Part 61 END

4K 256 69
                                    

'Ini,'

Batin Ra In dengan tatapan tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Sebuah taman bermain anak-anak yang pernah ia impikan dulu. Ra In berada di tempat ini lagi. Dengan penasaran, Ra In mulai melangkahkan kedua kakinya mendekati taman bermain itu. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini, selain anak-anak yang sedang bermain, Ra In juga melihat beberapa orang dewasa yang duduk di bangku dan ada juga yang ikut bermain dengan mereka. Ra In terus melangkah masuk sampai akhirnya ia tiba-tiba berhenti dengan keterkejutan di matanya.

"Eomma, appa," gumam Ra In tak percaya dengan apa yang dia lihat. Tapi Ra In yakin, yang dilihatnya saat ini adalah ayah ibunya. Bagaimana bisa? Dengan langkah lemahnya, Ra In yang memandangi wajah kedua orang tuanya dengan air mata yang mulai menggenangi pelupuk matanya hanya bisa melangkah mendekati kedua orang tuanya yang saat ini tersenyum lembut ke arahnya. Air mata Ra In menetes begitu ia berdiri tepat di depan kedua orang tuanya.

"Eomma, appa," panggil Ra In lagi membuat kedua orang yang dipanggilnya menyentuh kepala Ra In bersamaan dan mengusapnya pelan.

"Hhh," Ra In tak percaya. Dengan kedua tangan yang bergetar, Ra In menyentuh tangan orang tuanya. "Bisa," lirih Ra In ketika ia bisa menyentuh tangan ayah dan ibunya.

Setelah sekian lama, akhirnya Ra In bisa bertemu dengan orang tuanya. Orang tua yang sangat ia rindukan. Tangis Ra In pecah begitu ia memeluk ayah dan ibunya erat.

"Eommaa, appaa, hikss hikss, aku merindukan kalian, aku sangat merindukan kalian, hikss, hikss," tangis Ra In kencang meluapkan rasa rindunya pada kedua orang tuanya yang telah lama tiada itu.

Setelah lama memeluk kedua orang tuanya, Ra In mulai melepaskan pelukannya dan menatap ayah dan ibunya dengan tatapan rindu yang teramat besar. Dengan senyuman lembut yang masih menghiasi wajah ibunya, Oh Hye Rin menghapus air mata putrinya dalam diam. Dengan tatapan lembutnya, Hye Rin mengusap kepala putrinya penuh kasih sayang membuat air mata Ra In kembali mengalir turun.

Ra In menoleh kebelakang nya begitu ada yang menggenggam tangannya dengan erat. Hati Ra In semakin merasa sedih ketika melihat seorang anak yang waktu itu datang menghampirinya. Ya Ra In ingat betul siapa anak yang tersenyum lebar sambil menggenggam tangannya ini. Dengan senyuman sedih, Ra In mulai mensejajarkan tingginya dengan sang anak menggunakan kedua lututnya sebagai tumpuannya.

Ra In menggenggam erat kedua tangan anak laki-laki di depannya ini dengan air mata yang tak berhenti mengalir.

"Nae adeul," ucap Ra In dengan bibir bergetar karena menangis. Ra In mengusap kepala anak di depannya dengan penuh kasih sayang. "Kau merindukan eomma?" tanya Ra In yang hanya direspon dengan senyuman lebar si anak. Air mata Ra In semakin mengalir tak karuan. Dengan pelan, si anak mengangkat tangannya untuk menghapus air mata Ra In. Segera anak itu menarik-narik tangan Ra In untuk mengikutinya. Ra In menuruti keinginan si anak yang mengajaknya untuk ikut bermain bersamanya dan juga teman-temannya.

Sesekali, Ra In tertawa kecil meskipun dengan air mata yang sesekali juga mengalir melewati pipinya karena melihat betapa bahagia dan senangnya si anak ketika ia mengajak Ra In bermain. Cukup lama si anak mengajak Ra In bermain sampai si anak berhenti karena menoleh ke arah kedua orang tua Ra In yang mengulurkan tangannya ke arah si anak seolah hendak mengajak si anak pergi.

Tanpa mengatakan apapun lagi, si anak meninggalkan Ra In dan segera berlari menuju kakek dan neneknya yang sudah menunggu. Ra In bingung.

"Tidak, tunggu sebentar," cegah Ra In menahan tangan si anak yang hendak pergi bersama kedua orang tua Ra In.

To Let You Go (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang