Misi misi airr puanaasss!! ⚠️⚠️⚠️
Jinhyuk membuka kamar rawat Wooseok dan melihat Wooseok tengah membaca buku dengan sebagian tubuh yang ia sandarkan ke headboard ranjang rumah sakit, Wooseok sudah bangun kemarin setelah mendapatkan luka 15 jaitan di belakang kepalanya akibat dari pukulan ayahnya, untungnya tidak ada luka parah yang Wooseok terima, namun tetap saja ketika melihat keadaan Wooseok seperti itu buat Jinhyuk merasa sedih. Wooseok menoleh ketika mendengar pintu ruangannya terbuka dan tersenyum begitu melihat Jinhyuk berjalan menghampirinya, Wooseok menutup bukunya dan sedikit menegakkan tubuhnya.
"Tumben ke sini malam-malam hyuk?" tanya Wooseok, karna melihat jam di dinding kamar yang sudah menunjukan pukul 8 malam.
"Tadi habis nganterin mama sama papa ke bandara, jadi sekalian mampir aja" jawab Jinhyuk, terus menarik kursi yang dekat dengan ranjang Wooseok dan duduk di sana.
"Minkyu kemana?"
"Minkyu lagi di rumah Jungmo, katanya ada tugas sekolah bareng" Jinhyuk mengangguk terus kembali menatap wajah Wooseok yang sudah lebih baik. Wooseok yang merasa di tatap oleh Jinhyuk langsung menoleh ke arah Jinhyuk.
"Hyuk kamu kenapa?" Jinhyuk langsung membuang mukanya agar tidak menghadap Wooseok, namun Wooseok memengang tangannya menyuruh Jinhyuk untuk menatapnya.
"Kamu habis berantem?" Tanya Wooseok lagi dan kali ini Jinhyuk kembali menatap Wooseok, ia lupa jika sudut bibirnya robek akibat pukulan dari Seungyoun dan juga tanda merah keunguan di rahangnya.
"Biasa seok, habis adu kekuatan" Jawab Jinhyuk sambil terkekeh pelan, sedangkan Wooseok tetap menatap Jinhyuk tajam.
"Nggak papa seok, luka gini mah besok juga sembuh" Jinhyuk makin menelan ludahnya karena tatapan dari Wooseok.
"Tapi ini kelihatan kaya-"
"Sssthhsstt!!" Jinhyuk dengan cepat menutup mulut Wooseok menggunakan telunjuknya dan tersenyum kepadanya.
"Udah mending lo istirahat aja seok, biar cepet sembuh. Terus pas udah sembuh gue ajak lo ke sesuatu tempat.." ucap Jinhyuk lagi, sedangkan Wooseok memanyunkan bibirnya, nggak suka dia tuh kalo omongan dia di hentiin begitu saja.
🍑🍑🍑
"Byungchan, papi masuk ya" tampa menunggu jawaban dari sang anak yang terus mengurung diri di kamar, Siwon masuk ke dalam kamar Byungchan. Anak sulungnya itu lagi duduk di meja belajarnya dan terlihat sedang bermain game.
"Chan, papi mau ngomong sama kamu sebentar" ucap Siwon, kini Siwon duduk di samping ranjang Byungchan "perihal omongan papi sama mami, tadi. Kami minta maaf ya chan. Kami hanya terlalu khawatir sama kamu" ucap Siwon sambil menatap punggung anaknya yang masih sibuk bermain dengan komputernya.
"Papi sama mami udah putusin buat pisah, kamu ikut mami ya.. biar Beomgyu sama papi" Byungchan mencoba menulikan telingannya dan fokus untuk bermain dengan gamenya, namun bagaimana pun dia tetap tidak fokus pada gamenya dan menghela nafas dan mematikan komputernya lalu memutar kursinya dan menatap papinya.
"Kenapa kalian lebih milih pisah? Chanie nggak masalah, tapi bagaimana dengan Beomgyu? Dia masih butuh sosok mami sama papi" Byungchan menatap sendu wajah papinya yang sedang tertunduk tersebut.
"Chan, maaf pin papi sama maminya"
"Bukannya kalian saling mencintai?"
Siwon berjalan ke arah Byungchan dan duduk berjongkok di depan anak sulungnya itu, "rasa cinta itu tidak bisa selamanya ada chan, ketika nanti kamu sudah berumah tangga kamu akan mengerti. Untuk saat ini papi sama mami udah nggak bisa menjalankan visi dan misi kami dalam mempertahankan pernikahan kami,jadi mungkin ini adalah jalan terbaik buat kita semua. Kita nggak akan ngelarang kalian buat nggak temu lagi kok. Kalo kamu kangen sama papi dan Beomgyu kamu boleh main ke sini kok, sama nginep di sini" Siwon memengang tangan Byungchan dan mengusapnya pelan,
KAMU SEDANG MEMBACA
IPA VS IPS | PDX 101
Fiksi Penggemar[ END ] Kata orang masa paling enak itu masa SMA ya?? bxb produce x 101
