Prichilla Ashkilla Sander, putri bungsu dari keluarga Sanders yang biasa dipanggil Chilla. Chilla memiliki kakak laki-laki yang bernama Sean Satria Sanders, nama panggilannya Sean.
Chilla merupakan perempuan manis, cantik, imut, periang, dan telah m...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi hari ini, kedamaian Chilla terasa terusik. Terdengar kegaduhan aneh diluar sana, entah teman-teman Sean yang bertamu di pagi hari atau orang komplek yang tengah aduh bacot. Pikir Chilla.
Chilla menyumbat pendengarannya dengan kapas. Tetapi, semakin lama suara teriakan itu makin berisik.
''ABANG..'' pekik Chilla masih dalam posisi tidur.
''Apa?'' tanya Sean santai yang tiba tiba langsung berada di kamar Chilla.
''Diluar siapa, berisik banget. Gue gak bisa tidur,'' adu Chilla.
''Temen-temen lu tuh, udah gue usir tetep aja kekeuh,'' jawab Sean lalu langsung berlalu pergi.
''Samperin!'' lanjutnya.
Chilla mendengus kesal, ia menjalani perintah Sean. Chilla berjalan lunglai.
Chilla yang tak mempedulikan penampilannya dan hanya menggunakan baju tidur, swallow dan penutup mata yang masih berada dikepala berhasil membuat bungkam ketika ia muncul dari balik pintu. Chilla masih memberikan sorot mata mengantuk, bagaimana tidak semalam ia begadang sampai fajar bersama Zayn.
Terlihat, Bryan dengan 3 orang sahabatnya dan juga 2 wanita cantik yang tak Chilla kenali dan tak lupa 2 satpam kompleks yang Sean telpon untuk menertibkan mereka. Chilla berjalan menuju gerbang rumahnya.
''Maaf pak sepertinya dia baru saja keluar dari RSJ jadi saya harap kalian bisa pulangkan dia ke RSJ saja,'' cerca Chilla dengan menunjuk kearah Bryan yang masih berusaha berteriak.
''La, jangan gitu kek. Gue disini dari jam 9,'' balas Bryan tak terima.
Chilla melihat satu persatu orang orang yang berada di depan rumahnya. Dan tatapan itu berubah menjadi tajam ketika menatap Bryan.
''Bapak-bapak terima kasih atas bantuannya, sekarang bapak-bapak satpam boleh kembali bertugas. Dan orang-orang ini akan saya tindak lanjuti,'' ucap Chilla dan melengos pergi begitu saja dan diikuti oleh Bryan dan teman-temannya.
***
Chilla kembali ke ruang tamu dengan membawa beberapa cemilan dan minuman. Dirinya juga telah mandi, sementara Sean pamit untuk pergi kerumah sahabatnya, Ari.
''Jadi, mau lo dateng kesini pagi-pagi ngapain?'' tanya Chilla membuka pembicaraan.
Sebab, dari tadi Reino, Richard, dan Verrel sibuk bermain game sedangkan yang lain hanya dia menatap cecak-cecak yang sedang bermesraan dengan pasangan mereka.
''Dipaksa Bryan,'' jawab Richard, si dingin.
Chilla melayangkan tatapannya kearah Bryan.
''Anu, La. Itu, anu itu itu.'' Bryan gelagapan.
Ia menghela nafas ''Jadi gue kesini karena—''
''Suka sama lu,'' sambar seorang wanita yang juga ikut kerumah Chilla.