Chapter 33

705 58 4
                                        

‘’Sabar, tenang, nikmati. Ada Lala siap membantu’’ kata Chilla mengacungkan jempolnya dengan senyum meyakinkan.

Bryan menggambil sampah-sampah yang berserakan dimana-mana, sedangkan Chilla merapikan tempat tidur Bryan, memindahkan Evano dan Alysia ke kasur mereka yang juga ada dikamar Bryan yang begitu rapi.

30 menit berlalu akhirnya kamar Bryan kembali bersih dan diikuti bangunnya Evano dari tidurnya.

‘’Ab-ang tadi Vano ketiduran ma—‘’

‘’MAMAAA!’’ jerit Alysia yang ikut terbangun.

Ya begitu Alysia jika bangun tanpa kehadiran Mamanya ia akan menjerit diikuti tangisan yang begitu nyaring. Bryan medengus kesal, kenapa adik-adiknya tidak ada yang kalem sedikit pun.

‘’Kenapa Ais, tidur aja dulu’’ pujuk Bryan.

‘’MAMAAAA!” jerit Alysia makin kuat membuat Bryan bingung, pasti ada hal yang terjadi membuat Alysia seperti ini.

Bryan keluar dari kamar, sedangkan Chilla mencoba menenangkan Alysia, dan Evano duduk santai di sofa yang berada di kamar Bryan memakan snack, coklat dan juga ice cream belajaan Bryan tadi.

Bryan menuruni satu persatu anak tangga, menghampiri Brychan yang sedang duduk santai bersama Zayn, Ari dan juga wanita ganjen itu, Bella.

‘’Nyokap kemana?” tanya Bryan flat.

‘’Pergi, katanya ada urusan sama temen SMP-nya’’

‘’Ais sama Vano kenapa main dikamar gua, lo ada gunanya gak sih jadi Abang mereka. Ais aja tangisnya kedengaran sampe sini, dan lo duduk santai aja disini?!” cerca Bryan tak suka, ia sangat tidak menyukai sikap bodoamat Brychan ini, menjengkelkan.

Brychan memutar bola matanya malas, tidak mempedulikan ocehan Bryan yang tidak penting ini.

‘’Mama janjiin apa?”

‘’Ta—‘’

‘’Gua nanya Brychan bukan lo!” Bryan memotong cepat ucapan Bella.

‘’Tadi Bella janjiin permen sama coklat banyak kalo Evano sama Alysia tidur’’ jawab Brychan.

‘’Astaga’’ ujar Bryan tak habis pikir ‘’Lo kan tau Bang, Ais gak bisa dan gak dibolehin lagi makan permen apalagi dalam jumlah yang banyak, giginya bakal rusak lagi’’ sambung Bryan menahan emosi.

‘’Ya lagian gak ada cara lain lagi buat bujukin dia supaya tidur’’ jawab Bella tanpa dosa.

‘’Kalo gak tau mending gak usah buat ribet deh lo. Udah ribetin hati orang sekarang ribetin masalah Ais’’ tukas Bryan pergi menjauh.

Bella diam, diam bukan berarti memiliki rasa bersalah tapi rasa senang dan suatu yang harus dibanggakan.

Memasuki kamar, Alysia telah diam bermain bersama Chilla, senyum terbit sebelum melihat Evano yang memakan snack snacknya.

‘’Vano allahuakbar. Kapan si lo baik sama gua?”

‘’Enak Bang, sini duduk’’ ujar Vano enteng membuat Bryan memutar bola matanya malas.

Bryan membuka kulkas mini yang ada dikamarnya dan menggambil 3 ice cream, memberikannya kepada Alysia, Chilla dan juga Evano.

‘’Ais gak dibolehin makan permen ya, jadi gantinya ice cream aja oke sama coklat tapi bolehnya cuma satu gak boleh banyak-banyak’’ kata Bryan.

***

Grace berdiri menghampiri pembeli yang tak ada satupun waiters yang mengubrisnya sebab semuanya tengah sibuk dengan pekerjaannya. Grace tersenyum ramah mendekat kemeja mereka. Grace mencatat pesanan mereka. Tak butuh waktu lama Grace kembali dengan membawakan pesanan mereka.

NERDY GIRL [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang