Chapter 40

783 61 10
                                        

Brychan, Bryan, Evano dan Alysia memasuki rumah yang sudah ramai didatangi oleh teman-temannya dan beberapa keluarga juga. Bryan duduk dikursi sofa tepat disebelah nenek-nenek dan kakek-kakeknya.

''Gimana kabar kamu?'' tanya kakek yang merupakan Ayahanda dari Mama-nya. Kakek Jordan.

Bryan memberi isyarat bahwa dirinya telah baik-baik saja, ''Fisik baik pikiran sama hati lagi sakit'' ujar Bryan membuat semua orang tersenyum prihatin.

''Temen-temen lu kayaknya udah pada punya gandengan, Yan'' ucap Gibran, anak laki-laki sebaya Bryan yang merupakan anak dari saudara Papa-nya.

''Lo gak bakal ngerti, Bran'' jawab Bryan lalu menyandarkan kepalanya dipundak nenek Dorra, kesayangannya.

Nenek Dorra merupakan istri Kakek Jordan. Sebenarnya nama nenek Dorra adalah Andorra, akan tetapi semua cucunya memanggilnya nenek Dorra. Nenek Dorra mengelus-elus puncak kepala cucunya yang satu ini, nenek Dorra adalah tempat Bryan bercerita berkeluh-kesah jikalau bertemu dan jika Bryan merasa tak baik-baik saja. Nenek Dorra mengetahui semua tentang Bryan, bahkan Chilla wanita yang Bryan cintai.

''Kamukan anak kuat, pasti kamu bakal tahu apa yang benar-benar terjadi. Kalau kamu cinta sama dia, ayo semangat galih semua informasi sampai pacar kamu ditemukan apapun kondisinya. Kamu lelaki sejati, percaya sama nenek kamu pasti akan menemukan titik terangnya cepat atau lambat. Semangat! Jangan menyerah jangan putus asa kamu pasti akan tahu nantinya!'' bisik Nenek Dorra kepada Bryan yang sudah terlihat seperti sudah berputus asa.

''Tapi Nek, se-''

''Walau dunia mengatakan dia sudah tidak ada, semua orang percaya dia sudah pergi. Ikuti kata hati kamu, apa yang hati kamu katakan. Tuntaskan semuanya sampai kamu merasa puas dan hidup bahagia dikemudian hari''

Bryan memeluk nenek Dorra-nya. Ia sangat membutuhkan sosok seperti nenek Dorra-nya ini.

''Dengar nenek baik-baik, ikuti kata hati dan gunakan logika mu juga, kamu sudah besar kamu pasti bisa mengerti!'' lanjut nenek Dorra lalu mencium kening Bryan.

''Selamat ulang tahun ya, udah makin dewasa ya sekarang. Semoga kamu menjadi anak yang berbakti dan berguna, jagain kurcaci-kurcaci dua itu, jangan suka berantem supaya nenek gak jantungan dengar kabar kamu kayak kemarin''

''Iya nek'' jawab Bryan lembut.

''Jagoan Kakek bisa-bisanya masuk rumah sakit, gak tanggung-tanggung lagi dua minggu'' goda Kakek Grissham, ayahanda dari Reno atau Papa Bryan.

''Yah Kek, mereka main keroyok'' ujar Bryan dan bertingkah manja kepada nenek Evandary yang merupakan istri kakek Grissham.

Ya memang begitu, Bryan akan bertingkah manja ketika sedang kumpul keluarga seperti ini apalagi jika dirinya baru saja sehat dari sakit atau bahkan saat sakit manjanya akan bertambah berkali-kali lipat. Padahal ketika sadar kemarin, Bryan sangat ingin bermanja dengan kekasih akan tetapi semuanya hanya bisa ia bayangkan dan tak bisa dilakukan, sangat menyebalkan dan menyedihkan.

''Wei mana mbak artis?'' tanya Gio yang baru datang.

''Katanya ada kejutan, udah resmi?'' sambung Geo, kembaran Gio.

''Gio Geo!'' tajam Mama mereka yang merupakan adik dari Papa Bryan.

''Apa Ma?" tanya Geo yang tak nyambung.

''Damai Ma'' jawab Gio mengangkat kedua jarinya membentuk V.

''Bryan belum mandi ya?" tanya Evandary merubah topik.

''Belum, abang Bryan bau banget mangkanya Alysia gak mau deket-deket sama bang Bryan. Kata Mama gak boleh temenan sama bang Bryan kalo bang Bryan belum mandi. Bang Brychan juga belum mandi nenek, ketiaknya bau banget waktu bang Brychan gendong Alysia'' jawab Alysia panjang lebar dan membuat semuanya tertawa mendengar pernyataan yang disampaikan oleh Alysia, anak bungsu dari Reno Anderson.

NERDY GIRL [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang