Prichilla Ashkilla Sander, putri bungsu dari keluarga Sanders yang biasa dipanggil Chilla. Chilla memiliki kakak laki-laki yang bernama Sean Satria Sanders, nama panggilannya Sean.
Chilla merupakan perempuan manis, cantik, imut, periang, dan telah m...
Chilla mengangkat alisnya, senyum tipis pun terbit di wajahnya.
''Mau kemana?'' tanya Chilla sedikit ragu.
''Ada urusan bisnis, baik-baik lo.''
Chilla tersenyum dan mengangguk, ''Oke, hati-hati.'' Chilla langsung berlari menuju apartemennya.
Ia melihat kebawah, benar saja sudah ada sekotak makarun di sana. Chilla mengambilnya dan pergi masuk apartemennya.
***
Chilla berjalan-jalan seorang diri mengelilingi kota ini sembari meminum americano yang ia beli di cafe tadinya. Sebenarnya hari ini Chilla ada janji bertemu dengan seseorang hari ini, tetapi Chilla mengundurkan waktunya sore nanti saja. Siang ini ia ingin menghabiskan waktu seorang diri.
Ia merasa berbahagia, sebelum akhirnya ia menabrak seseorang yang menggunakan baju kasual. Sialan, Chilla mendongak dengan cepat.
''RICHARD? LO NGA—''
''Suara lo pelanin dikit,'' ucap Richard menutup mulut wanita ini.
Richard merangkul Chilla, membuat sang empu merasa risih.
''Lo kenapa sih?'' kesal Chilla, kenapa pria ini menjadi menyebalkan sekarang ughh.
''Tadi gue liat cowok yang bareng lo lagi di cafe bareng cewek,'' kata Richard memberitahu hal yang ia ketahui.
''Pacarnya kali, atau gebetannya.''
''Gue pikir lo bakal marah-marah, cemburu gitu,'' kata Richard menanggapi jawaban Chilla yang tak sesuai ekspektasinya lalu melepaskan rangkulan itu.
Chilla menatap Richard dengan wajah datarnya, ''Plis deh lo pikir gue apaan?!'' tanya Chilla tak santai.
Richard mengangguk-angguk, ''Baru inget lo udah ada yang nginget,'' ucap Richard.
''Lo kok jadi bawel sih?'' tanya Chilla.
Richard mengangkat bahunya, ''Gak tau.''
''Lo pas—''
Ting!
Satu notif masuk di handphone Chilla, membuat Chilla menjeda ucapannya. Nomor tak di kenal? Siapa orang ini dan apa maksudnya?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Melihat Richard menoleh sebab merasa aneh kenapa Chilla tiba-tiba terdiam.
''Kenapa lo?'' tanya Richard kembali memundurkan langkahnya mensejajarkan pada langkah Chilla.
Richard mengangkat wajah Chilla, matanya sudah berkaca-kaca setelah melihat handphone-nya.
Richard mengkerutkan keningnya dan menggambil handphone Chilla, apa ini?
''Chard itu bukan dia kan?'' tanya Chilla yang sudah menahan tangis di halayak ramai ini.
Richard mengangkat bahunya, ia menge-zoom foto yang Chilla terima. Semuanya tampak tak jelas, tapi dari belakang itu terlihat seperti Bryan. Ah tapi Richard tak percaya.
Richard membuka handphone-nya, menelpon orang yang bersangkutan.
''Halo? Kenape Chard? Bandel ya Chilla?'' tanya Bryan begitu cepat.
''Lo semalem kemana?'' tanya Richard tanpa menjawab pertanyaan Bryan.
''Pagi sampe siang gue kerja, sore-nya gue ada janji sama klien terus pergi, mal—''
''Pergi sama siapa?''
''Diandara, dia kan tugas turun ngadepin klien.''
''Malem?''
''Sebelum magrib gue udah di rumah, tanya aja sama Nananuella. Emang kenapa?''
''Gapapa. Chilla baik-baik aja.''
Richard langsung mematikan sambungan telpon, ia menoleh ke samping Chilla sudah menghilang. Kemana wanita itu? Richard menoleh ke segala arah, dapat! Chilla tengah duduk di bawah pohon.
''Cringe, harusnya lo gak gampang percaya. Itu jebakan,'' ucap Richard to the point membuat tangis Chilla berhenti menangis.
''Serius?''
''Telpon Alysia, Nananuella, atau Evano kalau gak percaya,'' kata Richard membuat Chilla tersenyum tipis.
''Pulang gak lo?'' tanya Richard, Chilla mengangguk dan menghapus air matanya berlari mensejajarkan langkahnya dengan Richard.