX 101
Fanfiction[ END ] Kata orang masa paling enak itu masa SMA ya?? bxb produce x 101
