Chapter 24

898 73 14
                                        

Pagi ini, baik Bryan ataupun Chilla dikejutkan oleh beredarnya foto mereka yang sedang tertidur di mobil dengan posisi Chilla dipangku oleh Bryan dan saling berpelukkan, di group chat SMA DIRGANTARA.

Dengan gelarnya yang merupakan anak dari pemilik sekolah, secepat mungkin Bryan memintak beberapa rekan kerja kepercayaan papanya untuk menghapus dan menyetop edaran foto tersebut. Tak lebih 30 menit, semua foto edaran itu telah tak beredar lagi. Dan ketika diberitahukan sumber peredar ternyata adalah sang sahabat Bryan sendiri, ya siapa lagi kalau bukan Reino, sang pembuat kejahilan yang berujung fatal.

‘’Gak berguna banget punya sahabat kayak tuh bocah. Mati aja dia, mati ikhlas gue’’ Ujar Byan terus-terusan mengupat Reino.

***

Siang hari ini, baik Chilla maupun Richard, Reino, Verrel, Queen dan Bila telah berada dikediaman keluarga Reno Anderson.

‘’Assalamualaikum!’’ Ujar Verrel mengucapkan salam ketika baru saja memasuki kediaman keluarga Reno Anderson.

‘’Darimana lo?!’’ tanya Reino ketika baru saja melihat batang hidung Verrel.

‘’Kan disuruh nyebarin undangan’’ ucap Verrel lugu.

‘’Sama cari informasi tentang anu-anu’’ Ucap Verrel dengan suara yang sedikit kecil.

‘’Gak usah buat gue ambigu!’’ Peringat Richard dengan komuk yang tak enak dipandang. Sinis, itulah yang dapat menggambarkan wajah Richard saat ini.

Beda lainnya dengan pria, wanita-wanita yang datang siang hari ini tengah fokus didapur, membuat berbagai makanan. Mulai dari kue, minuman, makanan ringan, dan berbagai macam olahan makanan lainnya.

‘’Bunda ini ikannya dikasih lemot dikit ya? Soalnya baunya cukup amis!’’ Ujar Queen yang sedang membuat sebuah olahan makanan.

‘’Kasih aja sayang, tapi jangan kebanyakan nanti gak enak’’ ujar Hana

Fyi, Hana memang menyuruh teman-teman anaknya untuk memanggil dirinya dengan embelan ‘Bunda’. Dan Reno Anderson memang sudah sering membuat acara seperti ini, sebab dirinya merupakan pemilik sekolah sekaligus beberapa perusahaan sukses di Indonesia maupun negara lain. Reno juga kali ini bukan hanya mengundang siswa-siswi SMA DIRGANTARA, tetapi juga orang tua dan beberapa rekan kerja nya. Dengan catatan ‘siapa saja yang bisa, acara ini tidak memaksa para hadirin yang di undang’.

Kembali kepada pria-pria yang sedang sibuk menginstruksikan kepada pekerja untuk membuat tema elegan dan berkelas. Terutama Bryan, hari ini ia yang paling di buat sibuk. Sebab, sang papa sepenuhnya memberikan tanggung jawab kepada sang putra keduanya karena ada rapat mendadak dengan klaen-nya. Dan di tambah Bryan juga harus menjaga kedua adik, Evano dan Alysia.

Bryan, Reino, Verrel dan juga Richard saling membagi tugas. Dari Bryan dan Richard yang mengurus tema dekorasi acara. Reino yang mengurus kedua bocah kecil, Evano dan Alysia. Dan Verrel bertugas menyebarkan undangan dan mencari beberapa informasi tentang Chilla.

Terlihat Verrel yang tengah fokus tengah berkutat dengan laptop miliknya yang sengaja ia bawa, Reino yang memasang komuk dramatis sembari memegang boneka buaya milik Alysia, lalu Bryan dan Richard yang sibuk mengintruksikan para pekerja. Mereka terlihat sangat bertanggung jawab dengan tugas masing-masing.

‘’ABANG! MUKA BANG LEI KAYAK MONYET!’’ Pekik Alysia dramatis.

‘’WOI SETAN! YANG BENAR LO JAGAIN ADEK GUE!’’ Teriak Bryan dengan mengisyaratkan tinju yang sudah siap dilayang saat ini juga.

Fyi, Brychan hari ini tidak bisa ikut menyiapkan acara sebab dirinya dan sahabat-sahabatnya sedang diberikan tugas dari dosen diwaktu liburan.

***

NERDY GIRL [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang