Cahaya matahari yang sempat terhalang oleh gorden kini masuk ke dalam ruangan dengan sempuran sesaat setelah seseorang membuka gorden berwarna putih itu.
Cahaya itu Mengusik seorang wanita yang nampak masih nyenyak dalam tidurnya.
Perlahan wanita itu menyipitkan matanya, Ia sudah terbangun namun masih belum mau menggerakan tubuhnya. Matahari yang telampau silau itu pun membuatnya kembali memejamkan mata.
Ia sedang mengingat apa yang terjadi dengan dirinya semalam,
“Sebutkan 3 permintaan mu”
“Kau ingin ke ajaiban bukan? Hal yang pertama perlu kamu lakukan adalah percaya bahwa keajaiban itu ada.”
“Aku ingin sukses dan kaya raya, Aku ingin cantik juga langsing dan aku ingin memiliki kekasih super hebat yang sangat amat mencintaiku.”
“kamu akan mendapatkannya Monica..”
Wanita itu tersenyum miris dan menggelengkan kepalanya, Apa yang terjadi padanya kemarin pasti terlalu menyakitkan hingga Ia bermimpi aneh. Apa kemarin Ia pingsan di jalan atau mungkin dia benar-benar tertabrak mobil?
Tapi jika itu terjadi tubuhnya pasti akan terasa sakit.
Wanita itu masih sibuk dalam pikirannya sendiri saat seseorang wanita cantik yang tadi membuka gorden kamarnya memanggil dirinya.
“Selamat pagi bu, Maaf harus membangunkan ibu. Tapi hari ini kita ada rapat penting”
Dengan cepat wanita di dalam selimut itu membuka matanya, Ia dapat melihat wanita lain sedang berdiri memperhatikannya dengan pakaian kerja lengkap.
Ia bangun dari tidurnya dan duduk di atas kasurnya agar dapat memastikan siapa wanita itu.
“hari ini ibu ada 3 meeting penting di tiga tempat yang berbeda.”
“ah..apa? meeting siapa?”
“Ibu tentu saja”
“saya?”
Wanita itu mengangguk,
Si cantik yang baru saja bangun dari tidur itu tertawa geli, Ia pasti masih bermimpi.
“hah..esme,,esme kalau ketemu di kantor nanti..akan aku acak-acak rambutnya. Dia bahkan membuatku bermimpi konyol seperti ini”
“ibu baik-baik saja?”
Wanita cantik itu mencoba meneliti ruangan dimana ia berada, kalau itu mimpi mengapa terasa nyata sekali.
“ibu?"
“saya mimpikan?"
Wanita berpakaian kerja itu menggeleng,
“Ibu Risa pasti sedikit bingung karna mabuk kemarin”
“Risa? Siapa itu?”
“ibu”
Risa menujuk dirinya sendiri, “saya? Risa? Oh..lalu kamu?”
“Iya, Ibu Monica larissa. Saya Adele asissten sekaligus seketaris ibu”
“ngga mungkin..ngga mungkin..engga ..engga ini pasti mimpi” ucap Risa dan mencubit dirinya sendiri
“ah,,sakit..tunggu artinya?”
Adele mendekat kepada Risa, Ia memberikan Ipad kepada Risa.
“apa ibu butuh bantuan untuk mencubit lagi?” tanya Adel dan risa menggelengkan kepalanya.
Ia mencoba mengingat kembali apa yang ia katakan pada Esme malam itu, apa itu benar-benar terjadi.
Apakah dia menjadi kaya sekarang?
KAMU SEDANG MEMBACA
Turn (Never lose hope)
Fantastik"Sebutkan 3 permintaan mu" Monica tertawa sinis, Air matanya terjatuh bahkan disaat ia merasa sangat terpuruk orang lain tetap menganggap hidupnya hanyalah sebuah lelucon. "Apa menurut mu hidup ku lelucon? Apa menurut mu rasa sakit ku adalah mainan...
