Jinhyuk sedang asik bermain lempar baseball bersama dengan Dohyon dan juga Seungyoun ketika mereka sampai di tempat tujuan mereka, jadi mereka memutuskan untuk bermain sebentar sampai sore hari nanti. Diujung sana Yuvin juga sedang bermain dengan Hyungjun, sedang mengajarkan beberapa rumus matematika dengan mudah karena Hyungjun sepertinya tidak terlalu mengerti dengan matematika.
Dongpyo ia sibuk menyoraki Dohyon yang sedang di kerjai oleh kedua remaja di sana, sedangkan Jinwoo ia hanya melihat permainan yang Jinhyuk,Dohyon dan Seungyoun lakukan disana. Seungwoo menghampiri Jinwoo dan duduk di samping Jinwoo sambil tersenyum.
"Apa dimasa depan mereka seperti itu?" pertanyaan dari Seungwoo membuat Jinwoo menoleh dan terdiam untuk sesaat dan mengangguk kecil.
"Bagaimana kehidupan kalian?" terdengar suara helaan nafas dari Jinwoo, ia memeluk lututnya dan menopang dagunya pada lututnya.
"Sejujurnya tidak banyak berubah, tapi apa papa dan mama saling mencintai? bahkan mereka terlihat tidak saling mengenal satu sama lain?" Jinwoo kembali berkata setelah melihat bagaimana hubungan kedua orang tuanya.
"Untuk apa mereka menikah jika mereka tidak saling mencintai dan saling mengabaikan?" Seungwoo masih mendengar setiap perkataan dari Jinwoo, matanya tidak lepas dari Jinhyuk yang sekarang sedang berebut bola dengan Dohyon lalu menatap Wooseok yang sedang memotong buah bersama dengan Yohan, untuk makan siang mereka.
"Kalau mereka tidak saling mencintai, tidak mungkin kamu hadir sayang. Mungkin mereka membutuhkan waktu" Seungwoo tersenyum lalu mengelus pelan puncak kepala Jinwoo.
"ADuh!!! PAPIHHHH......" Semua menoleh ketika mendengar teriak dari Dohyon yang membuat Sejin yang sedang mengobrol dengan Byungchan secara refleks berdiri dan menghampiri Dohyon yang terjatuh.
"Dohyon kamu gak apa-apa?" Sejin memengang pundak Dohyon, sedangkan Dohyon menunjuk kedua lututnya yang memang ia memakai celana selutut, kedua lututnya luka dan membuat Sejin menatap ke arah Jinhyuk dan Seungyoun tajam.
"Bisa gak sih kalian sedikit mengalah pada anak kecil? Masa sampai Dohyon jatuh gini!" Sejin berdecak sebal sedangkan Jinhyuk dan Seungyoun hanya mengangguk kepala belakang mereka yang tidak gatal, jadi tadi ketika Dohyon memengang bolanya, Jinhyuk dan Seungyoun langsung menghampiri Dohyon dan menghimpit badan Dohyon yang besar, walaupun besar tetap saja masih besaran badan Jinhyuk dan juga Seungyoun.
"Ya maaf, kami kan tidak sengaja" Seungyoun berkata, lalu Sejin memapah badan Dohyon untuk di bawa ke tempat mereka.
"Jin, gue bawa kotak p3k nih" Byungchan berkata sambil mengeluarkan kotak p3k dalam tas ranselnya dan menyerahkannya pada Sejin.
"Ya elaahhh Do, manja banget!" Hyungjun berkata tapi ia masih fokus dengan penjelasan yang di berikan oleh Yuvin.
"Ternyata sebenarnya papaku itu pinter, tapi kenapa dia bodoh!" Hyungjun berkata sambil menghela nafasnya dalam-dalam membuat Yuvin menaikan sebelah halisnya.
Dongpyo berjalan ke dekat mereka dan bercacak pinggang, menatap sekilas mereka semua. Sekarang pikirannya benar-benar sedang mencoba menelaah, bagaimana kejadian seperti ini bisa terjadi pada mereka, bagaimana ia dan yang lain bisa berada di masa lalu. Pasti ada sesuatu hal yang harus mereka kerjakan di tempat ini dan mungkin hanya mereka yang bisa menyelesaikannya.
"Sebentar, bisa Dongpyo bertanya pada kalian?" Semua yang ada di sana menatap Dongpyo.
"Apa Kak Sejin dan Kak Seungyoun dekat?" Seungyoun menatap Sejin lalu mengangguk,
"Kami satu tempat les"
"Lalu bagaimana dengan Kak Yohan dan Kak Yuvin?"
"Kami satu kelas"
"Kak Seungwoo dan Kak Byungchan?"
"Kami tidak dekat!" Byungchan segera berkata dan Seungwoo hanya menatap Byungchan sekilas lalu mengangguk kecil
"Kak Jinhyuk dan kak Wooseok?"
"Mereka tidak dekat, tapi Jinhyuk suka Wooseok"
"Seungyoun jamet!! Diemm!!"
Seungyoun tertawa pelan berhasil membuat Jinhyuk mengumpat dalam diam.
"Hyungjun, sebelum kita pergi ke perkemahan apa kedua orang tuamu sempat bertengkar?" Hyungjun sedikit berpikir dan mengangguk kecil, seingatnya pagi harinya Yuvin dan Yohan sempat bertengkar karena masalah jam jaga Yuvin di rumah sakit.
"Dohyon?"
"Papi melalukan banyak kesalahan dalam beberapa minggu ini"
"Jinwoo?"
"Mereka hanya tidak bisa berbicara satu sama lain dan saling terjadi kesalahan dalam berkomunikasi"
"Untukku sendiri, kedua orang tuaku sedikit meributkan perihal Mommy yang ingin kembali ke dapur namun tidak di perbolehkan oleh Daddy"
"Mungkin kita di kesini untuk memperbaiki semuanya. maksudku kita bisa menceritakan kehidupan mereka bagaimana, supaya mereka tidak melakukan kesalahan di masa mendatang" Semua menatap Dongpyo heran,
"terutama untuk Jinwoo, aku yakin bahwa kita ke sini adalah karena Jinwoo" Dongpyo berkata lagi membuat semuanya kembali menatap anak berumur lima belas tahun tersebut. ini sudah pukul empat sore, kita sudah tidak punya waktu lagi. Jadi, ayo kita berpencar dan menceritakan masalah apa yang terjadi.
Dongpyo menarik tangan Byungchan dan juga Seungwoo yang membuat keduanya terkejut dan membawa keduanya ke tempat lain yang memang tidak jauh disana.
Melihat Dongpyo melakukannya, membuat Dohyon juga ikut menarik tangan Sejin dan juga Seungyoun, lalu diikuti oleh Hyungjun yang menarik tangan Yohan dan Yuvin. meninggalkan Jinhyuk,Wooseok dan Jinwoo.
Dongpyo menatap ke arah satu keluar tersebut yang masih terlihat canggung, sedangkan Byungchan menatap Dongpyo "jadi apa yang ingin kamu bicarakan pada kami?" tanya Byungchan dan Dongpyo membalikan badannya lalu memberi gestur agar Byungchan diam, diam sebentar sambil ia menatap satu keluar di sana,masih di tempat mereka.
"jadi apa masalah kami?" kali ini giliran Seungwoo yang bertanya dan membuat Dongpyo memutar bola matanya malas, sejujurnya tidak ada yang salah di antara ke dua orang tuanya di masa depan. Hanya saja ia menggunakan alasan ini untuk memberi waktu pada keluarga Lee disana. Dongpyo yakin yang menjadi agar permasalahan semua ini adalah keluarga Lee, karena sebelum menyadari jika mereka terlempar ke masa lalu. Dongpyo sempat melihat pertengkaran antara Jinhyuk dan Wooseok yang membuat Jinwoo menangis di dekat pohon besar di taman ini.
"Bisa diem gak? kalian gak ada masalah. di masa depan bahkan kalian saling mencintai, jadi bagaimana kalo kalian sekarang mencoba saling mengenal?" Dongpyo berkata sambil menatap kedua laki-laki remaja di depannya lalu berdecak sebal dan kembali melihat ke arah keluarga Lee.
Byungchan dan Seungwoo saling memandang, namun kemudian keduanya saling memalingkan wajah mereka.
"kenapa lama sekali sih..Jinwoo.." Dongpyo berdecak sebal. Sejujurnya Dongpyo merindukan dimasa depan. Ia merindukan Daddy dan Mommy yang asli, yang saling mencintai bukan tidak mengenal sama sekali.
"mereka harus menyelesaikan agar kami bisa pulang"
satu chapter lagi, yaaa...
wkwkwkkwk
kangen gak?
wkwkwk
KAMU SEDANG MEMBACA
IPA VS IPS | PDX 101
Fiksi Penggemar[ END ] Kata orang masa paling enak itu masa SMA ya?? bxb produce x 101
