Chapter 37

668 56 5
                                        

Jari jemari seorang pria yang sudah terbaring lemah di brankar rumah sakit selama seminggu ini telah perlahan bergerak. Matanya perlahan juga ikut terbuka menampilkan ruangan putih tempatnya dirawat saat ini, ia menoleh kearah kiri menampilkan sesosok wanita yang bernotabene sebagai Mama-nya yang sedang tersenyum dengan air mata haru yang masih mengalir.

Bryan mengernyit bingung tak mengerti, tubuhnya terasa sangat lemah saat ini dan beberapa alat-alat medis yang menempel pada tubuhnya. Bryan mencari sesosok wanita yang amat sangat ia cintai, Prichilla. Tetapi sia sia, Bryan tak dapat menemukan Chilla diruangannya saat ini.

‘’Chilla mana?” tanya Bryan tertuju kepada semua orang yang berada di ruang rawatnya saat ini.

‘’Chilla dimana?” tanya Bryan lagi, sebab semua komuk manusia disekitarnya berubah menjadi sedih.

‘’Ma, Chilla mana?” tanya Bryan lagi lagi, tapi nihil tetap tak ada satu pun yang menjawab.

‘’Om Tante Chilla kemana?” tanya Bryan kepada kedua orang tua Chilla yang juga ikut menangis.

‘’Kalian kenapa sih? Bryan cuma nanya Chilla dimana?” ucap Bryan tegas.

Suasana menjadi sangat haru setelah Hana memeluk tubuh Bryan yang masih tak mengerti.

‘’Ma Chilla mana? Jawab Bryan Ma’’

‘’Happy Birthday, sayang’’ ujar Hana sangat lembut menahan air matanya.

‘’Chil—‘’

‘’Chilla belum ditemukan sampai saat ini’’ kata Richard.

‘’Maksudnya?” Bryan dibuat semakin tak mengerti.

‘’Ch-Chil—‘’

‘’Chilla kenapa Tan?”

‘’Ini kenapa sih?” Bryan semakin dibuat bertanya-tanya.

‘’Jadi’’ Hana menghela nafas perlahan menyiapkan tekatnya untuk menceritakan semua yang telah terjadi.

‘’Kamu udah dirawat selama seminggu disini, karena malam itu. Chilla semakin terpukul mendengar kabar kamu yang dibawa sama warga-warga kerumah sakit ini dengan darah yang bercucuran dan luka-luka kamu. Keadaan Chilla malam itu kembali drop, singkat cerita karena ada tawaran pekerjaan selama dua hari, Chilla mutusin buat nerima itu. Harusnya dua hari yang lalu Chilla udah ada disini, Nak’’ Hana kembali meneteskan air matanya, diikuti Chelsea Alysia Queen Shabilla Grace dan juga Gabriella.

‘’Terus kenapa kalian nangis? Kepulangan Chilla ditudah atau gimana?” tanya Bryan polos.

‘’Chilla belum ditemukan sejak saat ini, dan kabar terbaru korban kapal tenggelam saat ini, semua korban telah diamankan sisanya tak dapat ditemukan teruntuk Chilla juga begitu. Dan sangat bermungkinan Chilla telah meninggal’’ sambung Sean dengan muka begitu menyedihkan.

‘’Gak mungkin, kalian semua gak usah sok akting ngomongin Chilla gue mati, Chilla baik baik aja molennya juga udah gue beliin. Gak mungkin, CHILLA GUE KUAT CHILLA JANJI SAMA GUE DIA BAKAL DATANG DIHARI INI, NGASIH KADO YANG SANGAT GUE NANTI. PASTI INI AKAL-AKALAN KALIAN SEMUAKAN? BUAT BALAS PERBUATAN GUE WAKTU ULANG TAHUNNYA CHILLA WAKTU ITU? PASTIKAN?” kata Bryan dengan bola mata yang sudah berkaca-kaca.

Alysia menangis sesegukan mendengar kenyataan yang begitu sangat pahit, bukan hanya Alysia semua orang diruangan ini sama seperti itu. Brychan menghidupkan tv yang ada di ruang rawat Bryan saat ini, menampilkan berita tenggelamnya kapal yang berisi Chilla dan rekan lainnya. Mata Bryan mengeluarkan air mata begitu saja.

‘’Kado dari Chilla sebelum dia berangkat, jaga jaga katanya takut ada penghambat gak bisa dateng’’ ucap Reino menyerahkan DVD yang dititipkan oleh Chilla beberapa hari yang lalu.

Brychan mengambil alih DVD tersebut dan menyetelnya. Menampilkan sosok Chilla dengan senyum ciri khasnya.

‘’Hai Bryan Darren Anderson? Lala ramal video ini Ian liat ditanggal 18 juli ulang tahun ke-17 Ian dong. Cie udah tua ya sekarang, yaaa Chilla gak bisa ngucapin secara langsung dong soalnya ada kerjaan nih’’ kata Chilla divideo itu.

‘’Soalnya musibah, La’’ gumam Bryan pelan.

‘’Tapi gapapa ya.. Lala tetep ngucapin nanti Lala bawain kue banyak banyak kado juga. Ngomongin kado jadi inget waktu itu deh, Ian sama Lala duduk dipantai liatin sunrise ah suka terus kita ke coffe~ eum inget lagu waktu itu deh, mau denger Lala nyanyi gak? Harus mau ya hehe!” Chilla mengambil gitar yang berada tak jauh dari dirinya.

‘’Ian tau gak Lala udah pinter main gitar diajarin Reino tadi ah mantap’’ cengir Chilla yang membuat sudut bibir Bryan ikut terangkat juga.

🎤🎶Wise men say
Only fools rush in
But I can't help falling in love with you
Shall I stay?
Would it be a sin
If I can't help falling in love with you?

🎤🎶Like a river flows
Surely to the sea
Darling, so it goes
Some things are meant to be

🎤🎶Take my hand
Take my whole life too
For I can't help falling in love with you

🎤🎶Like a river flows
Surely to the sea
Darling, so it goes

🎤🎶Some things are meant to be
Take my hand
Take my whole life too
For I can't help falling in love with you
For I can't help falling in love with you

‘’Gimana suara Lala, baguskan iya dong pasti emang Ian. Apalagi ya OH IYA RESMIIN DONG!!! YA PABANGET YA RESMINYA GAK BISA SECARA REAL LIFE IH KESEL DEH TAPI SENENG AKU BISA MAEN AIR NIH HIHI, KADONYA JANGAN DIBUKAIN SAMPE AKU PULANG KALO GAK MAU AKU NGAMBEK!” sambung Chilla setelah bernyanyi dengan wajah imutnya.

‘’Po—‘’

‘’Ashkilla ayo !” potong suara perempuan.

‘’Ya aku udah mau berangkat nih, aku serahin sama Reino sama yang lain deh video ini aku bener bener berharap ada disamping kamu hari ini tapi gak bisa, cepet sehat ya. Soal pelaku itu udah aku masukkin penjara dadah’’ video itu berakhir singkat dengan senyum begitu penuh semangat seorang Prichilla.

‘’Gue bakal selalu nungguin lo La’’

Tiba-tiba video itu kembali menampilkan Chilla yang menggunakan kaca mata dan topi berwarna pink yang pernah Bryan belikan. Ternyata bukan kelanjutan, hanya beberapa foto yang sengaja Reino masukkan kedalam sana sebab kemauan Chilla. Chilla begitu sangat Cantik. Bryan tersenyum senang melihat sosok wanita yang sangat ia kagumi walau tak secara langsung.

‘’Ma hp Bryan dimana?”

Verrel memberikan handphone Bryan yang sempat ia perbaiki sebab ada beberapa kerusakan malam itu. Bryan membuka galeri melihat beberapa foto Chilla dan dirinya, dan foto dihari itu. Memori kembali terputar diotak Bryan, wajahnya berubah sangat murung.

I still love you no matter what. You're the only woman I love, Prichilla” gumam Bryan pelan.

—BATAS SUCI—

NERDY GIRL [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang