Part 10

2.8K 192 15
                                    

-Flashback-

Lee So Hee, saat itu usianya baru 19 tahun. Dia tinggal bersama kakak laki-laki nya di Ansan. Kakak laki-laki nya, Lee Bong Hee, yang suka sekali mabuk dan bermain wanita. Tak heran jika So Hee tidak melanjutkan pendidikannya karena dia harus bekerja untuk menghidupi dirinya dan untuk membayar para penagih hutang yang selalu datang setiap hari untuk menagih hutang kakaknya yang sudah tak terhitung jumlahnya.

Setelah pertengkaran dengan kakaknya karena tidak tahan dengan tingkah kakaknya yang semakin kelewatan, So Hee pun memilih untuk pergi dan meninggalkan kakaknya sendirian. Berbekal uang yang berhasil ia simpan tanpa sepengetahuan kakaknya, So Hee memilih untuk pergi ke Seoul dan mengadu nasib di sana.

Kyuhyun bertemu dengan So Hee pertama kali di tempat kerjanya. Saat itu, So Hee adalah pegawai baru yang sering terkena marah oleh bosnya. Kyuhyun selalu menjadi yang paling akhir pulang karena sang pemilik kafe sudah percaya sepenuhnya pada Kyuhyun yang merupakan pegawai pertamanya.

Saat Kyuhyun pergi ke area dapur untuk memasang gas, telinganya menangkap sebuah suara sesenggukan dari dalam gudang bahan. Dirundung rasa penasaran, Kyuhyun melangkah mendekat mencari sumber suara.

Dan di sanalah, Kyuhyun melihat So Hee berdiri sambil menangis. Sesekali, So Hee menghapus air matanya dan kembali mengecek stok bahan di gudang kafe. Melihat itu, Kyuhyun merasa empati. Karena bagaimanapun, Kyuhyun pernah berada di posisi itu. Kyuhyun menoleh ke arah rak piring dan melihat sekotak tisu di sana. Dengan yakin, Kyuhyun meraih kotak tisu itu dan mendekat ke arah So Hee.

"Kau harus tetap semangat," ucap Kyuhyun sambil menyerahkan sekotak tisu itu pada So Hee yang terlihat terkejut. So Hee menundukkan kepalanya takut karena ia ketahuan menangis di sini. Bagaimana jika Kyuhyun melaporkannya. Melihat ketakutan di raut wajah So Hee, Kyuhyun tersenyum dan meraih tangan So Hee. Kyuhyun meletakkan kotak tisu itu di tangan So Hee.

"Akan aku berikan waktu 30 menit untukmu. Setelah itu, kau harus pulang dan tidur," Kyuhyun tersenyum simpul, tangannya bergerak untuk menyentuh puncak kepala So Hee dan segera berlalu membiarkan So Hee tetap berada di sana selama 30 menit kedepan.

Sepeninggal Kyuhyun, perlahan, So Hee mengangkat kepalanya dan menatap punggung Kyuhyun yang sudah menghilang dari pintu. Perasaan hangat  mulai menjalar ke dalam hatinya. Seulas senyum kelegaan terbit di wajah So Hee yang basah oleh air mata.

Setidaknya, masih ada orang yang peduli yang dengannya. So Hee amat sangat bersyukur karena itu. Dan sejak saat itu, So Hee terus berusaha melakukan yang terbaik sebisanya dalam bekerja.

Lambat laun, So Hee pun mulai jarang mendapat amarah dari bosnya. Terlebih saat ia mendapat kan bonus karena kinerjanya yang semakin membaik. So Hee yang tengah bersiap untuk pulang kini tiba-tiba teringat akan kejadian satu bulan lalu saat Kyuhyun memberikannya semangat. Meskipun hanya begitu, tapi sejak saat itulah perasaan So Hee untuk Kyuhyun muncul.

-Flashback Off-

"Oppa libur hari ini?" tanya So Hee pada Kyuhyun yang tengah mengupas apel di depannya.

"Hmm, karena itulah hari ini aku akan menemanimu di sini," jawab Kyuhyun menunjukkan senyumannya. So Hee pun ikut menunjukkan senyumannya. Seperti melihat sedikit kekecewaan di raut wajah So Hee, Kyuhyun meletakkan apel dan pisau di atas nakas dan meraih kedua tangan So Hee untuk ia genggam.

"Maafkan aku untuk yang kemarin. Seharusnya aku mengabari mu terlebih dahulu. Tapi pekerjaan tiba-tiba kemarin membuatku hanya bisa fokus padanya saja,"

"Aku tau, jangan minta maaf lagi. Aku baik-baik saja," ucap So Hee mencoba menenangkan kekasihnya yang merasa bersalah. So Hee merentangkan kedua tangannya. "Oppa, peluk aku," pinta So Hee. Tanpa protes, Kyuhyun segera membawa So Hee ke dalam pelukannya.

To Let You Go (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang