Chapter 50

675 50 4
                                        

''Sekolah sekolah saya kembali memijakkan kaki disini.''

''Sekolah sekolah akhirnya most wanted kembali memijakkan kaki untuk menggambil ijazah.''

Reino dan Verrel terus terus bernyanyi di parkiran SMA Dirgantara ini. Membuat Shabilla, Queen, Diandara, Richard maupun Bryan mengernyit tak mengerti.

''Caper sama adek kelas yuk Ver!'' ajak Reino kepada Verrel, tentu Verrel menyetujui hal itu sebab mereka satu frekuensi.

''Marilah teman!'' kedua pria itu pergi begitu saja, tetapi langkah mereka terhenti di tengah-tengah.

''CHARD IKUT KAGAK NGAPEL GABY?'' pekik Verrel.

''LO PIKIR RICHARD KAKEL MACAM APA TOLOL, SANA LO PERGI CAPER KE DEKEL!'' ucap Queen memekik tak kalah kuat.

''OKE SAYANG!'' pekik Verrel tak tau malu.

''Pacar lo, Queen?'' tanya Shabilla dan Diandara bersamaan menatap Queen yang berada di tengah-tengah mereka.

''Gue rasa beda orang deh,'' ucap Queen tersenyum kikuk.

Sesuai apa yang mereka bilang, Reino dan Verrel dengan genit menggoda siswi SMA Dirgantara. Tak sedikit yang merasa aneh, tetapi tak sedikit juga siswi yang menerima dengan senang hati.

Sudah tau kelakuan sang kekasih, Shabilla dan Queen tak mempedulikan hal itu.

Mereka harus menunggu di kantin saat ini, tak bisa langsung menggambil ijazah sebab semua guru dan staf di SMA Dirgantara sedang rapat.

Keadaan kantin ramai, Nina dan Gabriella juga bergabung dengan mereka. Mengobrol ringan, membahas perkembangan sekolah ini.

''Gimana Gab pacaran sama Richard?'' tanya Shabilla menggoda adik kelasnya yang satu ini.

''Eum.. Richard suka jadi bucin,'' kata Gabriella setengah berbisik agar Richard tak mendengar, tetapi dugaan itu salah. Telinga Richard yang paling tajam dari pada teman-temannya.

''By gue denger,'' kata Richard membuat Gabriella menatap dengan senyum imutnya ke arah Richard.

''By lo kagak mau tuh somay lagi?'' tanya Reino random dan alhasil mendapatkan tatapan elang Richard.

''Serius Chard kalo gue punya salah bilang dah ya kagak usah ngeliat kayak gitu kali, lagian namanya 'Gaby' ada empat huruf kalo manggil dua huruf terakhir emang salahnya apa..'' kata Reino tak santai.

''Dar, lo ahli nyirem orangkan? Ini bakso gue tolong siremin Reino pake ini,'' ujar Richard menyerahkan mangkuk baksonya.

''Huhm?'' Diandara menoleh melihat Richard berbicara dengannya, mulut yang awalnya penuh dengan cilok dengan cepat Diandara telan dan meminum es teh yang ia beli.

''Dengan senang hati..'' ucap Diandara langsung melempar isi di mangku itu ke arah Reino.

''Gue janji gak bakal buat masalah sama Richard ataupun Dara dah suer!'' Reino mengucapkan kalimat random itu setelah melihat bajunya telah di basahi oleh kuah bakso.

''Bagus bagus,'' jawab Diandara yang masih asik memakan cilok miliknya.

''Kalian pulang cepatkan?'' tanya Bryan yang dari tadi bungkam.

''Iya, guru ada urusan mungkin. Setelah mereka selesai rapat paling kita di suruh pulang,'' jawab Gabriella seadanya.

''Nina, pulang sama siapa?'' tanya Verrel dengan genit.

Nina menoleh dengan tatapan juteknya, ''Hm?''

''Pulang sama siapa cantik?'' tanya Reino dan Verrel bersamaan, sangat genit membuat Shabilla dan Queen yang melihat sudah tak sabar untuk menerkam dua pria itu.

NERDY GIRL [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang