Chapter 26

881 62 3
                                        

Chelsea tersenyum melihat sang putri yang kembali kedirinya yang sesungguhnya. Chilla kembali menjadi  perempuan manis, cantik, imut, periang dan menjadi dirinya dulu. Melihat Chilla sudah menjadi perempuan remaja seperti ini, Chelsea merasakan rasa bersalah yang besar kepada sang putri karena tak dapat menjadi mama yang baik.

Chelsea meng-upload fotonya dengan Chilla tadi di instagram, dan lupa menge-tag sang bungsu. Baru beberapa menit foto itu di upload, komentar dengan begitu cepat membanjiri postingan itu. Terutama para fans Ashkilla atau lebih tepatnya Chilla. Banyak komentar yang menanyakan apakah Chilla sudah siap untuk kembali di layar kaca, pujian untuk paras cantik Chilla dan komentar-komentar selamat untuk Chilla. Entah mengapa, senyum Chelsea tak dapat disembunyikan malam hari ini, ia benar-benar bangga bisa melahirkan putra putri seperti Sean dan Chilla. Walau umur mereka terbilang masih belum cukup dewasa, terutama Chilla, tetapi mereka sudah bisa hidup tanpa kasih sayang yang besar dari kedua orang tuanya.

Hari semakin larut, memutuskan untuk semuanya untuk kembali tidur. Sebastian dan Chelsea pun juga menginap dirumah Reno Anderson, itung-itung bisa untuk memperbaiki hubungan siraturahmi yang sempat terputus.

***

Jam telah menunjukkan pukul 09.00 pagi, ya mereka semua kesiangan!.  Untung saja ada ART dirumah ini, semuanya bersyukur. Bagaimana tidak, kalau tidak ada ART mereka harus menahan lapar dan pergi ke restoran terdekat. Syukur saja.

Setelah semuanya selesai mandi, satu persatu mereka berdatangan  menuju meja makan untuk makan. Setelah semuanya berkumpul, barulah mereka memputuskan untuk sarapan. Walau pria-pria harus menunggu 30 menit untuk menunggu wanita, kalau saja harus keluar untuk sarapan bisa-bisa mereka menahan lapar sampai satu jam.

‘’Wah! Enak nih kayaknya’’ ujar Reino tak tahu malu.

‘’Syukur den kalau enak. Saya permisi kebelakang, untuk non Chilla selamat ulang tahun!’’ ujar ART sopan.

Chilla memasang senyum lucunya, yang menjadikan wajahnya seperti anak kecil, pipi yang menggembul sebab masih terdapat nasi di mulutnya, lalu mata yang menyipit.

‘’Terimakasih Bi Ita!’’ ujarnya dengan suara lucu membuat Bryan tekekeh kecil.

‘’Giomanua koalaou naoun—‘’

‘’Makan!’’ Ujar Richard menyela omongan Verrel yang tak jelas itu, sebab sedang makan.

‘’Ma, nanti Bryan izin mau pergi kerumah Chilla ya? Sama yang lain juga’’ ujar Bryan

‘’Iya sayang, nanti semua bakalan kesana kok. Mama juga kangen tau sama sahabat mama yang satu ini!’’ goda Hana.

‘’Bisa aja kamu, Non’’ ujar Chelsea

‘’Call me Hana, Else tersayang!’’ tajam Hana.

‘’Ups, sorry keceplosan’’ bisik Chelsea.

Ya walau umur sudah terbilang tua, sepasang sahabat ini tak dapat memanggil nama dengan tepat masih saja lelucon receh yang Hana dan Chelsea lakukan. Dulu waktu SMP sampai SMA, Hana, Chelsea, Reno dan Sebastian  terikat dalam suatu persahabat yang harmonis dan memiliki hobi yang cukup sama, sehingga membuat mereka berkecocokkan dan akhirnya mereka memilih untuk dijadikan suami dan istri, cukup lucu.

‘’Ini seperti ada yang kurang. Dimana Ari?’’ tanya Reno menyadarinya.

‘’Tadi Ari ditelfon adiknya, Pa’’ balas Brychan

‘’Kenapa kalian gak ngajak adiknya? Bukankah mereka kemarin datang berdua kesini?’’

‘’Iya, Pa. Tapi Bila sama dia gak begitu akur’’ jawab Bryan

NERDY GIRL [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang