.
.
.
.
Cahaya matahari menerobos masuk melalui ventilasi yang membuat wanita cantik itu terusik dari tidurnya. Yah! siapa lagi kalau bukan grashell. Ia terbangun karena tersadar hari sudah terik, Grash menuju kamar mandi untuk meraup wajahnya dan segera menuju kedapur untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya.
Grash berfikir ia akan membuat salad buah untuk suaminya di pagi ini.
Ia sedikit menghela nafas kasar setelah salad nya jadi, karena hanya perkerjaan membuat salad saja sudah membuatnya ngos ngosan.
Hari sudah semakin siang Dari terik menjadi awan mendung suara petir mengelega di pagi hari membuat grash merasa kaget dan teperanjak, butiran hujan mulai turun ketanah mengaliri pepohonan.
Grash melangkah pergi keatas membawakan suami nya sarapan dengan teh manis panas.
" rexy bangun, udah siang ini gue bawain lo sarapan."
grash mengoyang - goyangkan tubuh lelaki itu namun tidak ada respon dari nya. Ia terus melanjutkan tidurnya yang nyenyak. tibalah dalam benak grash untuk mengambil terompet tahun baru yang ada di ranjang tempat tidurnya, yang sengaja grash beli untuk merayakan tahun baru yang akan datang sebentar lagi.
" woooyyyy banguuunn." suara grash mengelega di telinga rexy sehingga membuat rexy terperanjak bangun dan mengunakan bermacam macam gaya silat yang asal asalan.
" woy ngapain lo?." Grash memukul kepala rexy dengan satu tangannya berada di perutnya. rexy melongo melihat grash dan langsung memeluknya.
" eh sayang kamu ngagetin gue aja deh." ucap rexy manja agar grash tidak marah kepadanya. Dia sudah paham bila wajah grash sudah datar itu artinya grash akan menyemprotnya dengan seribu ocehan.
" nih sarapan lu udah gue siapin." grash menyodorkan makanan yang ia buat tadi. Rexy pun memakan habis sarapannya dan menemui grash dibalkon rumah, seperti biasa apabila hujan grash selalu menikmati rintik hujan yang turun.
"Grash? lo ngapain disini dingin. Gak baik buat bayi kita?." Ucap rexy sembari memeluk tubuh istrinya dari belakang, dengan niat menghangatkan.
" Rex, lo tau gak kenapa gua suka banget sama hujan? "
" enggak tau kenapa emang? " Rexy berpindah yang tadinya memeluk grash sekarang berada di samping grash sambil memandangi hujan.
" karena, hujan itu bisa menyamarkan luka dan menggantikannya dengan bahagia, ya walaupun hanya sementara, hujan adalah teman terbaik saat gue sedih maupun bahagia, gue suka tiap tetes hujan, karena tidak ada satupun yang bisa memahami, gua bisa leluasa menangis tanpa satu orangpun yang tau."
Rexy menatap grash dengan dalam, ia merasa menyesal telah menghianati wanita nya ini, tapi apalah daya dia memang sedang nyaman senyaman nya pada sekertaris barunya itu. Rexy mengahadapkan tubuhnya ke arah grash.
Sepenting itu kah arti hujan untuk Grash? Grash sepertinya memang tau betul apa arti hujan untuk dirinya.
" grash gua gak bakal bikin lo sakit hati, gua bakal jagain lo, dan bahagiain lo serta anak - anak kita."
" Gue pengen lu selalu ada, gue pengen lu nepatin janji lu ke gue. Gak tau kenapa gue ngerasa gak enak buat hubungan kita."
Mendengar pernyataan Grash Rexy menyeringitkan alisnya dan menatap serius kearah Grash.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALMOST daily (TAMAT)
Hayran KurguKamu mungkin menangis saat mendengar semua tentangku, aku jadi suka hujan saat kamu pergi. Tak apa kita bisa menikmati hujan saat allah kembalikan aku denganmu. ~ rexy aryando pernikahan politik demi menyelamatkan perusahaan ayahnya. itulah yang dil...
