Chapter 55

630 51 9
                                        

Nananuella mondar-mandir dengan sangat frustasi malam hari ini, bagaimana bisa tuannya kabur begitu saja meninggalkan rumah dan kewajibannya malam hari ini. Semua sisi rumah sudah di jaga ketat, dan lewat mana tuan mudanya ini kabur.

Nananuella sudah menelponi satu persatu teman-teman Bryan, dan jawaban mereka semuanya sama, mereka tak tau kemana Bryan pergi. Bahkan teman-temannya ikut mencari kemana perginya bocah gembleng satu itu.

Kalau saja Nananuella wanita, ia sudah menjerit tak kuasa dengan semua ini. Nananuella tak mengerti bagaimana menghadapi keluarga Bryan yang menanyakan Bryan.

Nananuella mengintip dari balik pintu kamar Bryan, ia sedikit keluar dari kamar itu untuk melihat situasi. Sialan, bagaimana bisa di ruang tamu sudah banyak keluarga Bryan yang sudah berdatangan.

Beberapa meter dari tempat kerumunan, Nananuella melihat Hana sedang merasa frustasi sama hal dengan dirinya. Hana menangkap Nananuella yang sedang mengintip, dengan bahasa tubuh Hana menanyakan di mana Bryan mau tak mau Nananuella harus jujur terhadap Nona-nya ini. Nananuella membalas dengan bahasa tubuh, ia memberitahu jika Bryan telah kabur tidak tau kemana.

Hana melotot ketika mengetahui hal itu, ia memijat kepalanya yang mulai pusing memikirkan anaknya yang satu ini.

Besok ada ulang tahun Bryan yang ke-25 tahun dan tentu dia akan melamar sang wanita pilihan sang kakek. Sebab sampai detik ini Chilla tak berhasil ditemukan, dan kemungkinan besar Chilla sudah meninggal.

Dari sini Nananuella melihat Hana sedang menetralkan kondisinya dan membalikkan badan menyapa dengan ramah keluarganya.

Nananuella kembali masuk ke kamar Bryan, kembali berpikir kemana perginya Bryan. Nananuella mengacak rambutnya frustasi, memaksa otaknya untuk berpikir secara gamblang.

Setelah sekian lama memaksa otaknya untuk berpikir. Clubing, tempat itu langsung terlintas di otak Nananuella. Tapi clubing mana? Semenjak club yang Bryan datangin di ketahui oleh Richard, Bryan selalu saja berganti tempat untuk mabok tetapi syukurnya Bryan selalu ingat dimana alamat rumahnya.

Ah tapi itu sangat menyebalkan. Nananuella menggambil handphone miliknya dari saku baju baju yang sedang ia gunakan, semoga saja Bryan tak mematikan handphone-nya agar Nananuella dapat melacak keberadaan tuan tak tau diri tersebut.

Yes! Dapat, Nananuella buru-buru menuruni anak tangga tak menjawab orang-orang yang menanyakan kemana perginya Bryan. Nananuella memilih satu mobil yang berada di garasi dan langsung tancap gas ke arah tujuannya.

Handphone Nananuella terus saja berdering membuat suasana semakin mencekam, papa Bryan menelponnya. Ah sialan, Nananuella sangat membenci situasi seperti ini. Awas saja Bryan.

Nananuella mengawasi kanan kiri dan sekelilingnya untuk mengecek dimana keberadaan Bryan, tuan tak tau diri itu.

Seorang pria tengah duduk di temani seorang wanita yang sedang menjaganya, Nananuella merasa familiar dengan orang tersebut. Ia menjalan mendekat ke arah dua orang itu.

Wanita itu menoleh ke arah Nananuella, dirinya tak dapat mengenal wanita itu dengan baik sebab wanita itu menggunakan masker. Dan sang pria yang sedang meminum sebotol alkohol tersebut sudah hilang ke sadarannya, bukan Bryan tetapi Sean. Kakak laki-laki Prichilla satu-satunya.

Wanita itu membuka maskernya, ''Hai, lo pasti Nananuella asisten Bryan. Lo ke sini nyari Bryan kan?'' ucap wanita itu, ini Grace.

''Lo pacar Sean? Kenapa kalian ada disini, dan dimana Bryan?''

''No, gue istri Sean. Kita udah nikah 3 tahun yang lalu, wajar lo gak tau sebab lagi nemenin Bryan kuliah di luar negeri. Dan kenapa gue ada di sini bareng suami gue, alasannya adalah Bryan,'' jelas Grace sembari berusaha menyadarkan sang suami yang sudah mabuk berat.

NERDY GIRL [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang