Chapter 61

653 48 2
                                        

Dua hari setelah malam itu, hari ini tepatnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dua hari setelah malam itu, hari ini tepatnya. Bryan dan Chilla sudah pergi ke butik sesuai apa yang Reino dan Shabilla bicarakan.

Harusnya kemarin, tetapi Chilla ingin menghabiskan waktu seharian bersama Daniel dan keluarganya. Bryan menurut, kemarin seharian pun Bryan bersama para sahabat lelakinya untuk menghabiskan waktu luang sebab Chilla tak ingin bertemu Bryan. Alasannya jika Bryan datang, Bryan bisa-bisa saja menggoda Chilla.

Shabilla dan Reino pun yang berjanji ingin menemani Chilla dan Bryan mencari gaun maupun jas, malam tadi membatalkan begitu saja lalu merekomendasikan butik ini.

Di butik ini saja Chilla sudah bolak-balik ruang ganti, dan Bryan begitu mudah sekali tunjuk langsung cocok tak sepertinya.

''Gak cocok,'' ucap Bryan maupun beberapa pekerja yang Bryan minta untuk menjadi juri bersamanya.

Chilla mengangkat tangannya sangat merasa kesal, ia sudah bolak balik tetapi semuanya mengatakan tak cocok.

Chilla kembali masuk ke ruang ganti mencoba gaun berikutnya. Ia kembali keluar dengan gaun baru.

''Gak cocok!'' jawab mereka lagi-lagi.

''Oh shit!'' gumam Chilla sangat merasa dongkol, kenapa saat menyiapkan acara pertunangan saja begitu ribet. Bagaimana saat menikah nanti.

Oke. Akhirnya selama berjam-jam, mereka menyetujui gaun akhir yang Chilla coba saat ini. Chilla mengelus-elus dadanya, akhirnya semua ini berakhir.

Buru-buru Chilla melepas gaun yang ia gunakan lalu berjalan menuju kasir bersama Bryan.

''Mau kemana?'' tanya Bryan, sembari melihat jam-nya yang masih menunjukkan pukul 16.32 WIB.

''Pulang, capek!'' rengek Chilla yang sudah begitu lelah.

''Samperin mama yang lagi ngurus katering,'' ajak Bryan.

Chilla menatap Bryan dengan puppy eyes, bagaimana bisa calon suaminya ini tak pengertian dengan dirinya yang sudah sangat lelah mencoba gaun-gaun tadi.

''Not today,'' ujar Chilla berjalan lebih dulu meninggalkan Bryan.

''Lagu dong, La.''

Chilla berbalik badan dengan lemah, ''Banyak bacot ya lo,'' sarkas Chilla menatap penuh kebencian kepada Bryan.

''I hate you!'' kata Chilla lalu membanting pintu mobil.

***

Benar saja, dalam kondisi capek Chilla masih saja merekomendasikan tempat yang ingin ia kunjungi. Tokoh es cream, Chilla sedang ingin makan es cream.

Chilla memesan es cream rasa strawberry dan coklat, strawberry untuknya dan yang coklat untuk Bryan.

Chilla dan Bryan duduk di meja di tengah-tengah, sengaja tak ingin mengasingkan diri seperti dahulu.

''Ian itu Jesicca sama Kane bukan sih?'' tanya Chilla yang melihat pelanggan yang baru saja masuk dan memesan es cream.

Bryan menoleh ke arah yang Chilla bilang, ia mengangguk. Ketika melihat kedua orang yang dimaksud sedang mencari tempat yang cocok, Bryan melambai-lambaikan tangannya. Kane pun menoleh lalu menarik lengan sang istri.

Kane menarik kursi untuk Jesicca dan juga dirinya.

''Tumben lo milih tempat ditengah-tengah, biasanya juga ngambil bagian pojok mengasingkan diri,'' kata Jesicca sembari memakan es cream miliknya.

''Suka-suka gue lah,'' ketus Bryan yang sibuk memakan es cream miliknya.

''Lo berdua juga tumbenan.''

''Jesicca ngidam,'' jawab Kane.

''Ohya? Udah berapa bulan?'' tanya Chilla bersemangat.

''Baru dua bulan,'' ucap Jesicca malu-malu.

''SERIUS? AHH PASTI NANTI ANAKNYA LUCU!!''

Please jangan nanya gimana cara buatnya, batin Bryan memohon.

''Buatnya gim—mmphh,'' yang benar saja, Bryan menutup mulut Chilla menggunakan dua telapak tangannya.

''What?'' ucap Kane dan Jesicca bersamaan.

''Nothing,'' jawab Bryan menyengir kepada pasutri ini.

Bryan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 17.28 WIB, ''Udah sore gue sama Chilla duluan ya, bye.'' pamit Bryan menarik Chilla dengan tangannya masih berada di mulut Chilla.

''Argghh!'' ringis Bryan memegang tangan yang semula menutup mulut Chilla tetapi sekarang terlepas dan sudah ada bekas gigi-gigi Chilla.

Oh shit, ini benar-benar sakit, batin Bryan memegangi tangannya.

''Asin banget tangan lo wleee,'' ucap Chilla membuat ekspresi tak enak dan masuk lebih dulu ke dalam mobil.

''I hate you, Bryan!''

Oke, Bryan tak peduli hal itu. Ia sudah mendapatkan kalimat itu yang Chilla lontarkan untuknya hari ini, sepertinya Chilla memang sedang sangat kesal kepada Bryan hari ini.

''I love you too, Prichilla!'' jawab Bryan dan berlari memasuki mobil.

Chilla menjambak rambut Bryan saat lelaki itu baru masuk.

''Aiish,'' ringis Bryan lagi-lagi.

''Kenape si lo? PMS neng calon?''

Chilla menatap jijik ke arah Bryan, ''Udah di bilang i hate you,'' bentak Chilla.

Bryan memberikan ekspresi senyum terpaksa ke arah Chilla lalu menyalakan mobilnya, mengantar Chilla pulang.

───TO BE CONTINUE───

NERDY GIRL [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang