Chilla menangis sejadi-jadinya, semua keluarga Bella telah datang. Tak ada satupun yang marah terhadap Chilla, keluarga Bella hanya memeluk Chilla yang sangat histeris.
Mama Bella mengelus-elus pundak Chilla, ''Maafin Bella ya nak. Dia udah lama mau nyelamatin kamu,'' ucap mama Bella membuat tangis Chilla semakin histeris.
Sean datang bersama papa-nya, melihat seorang wanita yang merupakan adik dan anaknya sedang menangis dengan baju berlumuran darah.
Melihat kehadiran sang papa Chilla berdiri dan menghampiri pria itu, ''Papa,'' panggil Chilla memeluk erat Sebastian.
''Gakpapa sayang,'' ucap Sebastian membalas pelukan Chilla.
Sean ikut dalam pelukan itu, mereka mengerti walau umur Chilla yang sudah 25 tahun tetapi tetap saja wanita yang sedang mereka peluk adalah anak manja, dan kali pertamanya ia melihat itu. Tentu membuat ketraumaan yang cukup mendalam.
''Keluarga pasien?'' panggil suster yang baru saja keluar dari ruang operasi.
Mama Bella maju paling depan diikuti Ari yang menggendong Adnan, anak Bella dan Zayn.
''Atas nama Chilla,'' lanjut suster itu.
Chilla menoleh ke arah suster sedangkan yang lain menoleh ke arahnya.
''Pasien mau ketemu Chilla, yang namanya di sebut silahkan masuk,'' ucap suster itu lalu pergi dari sana.
Chilla berjalan lemah melewati keluarga Bella yang menatapnya haru. Chilla melangkah masuk, melihat Bella yang sudah sadar dengan alat rumah sakit melekat di tubuhnya. Chilla bersyukur operasi berjalan lancar.
''Bel,'' tangis Chilla menggenggam tangan Bella.
Bella tersenyum tipis, ''Sa-kit j-juga ternyata,'' ucap Bella bercanda di dalam kondisi seperti ini.
''Bella!!!'' rengek Chilla yang sudah menangis deras melihat kondisi Bella, sedangkan pemilik badan masih ada kesempatan untuk bercanda.
''G-gue yang kasih tau Nina masalah itu, ma-kanya dia di siksa s-sama Sap..'' Bella mejeda ucapan, ia menoleh ke arah Chilla setelah berasa sakit yang luar biasa di dadanya.
''Chil?'' panggil Bella lemah.
''Kenapa?''
''G-gue bo-boleh minta satu permintaan gak?''
''Apa?''
''Plis, nikahnya di percepat. Gue mau hadirin pernikahan lo sebelum gue masuk ke dalam tanah,'' ucap Bella lemah.
Chilla mengangguk dengan air mata yang berlinang kembali, ''Sakit banget ya, Bel?'' tanya Chilla tak kuasa melihat Bella yang memegang dadanya.
''Lebih sakit gue kehilangan lo bertahun-tahun,'' ucap Bella tersenyum pahit.
''Gue udah janji sama diri gue sendiri Chil buat nyelamatin lo. Hidup gue udah gak berarti lagi, gue mau nyusul kak Zayn,'' oceh Bella dengan suara lemah.
''Kak Zayn?'' ulang Chilla, ia tak mengerti kenapa Bella terus saja mengulang kata ingin menyusul kak Zayn? Apa yang terjadi sebenarnya?
''Di-''
''Maaf, pasien harus banyak istirahat,'' potong suster itu membuat Chilla penasaran tetapi dirinya harus keluar demi kesembuhan Bella, ia tak boleh egois.
''Bang,'' panggil Chilla memegang lengan Ari.
Ari menoleh ke arahnya, ''Kenapa?'' tanya Ari lemah dengan wajah yang pucat.
''Kak Zayn?''
Ari tersenyum pahit, ''Zayn punya penyakit gagal ginjal dari kuliah semester 4, tepatnya waktu awal lo ngehilang. Dia gak ngejaga pola makannya, Bella juga susah buat ngatur itu. Mereka nikah karena kemauan Zayn, pengen Adnan nikah sama anak lo. Waktu Zayn ketemu lo di supermarket, waktu itu juga dia punya semangat hidup, Chil. Tetapi beberapa bulan setelahnya, tuhan berkehendak lain. Di saat Zayn punyaku niat untuk sembuh, Zayn malah pergi.'' Ari tersenyum pahit sembari memeluk Adnan dengan erat.
Chilla menutup mulutnya, memundurkan langkahnya sampai menabrak Bryan yang berdiri tak jauh dari sana, dan tentu Bryan mendengar itu. Bryan juga tau hal itu, tetapi saat ia ingin memberitahu Chilla lebih dulu memblokirnya.
Bryan memeluk tubuh Chilla yang semakin lama semakin melemah. Chilla menangis tak percaya dengan apa yang Ari jelaskan, bagaimana bisa supermarket menjadi tempat terakhir mereka bertemu dan berbincang sedikit.
Jika Chilla mengetahui itu pertemuan terakhirnya, Chilla akan memeluk erat Zayn. Kaki Chilla melemas, rasanya mati rasa ia tak sanggup untuk berdiri.
Mata Chilla perlahan gelap, semakin lama semakin gelap dan akhirnya Chilla tak sadarkan diri membuat teman-temannya panik.
Sean tersenyum tipis, ''Harusnya jangan di samain harinya,'' ucapnya lalu berlari bersama Bryan menuju IGD.
''Gue juga bakal begitu kalo jadi Chilla,'' ucap Jesicca yang ikut menangis, bukan hanya Jesicca, Shabilla dan Queen juga begitu.
''Gak siap nerima semuanya diwaktu yang sama,'' kata Nina lalu bersandar pada tubuh Alvian yang duduk di sampingnya.
***
Perlahan mata Chilla terbuka, ia sudah tau dimana sekarang ia berada. Tentunya rumah sakit, Chilla melihat tangan kanannya sudah terdapat jarum infus, dan di sebelah kanannya terdapat Bryan yang tertidur.
Chilla menarik lengan kiri Bryan dengan perlahan, melihat jam tangan pria itu yang sudah menunjukkan pukul 02.21 WIB, Chilla tersenyum smirk ketika menghitung waktunya pingsan.
Chilla tak mengerti, dirinya pingsan atau ketiduran. Pingsan selama 5 jam? Oh shit itu waktu yang lama.
Chilla menggambil roti yang berada di nakasnya, jujur saja Chilla sangat lapar. Sebelum memakan rotinya, Chilla melihat pakaian yang ia gunakan. Pakaiannya sudah di ganti, tetapi dengan siapa?
''Eum kak Chilla udah sadar?'' tanya seorang anak wanita yang baru saja datang, Alysia.
''Iya. Ais ngapain? Kok belom tidur?''
''Kita nungguin kakak sadar di luar, semuanya khawatir soalnya kakak pingsan lama banget udah 5 jam, liat bang Vano tidur. Sofa-nya di kuasai sama dia, Ais jadi gak kebagian tempat,'' ucap Alysia panjang lebar dan menunjuk ke sofa.
''Lanjut aja kak, Ais kebelet pipis terus papa suruh pulang bareng bang Vano, tapi dia tidur palingan bang Sean atau bang Brychan yang anterin.''
''Ais? Ngomong sama siapa?'' tanya Hana, Alysia menunjuk ke arah Chilla dan pergi masuk ke toilet.
''Chilla udah sadar?'' senyum terbit di wajah Hana dan Chelsea.
''Bryan benar-benar ya, heh.'' Hana ingin membangunkan Bryan tetapi di cegah oleh Chilla.
''Biarin aja ma, dia pasti capek. Ngurusin perusahaan, ngurusin Chilla, dia butuh waktu tidur yang cukup juga,'' ucap Chilla setelahnya baru melepaskan genggamannya pada lengan Hana.
Chilla mengunyah rotinya sembari mendapatkan elusan pada kepalanya dari Chelsea dan juga Hana.
''Udah makan ini tidur ya, supaya cepat sembuh. Pernikahan kamu dipercepat jadi lusa,'' ucap Chelsea dan di angguki oleh Hana.
''Kok...?''
''Kita nguping kali ah,'' ucap Hana terkekeh renyah.
''Itu harapan terakhirnya, bisa datang di pernikahan sahabatnya. Yaudah mama sama mama Hana keluar dulu ya? Kamu istirahat kalau ada apa-apa tinggal teriak atau bangunin Bryan aja,'' ucap Chelsea yang mendapatkan anggukan dari Chilla.
''Siap ma,'' jawab Chilla dan menarik selimutnya.
───TO BE CONTINUE───
KAMU SEDANG MEMBACA
NERDY GIRL [COMPLETED]
عاطفيةPrichilla Ashkilla Sander, putri bungsu dari keluarga Sanders yang biasa dipanggil Chilla. Chilla memiliki kakak laki-laki yang bernama Sean Satria Sanders, nama panggilannya Sean. Chilla merupakan perempuan manis, cantik, imut, periang, dan telah m...
![NERDY GIRL [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/221722928-64-k755139.jpg)