Jam makan malam telah usai. Mereka duduk di ruang keluarga, terkecuali Alysia dan Evano yang telah lebih dulu masuk kamar seperti biasanya sebab telah lewat jam 9 malam.
Bryan menatap sinis ke arah kakek Grissham yang sedang bercanda tawa bersama papa, mama, nenek dan kakeknya.
Oh fuck! Bryan melihat kakek Grissham hanya tertawa palsu. Rasanya Bryan ingin berdiri dan mendekat ke arah kakeknya itu lalu mencabik mulutnya, tetapi nyalinya merasa tak akan bisa.
Rasanya Bryan ingin masuk kamar, tetapi Nananuella yang berdiri di sampingnya melarang dengan tegas.
''Why?!'' tanya Bryan dengan suara pelan tetapi penuh emosi.
''Ada yang buyut lo mau bicarain,'' bisik Nananuella.
''Dia kakek gue, Nananuella.''
''Tapi kata Brychan tadi buyut,'' gumam Nananuella.
''Dasar Brychan suka nyebar gosip. Dan sekarang dia udah bebas dari aturan konyol yang kakek Grissham buat, dan udah masuk kamar dengan alasan mau bobokin anaknya, paling lagi ena.'' ucap Bryan sangat kecil sembari menatap kakek Grissham dengan tatapan yang sangat menusuk, arggh Bryan benar-benar merasa kesal dan marah sekarang.
''Ehem,'' dehem Bryan menyadarkan papa, mama, kakek dan neneknya bahwa bukan hanya ada mereka di ruangan ini, tetapi juga ada Bryan dan Nananuella.
Semuanya berhenti tertawa tanpa terkecuali, mereka menatap Bryan dengan serius.
''Oh iya Bryan, kakek sampai lupa,'' ucap kakek Grissham mengubah posisi duduknya menjadi serius mengarah Bryan.
Cih, emang selalu dilupain juga, batin Bryan menatap sangat tak suka kearah kakeknya ini.
''Hari ini kamu ulang tahun yang ke-23 tahun. Bisa ulangi berapa umurmu sekarang?'' kata kakek Grissham.
''23 tahun.''
''Nah, yang berarti—''
''2 tahun lagi, Bryan harus ngelamar wanita yang Bryan cinta ataupun tidak. Pilihan hanya menikahi Chilla atau Saputri, begitu bukan kek? Itu keputusan akhir, Bryan gak bisa ngelamar cewek lain selain mereka berdua,'' potong Bryan cepat menatap kakek Grissham dengan tatapan elangnya.
''Bagus Bryan, kamu mengingatnya dengan baik. Dan sepertinya Ch—''
''Tidak usah bawa-bawa Chilla, kakek Grissham. Masih ada 2 tahun lagi buat Bryan nyari cinta pertama dan terakhir Bryan,'' jawab Bryan dengan tegas, emosinya selalu tak stabil jika melihat sang kakek.
Kakek Grissham berdecih kecil, menatap Bryan dengan ekspresi meremehkan.
''Lakukan saja, dan jangan lupa kewajiban mu di umur 23 tahun.''
''Always belajar untuk mengelola perusahaan dengan baik sampai umur 24 tahun, 25 tahun dapat perusahaan terus ngelamar cewek. Huh,'' Bryan terus mengomel dan berjalan pergi dari ruang keluarga ini, meninggalkan orang tua dan kakek neneknya yang terkekeh kecil.
***
Nananuella memutar bola matanya jengah. Setelah kabur dari ruang keluarga, Bryan terus-terusan mengumpat kakek Grissham tanpa henti-hentinya, seolah tak kehabisan kata.
''Lo liatkan El hidup gue kayak di dalam skenario yang aki-aki itu buat, arrgh kenapa gue harus ada dipilihan itu.'' ah tapi kalimat yang ini sudah Bryan ucapkan berkali-kali.
Nananuella hanya diam mendengarkan omelan Bryan. Sudah pukul 11 malam, yang benar saja Bryan sudah hampir satu jam mengomel tanpa henti, tanpa minum, dan tanpa capek.
Nananuella sudah penat, harusnya jam kerjanya sudah berakhir jam 10 tadi dan sudah tidur dengan nyenyak sekarang jika tuannya yang tak tahu diri ini bertingkah menyebalkan seperti malam ini.
Ya memang benar, Nananuella mengecap Bryan sebagai tuan tak tahu diri. Sebab setelah Bryan lulus, waktu ia bekerja menjadi asisten Bryan menjadi 1×24 jam. Tanpa henti, dan tanpa istirahat.
Bryan masih tetap mengomel menghadap lukisan sang kakek Grissham yang berada di kamarnya ini tanpa menoleh sekali pun.
''El besok suruh siapa kek beresin nih lukisan, kagak usah taroh di kamar gue. Biar foto Chilla, papa, mama, adek, abang, kakek nenek gue yang lain aja merajalela disini. Tidak untuk aki aki songong ini,'' ucap Bryan penuh emosi, tetapi Nananuella tak mendengarnya sama sekali.
''El lo denger apa yang gue bil-ang,'' ucapan Bryan terhenti ketika melihat sofa yang semulanya diduduki oleh Nananuella.
''NANANUELLA!!!'' pekik Bryan frustasi.
''Dasar kakek dan asisten gak tau diri,'' umpat Bryan langsung membanting tubuhnya ke ranjang dengan kesal.
Di sela-sela itu, terdengar suara desahan dari kamar sebelah. Sialan, sebelah kamar Bryan adalah kamar Brychan. Ah apa Brychan tidak bisa menahan nafsunya semalam saja? Pikir Bryan sangat kesal dan marah saat ini. Baru sehari pulang, tetapi moodnya sudah di buat buruk saja.
''GAK USAH DESAH KUAT KUAT ANJING, OE DENGARAN SAMPAI KAMAR TETANGGA LO YA BANGSAT,'' pekik Bryan dengan kuat sampai urat-urat dilehernya terlihat. Ia benar-benar kesal, bagaimana bisa kakaknya melakukan hal itu ketika dirinya sedang badmood malam hari ini. Dan desahan itu semakin waktu berjalan semakin kuat, sialan.
''Damn,'' gumam Bryan memasang earphone di kedua telinganya dan mendengarkan lagu dengan volume sangat kuat.
Berbeda dengan Bryan, seorang pria yang baru saja berhasil menyusup keluar tersenyum puas dan berlari ke kamarnya.
''Rasain lo,'' gumam Nananuella. Dan langsung membaringkan tubuhnya dengan nyaman di kasur empuk miliknya.
───TO BE CONTINUE───
KAMU SEDANG MEMBACA
NERDY GIRL [COMPLETED]
Roman d'amourPrichilla Ashkilla Sander, putri bungsu dari keluarga Sanders yang biasa dipanggil Chilla. Chilla memiliki kakak laki-laki yang bernama Sean Satria Sanders, nama panggilannya Sean. Chilla merupakan perempuan manis, cantik, imut, periang, dan telah m...
![NERDY GIRL [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/221722928-64-k755139.jpg)